
NEWSNESIA.ID – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Gorontalo menyambangi kantor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Gorontalo, Senin (20/2/2023).
Selain agenda silaturahmi, jajaran PWI Gorontalo juga membahas terkait kasus kekerasan yang dialami salah satu wartawan saat meliput aksi demo di salah satu perusahaan di Pohuwato.
“Ada banyak sekali kasus kekerasan Pers di Gorontalo pak selama ini namun tak ada satupun yang bisa disebut tuntas, nah tentu kedatangan kami kesini menaruh harapan besar, terlebih baru-baru terjadi lagi kekerasan wartawan di Pohuwato,” ungkap Ketua PWI Gorontalo, Fadli Poli kepada Dirreskrimsus Polda, Kombes Pol. Taufan Dirgantoro.
Menjawab harapan tersebut, Kombes Pol. Taufan berjanji prosesnya akan terus disampaikan ke rekan-rekan PWI dan wartawan.
“Saat ini sudah ada 9 saksi yang diperiksa, kemarin kan 5 hari ini bertambah 4, In Sya Allah updatetan prosesnya akan terus kami sampaikan ke teman-teman,” kata Taufan.
Pihaknya juga akan menyelidiki hingga tuntas dan melihat serta mengumpulkan barang bukti.
“Jika ditemukan secara nyata ada tindak pidana khusus yakni melanggar undang-undang Pers pasti kami akan memprosesnya dengan peraturan yang ada,” terangnya.
Sementara itu PWI juga turut mendampingi proses pengembangan kasus kekerasan yang dialami oleh salah satu wartawan saat liputan tersebut.
“Kalau memang dibutuhkan tanggapan ahli Pers, kami di PWI Gorontalo itu sudah ada pak, tinggal menyurat pasti akan kami bantu dalam memberikan sudut pandang persnya,” pungkas Fadli Poli yang hadir didampingi sejumlah pengurus lainnya.






















