
NEWSNESIA.ID, SULBAR – Hampir sepekan pelaksanaan Pekan Olahraga Nasional (PON XX) Papua digelar. Jawa Barat masih memimpin perolehan Medali sementara denga mengemas 55 Emas, 55 Perak, 59 Perunggu.
Sementara posisi paling buncit atau terakhir ditempati Provinsi Sulawesi Barat yang belum mendapatkan satupun medali. Hasil mendapat banyak sorotan negatif masyarakat Sulbar.
Seperti nampak diberbagai linimasa media sosial, bahkan tidak sedikit yang menyuarakan agar Kepala Dinas Pemuda Olahraga (Kadispora) Sulbar, Muhammad Hamzih untuk mundur dari jabatannya.
Desakan mundur juga didengungkan salah satu Kader Nasdem, Januar yang merasa sangat malu atas hasil kontingen Sulbar pada gelaran PON kali ini di Papua.
“Ini jelas aib, bagaimana tata kelola sektor olahraga kita sangat lemah, sebelum berangkat pak Kadispora dengan Jumawa berkata akan memberikan prestasi bagi Sulbar pada PON kali ini, nyatanya apa, nol besar,” ungkap Januar kepada Newsnesia.id, Jumat (8/10/2021).
Kader muda Nasdem ini juga tidak habis pikir dengan pernyataan Kadispora Sulbar atas capaian di PON Papua. Sebelumnya Muhammad Hamzih menjelaskan saat ini Sulbar belum bisa disamakan dengan Provinsi lain.
“Sama sekali tidak menujukkan sikap Malaqbi dan itu jelas mencoba lari dari tanggung jawab, ingat Pemprov sudah banyak mengeluarkan anggaran menuju PON XX Papua, saya sarankan pak kadis mundur saja itu jauh lebih jantan,” cetus pemuda yang akrab disapa Kak Jan itu.
Tak lupa ia juga menyoroti banyaknya atlet beprestasi asal Sulbar yang justru mempersembahkan medali bagi daerah lain. Salah satunya atlet Balap Motor asal Wonomulyo.
“Itu lagi, satu hal yang membuktikan betapa tidak baiknya manajemen pengembangan kita dari bidang olahraga, masa bayar mahal-mahal atlet dari luar tapi tidak memberikan kontribusi, justru putra-putri daerah sendiri sukses kasih medali bagi daerah lain, ini jelas kekeliruan,” tegasnya. (Anq/nn)



















