
NEWSNESIA.ID, GORONTALO – Pemerintah Provinsi Gorontalo terus mendorong peningkatan kompetensi dan daya saing tenaga kerja guna menjawab tantangan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri (DUDI).
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembukaan dua Program Pelatihan Berbasis Kompetensi yang bersumber dari Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia Tahun 2026.
Kepala Dinas Tenaga Kerja, ESDM dan Transmigrasi Provinsi Gorontalo, Drs. Wardoyo Pongoliu, M.Si, secara resmi membuka dua program pelatihan tersebut di UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Gorontalo, Rabu (26/8/2026).
Dua kejuruan yang dibuka pada Batch 4 ini yakni Pelatihan Teknisi HP Perangkat Keras dan Pelatihan Junior Make Up Artist. Masing-masing kejuruan diikuti 16 peserta, sehingga total terdapat 32 peserta yang mengikuti pelatihan.
Dalam sambutannya, Wardoyo Pongoliu mengatakan, pelaksanaan pelatihan tersebut merupakan bentuk komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo bersama Kementerian Ketenagakerjaan RI dalam meningkatkan kualitas, kompetensi, serta daya saing tenaga kerja di daerah.
Menurutnya, peningkatan keterampilan tenaga kerja juga diharapkan dapat memberikan dampak terhadap penurunan angka kemiskinan di Provinsi Gorontalo yang saat ini masih berada di kisaran 13,7 persen.
“Saya berharap adik-adik peserta mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh. Setelah tamat nanti harus memiliki skill, memiliki sertifikat BNSP, dan siap bekerja maupun berwirausaha,” tegas Wardoyo.
Ia juga berpesan kepada seluruh peserta agar memanfaatkan kesempatan pelatihan dengan sebaik-baiknya. Menurutnya, ilmu dan keterampilan yang diperoleh selama mengikuti pelatihan merupakan modal penting untuk membangun masa depan.
“Setiap ilmu dan keahlian yang Anda kuasai hari ini adalah bekal menuju masa depan yang Anda impikan. Ikuti pelatihan dengan disiplin dan penuh semangat. Jadilah tenaga kerja yang kompeten, profesional, dan berdaya saing,” pesannya.
Lebih lanjut, Wardoyo menegaskan bahwa BLK Provinsi Gorontalo harus menjadi pusat pengembangan keterampilan yang mampu melahirkan tenaga-tenaga terampil dan kompeten sesuai kebutuhan dunia usaha, dunia industri, serta sektor UMKM di Gorontalo.
“BLK Gorontalo harus menjadi tempat lahirnya tenaga-tenaga terampil yang mampu menjawab kebutuhan industri dan UMKM di Gorontalo,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala UPTD BLK Provinsi Gorontalo, Rahmi Tangahu, dalam laporannya menyampaikan bahwa UPTD BLK Provinsi Gorontalo memperoleh sebanyak 14 program pelatihan melalui anggaran ABT Kementerian Ketenagakerjaan RI Tahun 2026.
Rahmi menjelaskan, seluruh fasilitas dan perlengkapan yang dibutuhkan untuk menunjang proses pelatihan telah dipersiapkan. Para peserta juga akan mengikuti pelatihan selama 240 jam pelajaran secara gratis.
Selain memperoleh materi dan praktik sesuai kejuruan masing-masing, peserta juga mendapatkan sejumlah fasilitas pendukung, di antaranya uang saku, konsumsi, perlindungan BPJS Ketenagakerjaan, serta sertifikat kompetensi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Alhamdulillah, semua perlengkapan sudah siap. Peserta juga mendapat uang saku, konsumsi, asuransi BPJS Ketenagakerjaan, dan sertifikat kompetensi dari BNSP. Semoga ini bisa bermanfaat dan melahirkan wirausahawan baru di Gorontalo,” ujar Rahmi.
Dengan pelaksanaan pelatihan tersebut, Pemprov Gorontalo berharap semakin banyak tenaga kerja lokal yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan pasar kerja, sehingga mampu terserap di dunia kerja maupun menciptakan lapangan usaha secara mandiri.






















