
NN, KOTAMOBAGU– Sejak dua hari terakhir masyarakat Kota Kotamobagu, Provinsi Sulawesi Utara, kesulitan memperoleh bahan bakar minyak utamanya jenis pertalite. Akibatnya harga eceran pertalite per botol melambung, ada yang depot pengecer yang menjual di harga Rp 30.000 dari harga biasanya Rp 12.000-13.000.
Pantauan media ini, antrian panjang mengular di 4 SPBU yang ada di wilayah Kotamobagu. Sementara di tingkat pengecer yang berjaualan di pinggir jalan pun langka. Kalaupun ada, harganya sudah naik, Rp 20 ribu, Rp 25 ribu, bahkan depot yang ditemui menjual Rp 30 ribu per botol, Kamis 3 September 2026.
“Iya karena sulit cari pertalite,” ujar Rahman, salah satu pengecer di wilayah Kotamobagu.
Kondisi ini membuat warga merasa sulit di tengah kemarau panjang ini. Karena dampaknya cukup signifikan. Harga bentor ataupun ojek pun ikutan naik akibat sulitnya mendapat bahan bakar.
Informasi yang diperoleh, kelangkaan BBM khususnya jenis pertalite ini diakibatkan pasokan untuk SPBU di wilayah Kotamobagu jumlahnya turun dari biasanya disuplay. Pemerintah diminta segera menindaklanjuti kelangkaan BBM ini, karena akan berdampak negatif terhadap perekoknomian masyarakat.(NN)
















