
NEWSNESIA.ID – Aliansi Penambang Rakyat Suwawa kembali melakukan aksi demonstrasi di Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (Deprov) Gorontalo, Senin (14/3/2022).
Massa aksi membawa sejumlah tuntutan, diantaranya mereka meminta agar Deprov Gorontalo menekan pihak-pihak yang hendak mengekang para penambang.
“Sampai sekarang kami bingung kenapa sumber mata pencaharian rakyat Suwawa ditutup, apa iya kami yang mencari sesuap nasi ilegal,” seru salah satu massa aksi.
Tak sabar mendapat jawaban dari Ketua DPRD Gorontalo, massa sempat tersulut emosi dan memaksa masuk ke dalam ruang dewan terhormat.
Bahkan massa aksi sempat memecahkan kaca pintu utama Kantor Deprov Gorontalo.

Mendengar massa kian anarkis, Ketua DPRD, Paris Jusuf akhirnya memutuskan untuk menerima massa dan menemui mereka di halaman kantor.
“Mohon maaf kami lama, karena tadi kebetulan ada rapat bersama bapak Gubernur dan saya sudah berkordinasi dengan beliau untuk menemui masyarakat terlebih dahulu,” ungkap Paris.
Menjawab soal aktivitas tambang batu hitam (blakc stone) yang hingga kini masih menjadi polemik, Paris Jusuf menegaskan akan kembali melakukan kordinasi dengan pihak Forkompimda Bone Bolango.
“In Sya Allah kita akan koordinasi dengan Pemprov lalu akan disampaikan ke jajaran Forkopimda Bone Bolango,” jelasnya.
Lanjut Paris, ia memahami betul apa yang dirasakan oleh para penambang sehingga ia komitmen akan mencari jalan keluar terbaik atas polemik tersebut.




















