Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Opini

Marak Anak Durhaka, Pertanda Apa?

by NN Indonesia
9 Juli 2024
in Opini
Reading Time: 3 mins read

 

Penulis: Hanifa Rasyida

Baru-baru ini Indonesia alami krisis moral dari generasi remaja. Bukannya berkurang malahan krisis seperti ini justru tambah marak di negeri ini. Dari sisi kriminalitas, kasus anak remaja putri bernama K(17) dan P (16) tega membunuh ayahnya di sebuah toko perabot di wilayah Duren Sawit, Jakarta Timur, pada Sabtu 22 Juni 2024. Mereka menusuk ayahnya sendiri menggunakan sebilah pisau usai kedapatan mencuri hingga memicu emosi dari sang anak karena dimarahi hingga lakukan aksinya. (Dilansir dariliputan6.com pada tanggal 21 Juni 2024). Kasus serupa terjadi di Pesisir Barat, Lampung oleh anak kandungnya sendiri yang masih remaja berinisial SPA (19) diduga tega menghabisi ayahnya yang menderita stroke akibat diminta membopong korban ke kamar mandi. (Dilansir dari enamplus.liputan6.com pada tanggal 23 Juni 2024).

Dari kasus di atas menjadi perhatian bersama bagi negeri ini bahwa anak adalah generasi penerus bangsa jika makin marak anak remaja yang bertindak sejauh ini kepada orang tua maka ini akan menjadi bom waktu yang suatu saat akan menjadi ledakan dahsyat. Oleh karenanya, sungguh sangat miris karena para pelaku masih berusia remaja. Tindakan mereka yang sampai menghilangkan nyawa orang jelas tindakan kejahatan, apalagi dilakukan kepada orang tua kandungnya. Tentu tidak berlebihan jika kita menyebut mereka anak durhaka. Dalam legenda Malin Kundang si anak durhaka saja, ia tidak sampai membunuh orang tuanya. Namun, para pelaku pembunuhan tadi justru tidak ubahnya “Malin Kundang” versi modern yang justru jauh lebih sadis. Astagfirullah!

Perilaku membunuh orang tua sungguh jauh dari tuntunan syariat Islam dan sejatinya bersumber dari sekularisme. Fenomena anak durhaka ini hanyalah sedikit bukti betapa kentalnya sekularisme dalam kehidupan ini. Kita tentu tidak habis pikir, sakit hati mereka kepada orang tua terlalu kelewat batas hingga membuat gelap mata, alih-alih terpikir setitik saja untuk birrul walidain. Padahal kewajiban birrul walidain sangat jelas dalam firman-Nya dalam QS Luqman : 14-15:

Allah Ta’ala berfirman, “Dan Kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu-bapaknya; ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yang bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Ku dan kepada dua orang ibu bapakmu, hanya kepada-Ku-lah kembalimu (14). Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan Aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu mengikuti keduanya, dan pergaulilah keduanya di dunia dengan baik, dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka Kuberitakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan (15).”

 

Akibat Diterapkannya Sistem Sekularisme

Sekularisme-kapitalisme telah merusak dan merobohkan pandangan mengenai keluarga. Sekularisme melahirkan manusia-manusia miskin iman yang tidak mampu mengontrol emosinya, rapuh dan kosong jiwanya. Kapitalisme menjadikan materi sebagai tujuan, abai pada keharusan untuk birrul walidain. Sistem pendidikan sekuler tidak mendidik agar memahami birul walidain.  Lahirlah generasi rusak, rusak pula hubungannya dengan Allah.

Kalaulah benar ada tindakan orang tua yang menyakiti hati kita sebagai anaknya, haruskah dengan konsekuensi nyawa mereka melayang di tangan si anak kandung? Tidakkah sejatinya jauh lebih banyak kebaikan yang telah orang tua curahkan kepada anak-anaknya dibandingkan seujung kuku sisi buruknya? Untuk itu, semestinya rasa maaf dan amar makruf nahi mungkar lebih ditonjolkan.

Mirisnya, sekularisme ternyata membabat habis itu semua sehingga yang tersisa adalah relasi anak-orang tua yang berdasarkan kemanfaatan semata. Akibatnya, ketika anak-anaknya merasa orang tua tidak berguna, bahkan dianggap menghalangi mereka untuk mencapai puncak hawa nafsu, maka menghabisi orang tua tidak ubahnya kepuasan tersendiri bagi mereka. Na’udzubillah tsumma na’udzubillah.

 

Dalam Sistem Islam

Penerapan sistem hidup kapitalisme lagi-lagi terbukti gagal memanusiakan manusia. Fitrah dan akal mereka tidak terpelihara oleh sistem sahih, alih-alih mampu menyuburkan ketaatan dan amal saleh. Sekularisme-kapitalisme justru telah menjauhkan manusia dari tujuan penciptaannya yaitu sebagai hamba Allah dan khalifah pembawa rahmat bagi alam semesta.

Sebaliknya, sistem Islam mendidik generasi menjadi generasi yang memiliki kepribadian Islam serta taat syariat, termasuk berbakti dan hormat  pada orang tuanya. Islam yang sesuai fitrah manusia, akan menjaga akal agar tetap sehat dan waras. Tidak melampiaskan emosi sesuka hati, terlebih pada orang tua. Adapaun pendidikan yang diberikan adalah yang berbasis akidah Islam dimana akan mendidik generasi untuk menjadi generasi yang berkepribadian Islam. Generasi yang mampu mengelola emosi dengan baik. Dalam islam telah dijelaskan dan diajarkan untuk senantiasa berbakti kepada kedua orang tua seperti firman Allah Ta’ala dalam QS Al-Ahqaf: 15

Firman Allah, “Dan Kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya telah mengandungnya dengan susah payah dan melahirkannya dengan susah payah (pula).”

Adapun salah satu potret remaja islam yang memberikan teladan untuk kita dalam hal berbakti kepada orang tua terkhususnya seorang ibu. Pada suatu malam ibunya meminta air minum kepada anaknya. Setelah Ibnu Mas’ud datang membawa air minum, ternyata sang Ibu sudah ketiduran. Akhirnya Ibnu Mas’ud berdiri di dekat kepala ibunya sambil memegang wadah berisi air tersebut hingga pagi. (Birrul walidain, Ibnu Jauzi).

MasyaAllah! Potret seperti ini hanya akan terwujud jika syariat Islam diterapkan secara keseluruhan. Kecenderungan untuk berbuat maksiat sangatlah kecil, saat hukum Allah diterapkan secara sempurna di muka bumi ini. Semoga kita semua sadar dan paham tentang pentingnya kewajiban birrul walidain ini. Dan mau mengamalkannya dalam kehidupan. Aamiin Allahumma Aamiin , Wallahualam bissawab..

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags: Anak durhaka
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

Headline

Meluruskan Pandangan Kewenangan Polri dan PPNS Dalam Penegakan Hukum Cagar Budaya

11 September 2026
Headline

Jangan Asal Unik: Ketika Nama Layanan Publik Mempertaruhkan Reputasi

25 Agustus 2026
Headline

Rachmat Gobel dan Makna Pulang

19 Agustus 2026
Next Post

Pohuwato Kembali Raih WTP

Penjagub Rudy Tinjau Posko Korban Longsor Bone Bolango

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

f.ist

Menag RI Lantik Rektor UIN Gorontalo

17 jam ago

Marak Anak Durhaka, Pertanda Apa?

2 tahun ago
Inspektorar Provinsi Gorontalo

Inspektorat Provinsi Gorontalo Matangkan Pengawasan Empat Sektor Prioritas di Kabupaten/Kota

7 jam ago
Foto. Hms

Pansus Ranperda Jamsostek DPRD Boltim : Pelajari Strategi Gorontalo Perluas Perlindungan Pekerja

1 hari ago
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat memaparkan proyeksi R-APBD di tahun 2027.

Gorontalo Pasang Target PAD Rp473 Miliar Lebih di 2027, Tambahan Sektor Tambang Masih Terbuka

2 hari ago
Penampilan Disnaker ESDM dan Transmigrasi di even Gorontalo Karnaval Karawo 2026.

Meriahkan Gorontalo Karnaval Karawo 2026, Disnakertrans ESDM Tampilkan Kreasi Bertema Alat Musik

3 hari ago

Aroma Kopi Liberika Gorontalo Tembus Sampai Negeri Sakura

2 hari ago
f.hms

PT BNPG Siap Bangun Smelter Pengolahan Emas di Gorontalo

12 jam ago
Winarni Monoarfa-f.antara

Prof. Winarni Monoarfa PAW Rachmat Gobel

1 bulan ago

Terbaru

YR TIM kolaborasi suplai air bersih
Sosial

Atasi Kemarau Panjang, Selain Distribusi Air Bersih, YR Tim Juga Imbau Warga Waspada Kebakaran

by Mustafa Dako
16 September 2026
0

YR TIM kolaborasi suplai air bersih POHUWATO-NN– Aksi sosial Yayasan Rakyat Tunas Indonesia Maju (YR TIM) Kolaborasi...

f.hmskemnaker

Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027

15 September 2026
Tim Undip

Inventaris HPL Eks Trans Dudewolo Rampung, Tim Undip Bantu Perjelas Aset dan Kepemilikan Lahan

15 September 2026
Inspektorat Provinsi Gorontalo

Inspektorat Provinsi Gorontalo Jadi Teladan, Penguatan Integritas Dimulai dari Internal

15 September 2026
Sinergitas Pertamina Patra Niaga bersama Pemprov Sulsel dalam meredam antrean BBM bersubsidi.

Sinergi Pertamina-Pemprov Sulsel Mulai Buahkan Hasil, Antrean BBM Makassar Kian Kondusif

15 September 2026
Antrean BBM di Makassar mulai berangsur normal.

Antrean BBM Berangsur Normal, Pertamina Tambah Pasokan dan Layanan SPBU

15 September 2026
Inspektorar Provinsi Gorontalo

Inspektorat Provinsi Gorontalo Matangkan Pengawasan Empat Sektor Prioritas di Kabupaten/Kota

15 September 2026
Ketua DPC Partai NasDem Kecamatan Biau, Gorontalo Utara, Samsudin Usman

Merawat Warisan Keteladanan, Meneruskan Cita-Cita Luhur Sang Teladan

15 September 2026
Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi I DPRD Kabupaten Gorontalo.

Komisi I DPRD Kabgor Dalami Dugaan Mafia Tanah di Balik Transaksi PT Tulus Group

15 September 2026
f.hms

PT BNPG Siap Bangun Smelter Pengolahan Emas di Gorontalo

15 September 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.