
NEWSNESIA.ID GORUT – Ketua DPRD Gorontalo Utara (Gorut), Deisy S.M Datau meminta agar penyaluran 125 ribu liter minyak goreng diatur agar tak menimbulkan polemik. Penegasan ini ditujukan kepada pemerintah daerah melalui instansi teknis terkait yang diberikan tanggung jawab untuk mengatur pendistribusiannya minyak goreng tersebut.
“Patut mensyukuri perhatian pemerintah pusat kepada masyarakat melalui bantuan minyak goreng tersebut. Yang pasti semua ibu-ibu merasakan kesulitan untuk mendapatkan minyak goreng saat ini. Dan dengan bantuan dari pemerintah pusat tersebut, tentu akan meringankan kebutuhan akan minyak goreng, apalagi menjelang Ramadan yang tidak sampai sebulan lagi,” kata Deisy S.M Datau.
Lebih lanjut dikatakan bahwa bantuan 125 ribu liter tersebut sangatlah membantu dan Dinas Perindagkop Gorontalo Utara yang dipercayakan untuk mengaturnya, tentu harus bekerja semaksimal, agar bantuan ini benar-benar dirasakan oleh masyarakat.
“Dalam artian, bantuan tersebut harus tepat sasaran kepada mereka yang memang berhak untuk mendapatkan bantuan tersebut. Bukan hanya pada penyalurannya, namun instansi terkait juga harus mengawasi dan mengawal dengan maksimal,” katanya.
Deisy S.M Datau menambahkan, sesuai informasi untuk penyalurannya itu akan ditetapkan siapa saja. Ini berarti bukan dinas yang secara langsung mendistribusikannya, dan sistem pendistribusiannya bagaimana? Siapa saja yang berhak, daftarnya juga harus jelas dan berapa jatahnya itu harus benar-benar jelas.
“Apalagi informasinya untuk minyak goreng tersebut tidak dalam kemasan atau istilahnya minyak curah. Ini tentu juga membutuhkan pengawasan yang maksimal,” paparnya.
Selain itu juga, untuk penetapan harganya juga harus diatur, jangan sampai ada aspirasi lagi yang muncul dari masyarakat. Tentunya dalam penetapan harga, ada banyak aspek yang perlu diperhatikan, dan yang pasti, jangan sampai memberatkan masyarakat.




















