
NEWSNESIA.ID, Gorontalo – Upaya pelaksanaan kegiatan Penunjang untuk mengoptimalkan Program Prioritas Gubernur Gusnar Ismail yaitu Agro Maritim secara bertahap dan simultan mulai dilaksanakan. Dukungan kegiatan tersebut salah satunya adalah memastikan terpenuhinya kebutuhan BBM di sektor Agro Maritim khususnya Solar bagi Nelayan serta disalurkan dengan tepat sasaran.
Hal ini disampaikan Gubernur Gusnar Ismail didampingi Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Naker ESDM serta Stafsus Bidang Ekonomi Infrastruktur, saat menemui Kepala BPH Migas, Erika Retnowati bersama jajaran komitenya, di Jakarta Jumat 29 Agustus 2025.
Gubernur Gusnar Ismail melalui Kepala Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Transmigrasi Wardoyo Pongoliu menyampaikan bahwa Poin Poin Penting yang dibahas dalam pertemuan tersebut antara lain Penegasan usulan penambahan kuota Solar JBT sejumlah 4.500 Kilo Liter untuk memenuhi kebutuhan hingga akhir 2025, selanjutnya Persetujuan BPH Migas perihal Pemindahan Alokasi Solar untuk Nelayan Kab. Bonbol dan Kab Gorontalo ke SPBN Tenda Kota Gorontalo sekaligus membahas strategi peningkatan pendapatan daerah melalui dana bagi hasil BBM, salah satunya melalui pengusulan pembangunan Depo terminal khusus Solar Industri di Pohuwato untuk menunjang kebutuhan Industri dan Investasi Pertambangan yang selama ini dipasok dari luar wilayah Provinsi Gorontalo.
Lebih lanjut Wardoyo menegaskan bahwa Strategi yang dilakukan Pak Gubernur Alhamdulilah berjalan baik, khususnya dalam menunjang suksesnya Program Prioritas Agro Maritim itu sendiri, dibuktikan dengan kesimpulan pertemuan hari ini, BPH Migas secara berjenjang akan mendukung penuh usulan Pemprov Gorontalo dan berupaya memenuhi kebutuhan Solar Jenis Bahan Bakar Tertentu/JBT seperti tahun 2024 lalu dimana Gorontalo mendapatkan tambahan alokasi solar 2500 Kilo Liter. Disamping itu Kolaborasi antara Pemprov Gorontalo dan BPH Migas dalam mengawasi distribusi penyaluran melalui Satgas BBM & LPG Subsidi mulai dioptimalkan agar lebih tepat sasaran kepada masyarakat pengguna subsidi melalui aplikasi/barcode XStar untuk LPG 3 kg.
Harapannya Penyaluran dan distribusi yang tepat juga akan menjamin kepastian pemenuhan kebutuhan dan secara signifikan dapat pula meningkatkan pendapatan daerah melalui Dana Bagi Hasil BBM itu sendiri,” ujar Wardoyo.





















