Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Opini

Menanti Peran Aktif Muballigh di Bulan Ramadhan dalam Menciptakan Kamtibmas Pasca Ledakan Bom di Makassar

by NN Indonesia
8 April 2021
in Opini
Reading Time: 3 mins read

Oleh: Dr.H. Abdul Wahid, MA-(Muballigh & Akademisi Makassar)

Beberapa pekan terakhir kota Makassar, Sulawesi Selatan tengah menjadi pusat perhatian media nasional dan internasional khususnya pasca terjadinya peristiwa ledakan bom bunuh diri di pintu gerbang gereja Katederal Makassar pada akhir Maret lalu.

Hal senada dikemukakan oleh Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan, menurutnya diantara media asing yang menyorot peristiwa bom Makassar adalah media Malaysia ”The Straits Times” pada Minggu (28/3/2021) dan masih ada sejumlah media dari beberapa negara lainnya yang memberitakan tentang peristiwa bom Makassar.

Seiring dengan waktu pasca peristiwa ledakan bom di Makassar kemudian membuat rentetan peristiwa teror terjadi di beberapa tempat dan daerah di Indonesia sehingga isu terorisme kemudian kembali menjadi tranding topik diberbagai media konvensional maupun media online yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat baik di Makassar maupun daerah lainnya di Indonesia.

Di sisi lain kita sepakat bahwa paham dan gerakan terorisme sudah dapat dipastikan tidak mewakili ajaran agama tertentu khususnya Islam di Indonesia, namun realitasnya gerakan terorisme selama ini selalu menjadikan “Islam sebagai korban”, dengan slogan “jihad”, yang dilakukan oleh oknum tertentu padahal hubungan antara teroris dan Islam diibaratkan seperti langit dan bumi yang sangat jauh dan tidak mungkin bisa disatukan.

Karena itu, gerakan terorisme yang dibungkus dengan kedok “jihad”, adalah sangat keliru bahkan menyesatkan, sebab makna jihad dalam Islam tidaklah sesempit sebagaimana yang dipahami oleh para pelaku teror tersebut.

Jihad dapat dimaknai sebagai “qital” atau “perang”, apabila umat Islam diserang oleh musuh, maka makna jihad di sini adalah upaya maksimal umat Islam untuk mempertahankan diri, keluarga, agama dan tanah airnya yang bisa jadi berujung pada jatuhnya korban dari pihak musuh, tapi tentu dalam konteks ini posisi umat Islam dalam rangka membela diri dari serangan musuh bukan mencari musuh.

Selanjutnya jika dalam keadaan damai, maka makna dan medan jihad dalam Islam sangatlah luas, diantaranya meliputi seluruh dimensi kehidupan umat. Jihad dalam konteks ini bermakna “upaya sungguh-sungguh” yang dilakukan oleh umat Islam agar apa yang ia cita-citakan dapat diraih dengan nyata, sesuai ketentuan hukum syariat dan hukum negara. Misalnya “jihad” atau bersungguh-sungguh dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah yang damai, jihad melawan kebodohan, kemiskinan, korupsi, narkoba dan lain sebagainya.

Dengan demikian para pelaku teror yang bertopeng dibalik konsep “jihad” yang kemudian menghilangkan nyawa orang lain yang tidak berdosa, apa pun dalihnya adalah sama sekali tidak dibenarkan dalam Islam bahkan hal tersebut bagian dari tindakan bodoh dan kontraproduktif dengan esensi jihad dalam Islam, sebab perbuatan tersebut bukan dalam kondisi peperangan untuk membela diri.

Dalam konteks itulah, maka pesan-pesan agama yang damai dan menyerukan kepada umat agar tetap menjaga toleransi sesama anak bangsa haruslah menjadi bagian prioritas di samping seruan agar masyarakat tetap disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan karena bangsa kita saat ini masih dalam suasana pandemi Covid-19.

Hal tersebut merupakan tanggungjawab semua elemen bangsa terutama para muballigh melalui mimbar-mimbar dakwah selama bulan ramadhan khususnya, sehingga tugas pemerintah khususnya Polri bisa sedikit terbantu dalam upaya memberi edukasi kepada masyarakat agar tetap menjaga kamtibmas dan mencegah berkembangnya paham-paham radikal di tengah masyarakat.

Para muballigh atau tokoh agama dalam berdakwah hendaknya kembali menoleh sejarah yang telah disajikan oleh al-Qur’an misalnya bagaimana metode dakwah Nabi Musa dan Harun kepada seorang penguasa yang zalim, sombong dan kejam bernama Fir’aun saat itu, Allah SWT. memerintahkan Nabi Musa dan Harun untuk mendakwahinya, dengan cara yang lemah-lembut, penuh kesantunan dengan harapan agar Fir’aun bisa tersentuh hatinya’ (QS. Thaha [20]: 43-44).

Demikianlah sejatinya etika dan metode dakwah yang harus diterapkan oleh para muballigh. Karena sebejad apa pun orang yang didakwahi, tetaplah harus mengedepankan kelembutan dan kasih sayang. Jika orang seperti Fir’aun saja, para nabi tetap diperintahkan oleh Allah untuk berlemah lembut dalam berdakwah kepadanya, apa lagi untuk mendakwahi sesama muslim atau sesama anak bangsa.

Jajaran Polri lebih khusus Polda Sulsel sudah dapat dipastikan akan terus aktif menjalin komunikasi dan sinergi bersama dengan lembaga terkait seperti TNI, BNPT, BIN serta tokoh agama dan masyarakat untuk mengawal dan menjaga kamtibmas, apa lagi pasca peristiwa ledakan bom di Makassar sehingga ruang gerak dari kelompok radikal dan pelaku teror perlahan bisa dipersempit dan pada akhirnya bisa dihilangkan di tanah air demi menjaga kebhinekaan dari Sabang hingga Merauke.(*)

Tags: Bulan Suci RamadhanDr. Abdul WahidMuballigh
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

Ist
Opini

Rakyat Menuntut Hak, Negara Hadir dengan Borgol: Pelajaran Pahit dari Popayato

24 Mei 2026
Foto : Prof. Dr. Muhammad Amir Arham, M.E.
Daerah

Benar Orang Desa Tidak Pakai Dollar…….

18 Mei 2026
Headline

Pertemuan Trump – Xi di Beijing dan Kebangkitan Diplomasi Korporat

17 Mei 2026
Next Post
Walikota Gorontalo Marten Taha

Pemkot Bolehkan Shalat Tarwih Berjamaah di Masjid, Walikota: Harus Terapkan Protkes

Petugas menyita sejumlah barang milik petugas saat razia di Lapas Kelas II Gorontalo, Rabu malam (7/4/2021).(f.istimewa)

Razia Lapas Gorontalo, Petugas Sita Sejumlah Barang Milik Warga Binaan

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Tersangka digiring menuju rumah tahanan-f.hm

Kejari Kotamobagu Tahan Eks Bendahara Pengeluaran KPU Boltim

2 hari ago

Menanti Peran Aktif Muballigh di Bulan Ramadhan dalam Menciptakan Kamtibmas Pasca Ledakan Bom di Makassar

5 tahun ago
ist

Musprov Kadin Gorontalo Ditunda

1 hari ago
Ketua HMI Cab. Gorontalo, Aris Setiawan. (dok. anq/nn)

Aris Setiawan Sebut Kesenjangan Ekonomi Jadi Tantangan Besar Pemilu 2024

4 tahun ago

Era Baru IAIN Gorontalo

6 bulan ago
Letkol Czi Purbo Awin Niarto S.Msi M.M bersama awak media.

Dandim Pohuwato yang Dikenal Ramah Itu Dimutasi, Ini Jabatan Barunya

4 tahun ago

28 Personil Polres Gorut Ikut Upacara Kenaikan Pangkat

3 tahun ago
f.hms

Gubernur Canangkan Folu Net Sink di Bone Bolango

8 bulan ago
Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Gorontalo bersama Tim URC Polres Gorontalo Kota saat menggelar patroli gabungan pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 6–7 Juni 2026.

Tim URC Polda Gorontalo dan Polres Gorontalo Kota Gelar Patroli Gabungan, Antisipasi 3C dan Premanisme

3 hari ago
f.hms

Gorontalo Siap Sambut Ribuan Peserta PENAS

2 hari ago

Terbaru

f.hms
Ekonomi

Padi dengan Penerapan Teknologi Prebiotik di Boalemo Sukses

by NN Indonesia
10 Juni 2026
0

f.hms NN, GORONTALO- Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, meninjau langsung panen padi dengan penerapan teknologi...

f.hms

Ruas Jalan Asparaga Diperbaiki 

10 Juni 2026
ist

Musprov Kadin Gorontalo Ditunda

9 Juni 2026
Tersangka digiring menuju rumah tahanan-f.hm

Kejari Kotamobagu Tahan Eks Bendahara Pengeluaran KPU Boltim

8 Juni 2026
f.hms

Gorontalo Siap Sambut Ribuan Peserta PENAS

8 Juni 2026
Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Gorontalo bersama Tim URC Polres Gorontalo Kota saat menggelar patroli gabungan pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 6–7 Juni 2026.

Tim URC Polda Gorontalo dan Polres Gorontalo Kota Gelar Patroli Gabungan, Antisipasi 3C dan Premanisme

8 Juni 2026
Foto : Pendiri OBH Yadikdam Gorontalo, Rongki Ali Gobel.

Geram Rakyat Kerap Dituduh Lakukan PETI, Praktisi Hukum Desak Pemerintah Terbitkan IPR-WPR

6 Juni 2026
ist

Jelang Musprov Kadin Gorontalo Memanas

6 Juni 2026
Ilustrasi Layanan Pertanahan-ist

Jelang PENAS, 23 Hotel di Gorontalo Penuh

5 Juni 2026
Foto Humas Pohuwato

Tahun ini, Tiga Kampung Nelayan Merah Putih di Pohuwato Dipastikan Berkontrak

4 Juni 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.