
NEWSNESIA.ID (BOALEMO) – Masyarakat Boalemo sudah sepantasnya bersyukur. Terlebih kembali dianugerahi pemimpin yang pernah mengangkat marwah dan martabat daerah dari keterpurukan lama.
Mereka adalah Bupati Boalemo, Rum Pagau bersama Wakil Bupati Lahmuddin Hambali atau dijukuki duet PAHAM (Pagau-Hambali).
Saat ini, 2 tokoh pemimpin itu sedang gencarnya memenuhi amanah rakyat. Itu setelah periode awal PAHAM (2012-2017) tak lagi nampak potret pembangunan dan program bersentuhan dengan kebangkitan ekonomi rakyat.
Keduanya pun usai dilantik Presiden RI, Prabowo Subianto pada Februari 2025 lalu, langsung menunjukkan nawacita pembangunan Boalemo dan program ekonomi kerakyatan.
Terkadang keduanya tak banyak bicara soal ide-ide brilian yang dicetuskan, tapi cenderung membuktikannya lebih dulu. Sampai akhirnya, publik pun dibuat tercengang kaget. Seolah itu jadi kado istimewa bagi rakyat.
Meski ditengah pembuktian itu, ada saja hujatan, bahkan sampai pesimis segelintir pihak atas kebijakan Rum dan Lahmuddin. Tak puas, mereka bahkan kerap menebar isu negatif yang tak rasional. Tapi, bagi Rum dan Lahmuddin menanggapi semua itu penuh bijak.
Begitu pun dengan banyak kalangan rakyat yang berpikir secara rasional dan berbalik penuh dengan keyakinan. Di tangan Rum dan Lahmuddin, Boalemo pasti kembali bersinar melebihi era kejayaan kepemimpinan pertama.
Keyakinan rakyat ini tentu bukan tanpa alasan. Belum sampai 6 bulan usia pemerintahan, Rum dan Lahmuddin sudah banyak menunjukkan karya nyata.
Satu contoh di depan mata, perbaikan akses Jalan Trans Sulawesi melintasi Paguyaman, Tilamuta, Botumoito hingga Manangggu. Meski itu bukan sumber dari APBD, tapi banyak publik tau, bahwa tanpa komunikasi dan kolaborasi dijajaki Rum Pagau dengan pemerintah pusat dan provinsi, tentu upaya perbaikannya tak secepat sekarang ini.
Publik pun terbilang sudah cukup lama menanti upaya perbaikannya. Itu sejak 8 tahun lamanya rusak parah dan tak pernah tersentuh, terhitung usai periode pertama PAHAM berakhir 2017.
“Alhamdulillah begitu awal pemerintahan PAHAM di periode ke 2 ini, jalannya kembali dibuat mulus. Sebagai rakyat Boalemo, kami sangat bersyukur dan berterimakasih ke Bapak Rum dan Bapak Lahmuddin, pemerintah pusat, Kementerian PU, dan juga BPJN Gorontalo,” tutur Sarjon, warga Paguyaman berbincang-bincang dengan awak media.
Sama halnya pembangunan Videotron di pusat ibukota Tilamuta. Bagi Sarjon, kritik dan kontra selama ini sangat wajar terjadi. Sebab, tak semua orang punya pandangan atau pun pola pemikiran yang sama. Dan itu patut dihargai dan jadi catatan bagi keduanya.
“Bagi kami sebagai rakyat biasa, menilai hujatan dan kritikan dialamatkan ke pemerintahan PAHAM, justru dijadikan cambuk lewat pembuktian karya nyata kepada rakyat. Ini menunjukkan bahwa Bapak Rum dan Lahmuddin pemimpin yang tak gampang goyah diterjang gelombang kritikan yang tak rasional. Sebaliknya dari kritikan itu mereka jadikan semangat untuk mengangkat martabat daerah dan impian rakyat,” kilah Sarjon saat ditanya pandangannya soal hujatan dan kritikan selama ini.
Senada dengan itu, tokoh Wonosari Ahmad Badri mengaku optimis ditangan Rum-Lahmuddin, Boalemo kembali membaik dan bangkit dari keterpurukan. Utamanya dalam hal peningkatan ekonomi kerakyatan.
Optimisme ini bukan sebatas angan-angan, tapi sudah ia rasakan sendiri. Yakni, bermula saat PAHAM memimpin periode pertama, dan menggagas program sejuta kakao atau coklat. Kini, Ahmad Badri mengaku sudah banyak meraup keuntungan dari hasil panen kakao tersebut. Apalagi harga per kilo fragmentasi saat ini sudah berkisar Rp 200 ribu.
“Di Wonosari sendiri ada petani kakao yang produksinya mencapai Rp 75 juta sekali panen. Rata-rata hasil panennya mencapai 300 kilo sampai 500 kilo,” akui Ahmad.
Apalagi saat ini, Kak Rum, sapaan akrab Bupati Boalemo sedang mengembangkan Pelabuhan Tilamuta lewat kerjasama Pelindo IV.
“Kalau pelabuhan sudah meningkat, otomatis akan banyak industri dan pabrik masuk Boalemo. Ini satu kebangkitan ekonomi bagi masyarakat. Sudah pasti pabrik kakao juga akan hadir di Boalemo. Jadi, kami petani ikut senang karena harga pengambilan kakao jauh lebih tinggi,” ucapnya.
Tak sampai disitu saja, di dunia pendidikan, Bupati Rum Pagau berhasil mendatangkan program asta cita Presiden Prabowo ke Boalemo. Yakni, pembangunan sekolah unggulan rakyat dan sekolah garuda yang siap dibangun di Kecamatan Wonosari mulai tahun 2026 mendatang.(nn)






















