
NEWSNESIA.ID, GORONTALO- Kandidat kuat Calon Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dari Dapil Provinsi Gorontalo, Adhyaksa Dault menyempatkan diri berziarah ke makam Pahlawan Nasional Nani Wartabone, Kamis (11/5/2023).
Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga era pemerintahan SBY itu tiba di Gorontalo salah satu tujuannya untuk mendaftar diri di KPU Provinsi Gorontalo sebagai calon anggota DPD RI dari Dapil Provinsi Gorontalo pada Pemilu 2024 mendatang.
Adhyaksa Dault disela-sela ziarah ke makam Nani Wartabone di Bone Bolango, mengatakan beberapa alasan dirinya berziarah ke Makam Nani Wartabone saat ini tiba di Gorontalo.
“Ziarah mengingatkan bahwa hidup ini sangat sebentar. Karenanya, hidup harus dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk kebaikan masyarakat,” kata Adhyaksa Dault.
Selain itu kata Adhyaksa Dault, almarhum (Nani Wartabone) adalah teladan. Baginya, almarhum tidak pernah merasa dirinya sebagai pahlawan, namun rakyatlah yang menganggapnya sebagai pahlawan.
“Ketika aktif di organisasi pergerakan untuk kemerdekaan Indonesia, beliau juga aktif memberikan dakwah ajaran Islam melalui kegiatan tabligh di kampung-kampung. Selain itu, ia juga berusaha menanamkan kesadaran berpolitik rakyat untuk bersatu menggapai Indonesia merdeka,” beber Adhyaksa Dault.
Almarhum Nani Wartanobe lanjut Adhyaksa Dault, merupakan pahlawan asal Gorontalo yang dikenal sebagai Proklamator Kemerdekaan Indonesia di Gorontalo pada 23 Januari 1942 atau tiga tahun sebelum Soekarno – Hatta ucapkan proklamasi kemerdekaan di Jakarta.
“Nani Wartabone memproklamasikan Kemerdekaan Indonesia di Gorontalo atau dikenal sebagai Hari Proklamasi Gorontalo. Beliau memimpin rakyat utuk menurunkan bendera Belanda dan mengibarkan bendera Merah Putih yang diiringi lagu Indonesia Raya. Momen ini mengantarkan Nani Wartabone mendapat julukan “Sang Proklamator dari Timur,” tambah Adhyaksa Dault.

“Dengan mengunjungi salah satu makam pahlawan nasional, setidaknya kita dapat mengambil pesan penting bahwa di saat bangsa ini dililit dengan berbagai masalah, maka kita membutuhkan semangat kepahlawanan,” bebera Adhyaksa Dault.
Lebih lanjut Adhyaksa Dault mengatakan, semangat kepahlawan sekarang dalam konteks berbeda, semua orang bisa menjadi pahlawan. Semangat pahlawan itu adalah semangat memberi, dari profesi apapun, posisi apapun. Kita datang dengan semangat yang sama.
“Semangat itulah yang membuat kita menjadi besar. Bahkan seorang berprofesi sebagai musisi pun bisa memiliki semangat kepahlawanan, dengan syair2 yang membuat kita mengenang jasa pahlawan. Saat ini, semua orang bisa menjadi pahlawan, apalagi bangsa Indonesia yang saat ini sedang memulihkan krisis pasca pandemi Covid-19,” kata Adhyaksa Dault.
Terakhir Adhyaksa Dault, mengatakan, Bangsa Indonesia, mempunyai banyak pahlawan yang tidak hanya memperjuangkan dan mempertahankan kemerdekaan saja, tetapi juga mengisi kemerdekaan itu sendiri. Begitu juga para generasi muda, mereka bisa menjadi pahlawan dengan segala kontribusinya bagi bangsa dan negara.(NN)


















