
NN, GORONTALO- Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, melaksanakan Sholat Isya dan Tarawih berjamaah di Masjid Darul Arqam, Rabu malam (19/2/2026), bertepatan dengan malam kedua Ramadhan 1447 Hijriah.
Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Gusnar menyampaikan sejumlah agenda strategis pembangunan daerah yang tengah berjalan dan memasuki tahap penting.
Salah satu yang menjadi poin penting adalah perkembangan embarkasi haji Gorontalo. Menurutnya, progresnya kini telah “on the track”. Bahkan, tepat pada 1 Ramadhan 1447 H atau 19 Februari 2026, dilakukan penandatanganan kontrak pekerjaan perluasan apron dan pembangunan taxiway di Bandara Djalaluddin.
“Ramadhan tahun lalu, di tempat yang sama, saya menyampaikan niat untuk mewujudkan embarkasi haji Gorontalo. Alhamdulillah, hari ini kita masuk pada tahapan konkret dengan dimulainya kontrak pekerjaan dan besok akan peletakkan batu pertama,” ujar Gusnar dalam sambutannya.
Ia menegaskan, pengembangan fasilitas bandara menjadi salah satu kunci utama agar Gorontalo dapat memenuhi syarat sebagai embarkasi haji penuh, sekaligus memperkuat konektivitas udara daerah.
Selain itu, Gubernur juga menyampaikan kabar baik terkait peningkatan status IAIN Sultan Amai Gorontalo menjadi universitas. Dokumen perubahan status tersebut saat ini sudah berada di meja Menteri Sekretaris Negara untuk diproses lebih lanjut.
“Insya Allah, dalam waktu yang tidak lama lagi, IAIN Sultan Amai akan resmi menjadi UIN. Ini akan menjadi tonggak penting bagi penguatan pendidikan tinggi Islam di Gorontalo,” tambahnya.
Gusnar turut menyinggung progres pembangunan Masjid Raya Provinsi Gorontalo yang saat ini masih berjalan. Ia berharap pembangunan tersebut dapat segera dirampungkan agar menjadi pusat kegiatan keagamaan dan simbol kebanggaan masyarakat.
Tak hanya sektor keagamaan dan pendidikan, Gubernur juga memaparkan program strategis ekonomi daerah, yakni Proyek Hilirisasi Ayam Terintegrasi. Gorontalo, kata dia, menjadi salah satu dari enam provinsi yang terpilih untuk menjalankan proyek tersebut.
Program ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah sektor peternakan ayam, memperkuat rantai pasok, membuka lapangan kerja, serta mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Mengakhiri sambutannya, Gubernur Gusnar mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai momentum memperkuat persatuan dan mendukung pembangunan daerah.
“Ramadhan bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan memperkuat komitmen dan kolaborasi bersama membangun Gorontalo yang lebih maju, hindari perdebatan yang tidak produktif,” pungkasnya.(rls)



















