Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Opini

Palestina dan Rohingya Butuh Pelindung, Saatnya Kaum Muslim Bersatu!

by NN Indonesia
10 Januari 2024
in Opini
Reading Time: 6 mins read
f.ist

Penulis : Nurfajri Aulia / Aktivis Muslimah

Tahun telah berganti, telah banyak kesedihan dalam kisah perjalanan sepanjang tahun 2023. Tentu 2024 lebih baik adalah mimpi yang diharapkan semua orang agar terwujud.

Namun, di saat kaum muslim seluruh dunia tengah merayakan pergantian tahun dengan meriahnya kembang api, mereka Palestina dihadiahi serangan demi serangan bom oleh zionis Israel. Di saat kembang api itu berakhir dengan kekaguman dan senyuman, namun Palestina harus berakhir dengan tangis, darah, dan tubuh hancur berceceran.

Sementara zionis justru mengatakan akan terus melancarkan serangan selama berbulan-bulan.

Disisi lain, etnis Rohingya dengan mayoritas muslim, sesungguhnya nasib mereka tidak jauh berbeda dari Palestina. Di negeri asalnya Rohingnya juga mengalami genosida, mereka dibantai, diperkosa, disiksa, dimanfaatkan oleh sekelompok perdagangan manusia.

Sementara di kamp pengungsian Bangladesh, warga Rohingya tidak mendapat jaminan keamanan. Meningkatnya kriminalitas, keterbatasan jatah makanan, kurangnya lapangan pekerjaan, juga mereka pun tidak mendapat akses pendidikan disana. Inilah yang menjadi penyebab meningkatnya para pengungsi yang melarikan diri ke negeri-negeri tujuannya.

Ketika meminta pertolongan ke negeri-negeri muslim, mereka mendapat penolakan demi penolakan, hingga fitnah dan ujaran kebencian dari saudara semuslimnya.

Dikutip dari berbagai sumber berita, pada rabu 27 desember sekelompok mahasiswa di Banda Aceh melakukan pengusiran paksa Rohingya di Meuseraya Aceh (BMA) di Lampriet.

Pengusiran paksa ini kembali menghadirkan trauma mendalam bagi Warga Rohingya, diantara mereka mengungkapkan kesedihan karena mendapat perlakuan buruk dari saudara seiman. Pengusiran paksa yang mengingatkan mereka akan kekejaman pemerintah Myanmar.

Berbagai isu hingga fitnah yang tersebar di media telah banyak menanamkan kebencian kaum muslim pada Rohingya. Hingga muncul kelompok orang yang keras membela Palestina namun juga dengan tegas membenci pengungsi Rohingnya.

Disamping itu minat masyarakat terhadap pembelaan Palestina semakin menurun setelah beberapa bulan lamanya perang terjadi. Seolah sudah bosan dan jenuh terhadap persoalan Palestina dan pasrah terhadap kondisi kaum muslim dunia.

Mengapa demikian? Bukankah seluruh kaum muslim itu bersaudara?

Hal ini membuktikan bahwa perpecahan kaum muslim semakin terlihat jelas. Adanya sekat-sekat nasionalisme menghadirkan cara pandang individu bahwa kesetiaan, pengabdian, dan kecintaan tertingginya ada pada negara.

Karenanya, ketika terjadi penindasan kepada muslim di belahan dunia lain, kita tidak memandang masalah tersebut sebagai masalah seluruh kaum muslim. Melainkan melihat hal itu sebagai masalah kemanusiaan dan menjadi urusan negaranya sendiri. Karena ikatan aqidah Islam telah digantikan dengan ikatan nasionalisme bangsa.

Pembelaan dan penolakan yang tidak di dasarkan pada aqidah Islam, melainkan pada perasaan kemanusiaan seperti iba, sedih ataupun marah tidak akan bertahan lama karena sifatnya sesaat.

Nasionalisme juga menumbuh suburkan sikap ashabiyah (baca: fanatik golongan), sehingga tidak jarang beberapa kelompok masyarakat menyatakan mencintai sekelompok muslim namun juga membenci golongan muslim yang lain. Hal ini juga tergambar dalam konflik Palestina dan Rohingya.

Ditambah, akibat konsep kepemimpinan yang di dasarkan pada kapitalisme, menghadirkan keengganan bagi pemimpin-pemimpin dunia untuk memberikan perlindungan dan pemenuhan kebutuhan bagi kaum muslim yang tertindas.

Karena asas kapitalisme adalah untung dan rugi, dalam kapitalisme kebijakan pemimpin negara harus menuruti keinginan para pemilik modal (petinggi-petinggi para pemegang kekuasaan). Hal ini juga menambah kebencian dan penolakan masyarakat untuk membantu Rohingya, karena mengingat masyarakat juga mengalami kesulitan pangan bahkan masih banyak rakyat yang tidak punya rumah.

Karena itu, konflik Palestina dan Rohingya tidak akan selesai jika hanya di bebankan pada masyarakat dan satuan pemerintahan. Melainkan butuh peran negara-negara dunia.

Hanya saja mengharapkan pertolongan pada pemegang kekuasaan bagai harapan kosong, harapan menjadi lebih baik menjadi sekadar angan-angan.

Islam Perisai Haikiki

Islam mengajarkan bahwa seluruh kaum muslim ibarat satu tubuh, jika satu bagian sakit maka seluruh bagian tubuh semestinya juga ikut merasakan sakit.

Dalam Islam satu nyawa manusia adalah lebih berharga dari dunia dan seisinya. Karena itu, Islam sangat melindungi nyawa dengan memberikan perlindungan yang tidak main-main. Perlindungan tersebut tidak hanya di berikan kepada umat Islam tapi setiap manusia akan dilindungi, tanpa memandang perbedaan agama, etnis, suku dan bangsa.

 

Ketika Islam diterapkan dalam bentuk kepemimpinan negara, kaum muslim seluruh dunia ada dalam satu kepemimpinan dunia tanpa adanya sekat-sekat bangsa. Sehingga ketika terjadi penindasan terhadap kaum muslim maupun non muslim di belahan dunia lain, seorang pemimpin negara atau khalifah dapat dengan segera melakukan tindakan.

Secara historis, Khalifah Al-Mu’tasim Billah merupakan salah satu contoh betapa Islam begitu melindungi jiwa manusia. Ketika seorang budak muslimah sedang berbelanja di pasar di lecehkan oleh orang romawi pada masanya, ia meminta pertolongan pada khalifah. Ketika Khalifah Al-mu’tasim mendengar berita tersebut, ia begitu marah dan mengirimkan 30.000 pasukan mengepung Ammuriah hingga khalifah menaklukan kota tersebut dan berada di bawah kepemimpinan Islam.

Begitu banyak bukti sejarah, bahkan kaum Yahudi yang terusir dari Spayol mereka diberikan tempat dan dilindungi oleh khalifah pada masa kepemimpinan Islam.

Perpecahan kaum muslim hari ini, sungguh menjadi petaka besar bagi kaum muslim. Kezaliman demi kedzaliman yang dirasakan umat muslim hari ini tidak lepas dari propaganda musuh-musuh Islam yang tidak ingin kaum muslim bersatu.

Karena itu, sudah saatnya kamu muslim bersatu dalam naungan kepemimpinan Islam seluruh dunia. Karena hanya Islam yang mampu melindungi darah dan kehormatan umat manusia.

Kini Islam tidak digunakan dalam aturan kehidupan bernegara, karena itu wajar kerusakan dan kedzaliman terjadi akibat ulah tangan-tangan manusia. Maka sudah seharusnya aturan yang berasal dari Allah sang pencipta menjadi pengatur kehidupan manusia.

Dalam potongan ayatnya Allah swt berfirman yang Artinya : “Dan barangsiapa yang berpaling dari peringatan-ku, maka sesungguhnya baginya kehidupan yang sempit.” (Qs.Taha: 124).(*)

Tags: palestinarohingya
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

Aiman Syakil
Ekonomi

Membuka Akses Pasar bagi Produk Pertanian Lokal

25 Juni 2026
Opini

Sherly Sang Predator?

23 Juni 2026
Ist
Opini

Rakyat Menuntut Hak, Negara Hadir dengan Borgol: Pelajaran Pahit dari Popayato

24 Mei 2026
Next Post
Syarif Mbuinga disambut hangat warga Kota Gorontalo-f.ist

Pendukung Fadel Muhammad Hijrah ke Syarif Mbuinga

f.ist

Kapolres Gorontalo Tinjau Sortir dan Lipat Surat Suara di Gudang Logistik KPU Kabgor

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Usung Jenderal Soedirman, Inspektorat Gorontalo Raih Harapan II Parade Kostum Pahlawan Tingkat OPD

19 jam ago
f.ist

Palestina dan Rohingya Butuh Pelindung, Saatnya Kaum Muslim Bersatu!

3 tahun ago

Gempa Bumi 6.2 Skara Richter Guncang Wilayah Gorontalo Pagi Ini

10 bulan ago
Tim URC Polresta Gorontalo Kota saat mengamankan terduga pelaku pencurian kabel homestay yang berada di Kota Gorontalo.

Terekam Beraksi Tengah Malam, Terduga Pencuri Kabel Homestay Diamankan URC Polresta Gorontalo Kota

18 jam ago

Bukan Sekadar Bendera, 810 Merah Putih Jadi Simbol Bank Mandiri dan SMSI Gorontalo Kobarkan Nasionalisme

1 hari ago
Tim URC Gabungan Ditreskrimum Polda Gorontalo dan Satreskrim Polresta Gorontalo Kota saat melaksanakan patroli tengah malam di sejumlah titik rawan di wilayah Kota Gorontalo.

Patroli Tengah Malam di Kota Gorontalo, URC Gabungan Sasar Titik Rawan 3C dan Premanisme

1 hari ago
Kapolres dan petinggi polres Pohuwato foto bersama usai upacara bendera

Upacara HUT RI ke-81 di Mako Polres Pohuwato, AKBP Busroni: Tingkatan Profesionalisme Kerja Melayani

2 jam ago

Hadapi Kekeringan, Wiwin S Pajiu Bantu Material Pembangunan Sumur Warga Dusun Polato Molantadu

4 hari ago

Berlangsung Khidmat, Gubernur Gusnar Ismail Jadi Inspektur Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Gorontalo

2 jam ago
Pembongkaran lokasi yang diduga digunakan untuk aktivitas sabung ayam di Popayato Timur

Resahkan Warga Sekitar, Aktivitas Sabung Ayam di Popayato Dibongkar Polisi

21 jam ago

Terbaru

Upacara HUT RI ke-81 di Mako Polres Pohuwato dipimpin oleh Bupati Saipul Mbuinga
Pemkab Pohuwato

Bupati Saipul Mbuinga Pimpinan Upacara Detik-detik Proklamasi Kemerdekaan di Mako Polres Pohuwato

by Mustafa Dako
17 Agustus 2026
0

Upacara HUT RI ke-81 di Mako Polres Pohuwato dipimpin oleh Bupati Saipul Mbuinga POHUWATO-NN- Bupati Pohuwato, Saipul...

Berlangsung Khidmat, Gubernur Gusnar Ismail Jadi Inspektur Upacara HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Gorontalo

17 Agustus 2026
Kepala Kanwil Kemenhaj Gorontalo Mansur saat menjadi inspektur upacara peringatan hari Kemerdekaan RI ke-81 di halaman UPT asrama haji Kemenhaj Provinsi Gorontalo.

HUT Ke-81 RI, Kemenhaj Gorontalo Deklarasikan Pelayanan Nol Rupiah: Singkat, Mudah, dan Tanpa Biaya

17 Agustus 2026
Kapolres dan petinggi polres Pohuwato foto bersama usai upacara bendera

Upacara HUT RI ke-81 di Mako Polres Pohuwato, AKBP Busroni: Tingkatan Profesionalisme Kerja Melayani

17 Agustus 2026
f.gopos

Usulan Walikota Gorontalo Soal Pembentukan Bidan Sarpras Dikbud Ditolak Kemendikdasmen

17 Agustus 2026
f.ist

Ini Profil Paskibraka Penaikan dan Penurunan Bendera HUT ke 81 RI Tingkat Provinsi Gorontalo

17 Agustus 2026
Tim URC Polresta Gorontalo Kota saat mengamankan terduga pelaku pencurian kabel homestay yang berada di Kota Gorontalo.

Terekam Beraksi Tengah Malam, Terduga Pencuri Kabel Homestay Diamankan URC Polresta Gorontalo Kota

16 Agustus 2026

Usung Jenderal Soedirman, Inspektorat Gorontalo Raih Harapan II Parade Kostum Pahlawan Tingkat OPD

16 Agustus 2026
Pembongkaran lokasi yang diduga digunakan untuk aktivitas sabung ayam di Popayato Timur

Resahkan Warga Sekitar, Aktivitas Sabung Ayam di Popayato Dibongkar Polisi

16 Agustus 2026
f.hms

Parade Kostum Pahlawan Warnai Semarak HUT ke 81 RI di Gorontalo

16 Agustus 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.