
NEWSNESIA.ID, POHUWATO – Tidak sempat mengikuti upacara karena terlambat, 11 siswa disalah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo diduga mendapat kekerasan fisik.
Kejadian tersebut diketahui setelah Afdal Hamzah, satu satu siswa yang menjadi korban melapor ke Kepolisian Resor (Polres) Pohuwato.
Menurut keterangan Afdal, dia bersama siswa lainnya mendapatkan perlakuan berbeda-beda. Ada yang yang terkena tamparan di bagian pipi dan kepala, ada juga yang didorong sampai tersandar di dinding.
Bahkan kata Afdal, dirinya sempat dicekik oleh oknum guru tersebut.
“Torang ada 11 orang yang dapa pukul pagi tadi karena tidak mengikuti upacara karena terlambat. Saya dicekik bagian leher dan tangan saya diremas sampai luka, ungkap Afdal kepada media ini, Senin (19/09/2022).
“Kalau saya pe taman-taman ada yang dia tolak sampe ta sandar di dinding,” tutup Afdal.
Sampai berita ini diterbitkan, Afdal yang didampingi oleh orang tua masih berada di Polres Pohuwato guna dimintai keterangan.
Sementara itu, oknum guru MK ketika diwawancarai menjelaskan kronologis itu. Menurutnya, para siswa yang terlambat itu sembunyi didalam WC. Diperintah keluar dari dalam WC, para siswa itu tetap mengunci dari dalam WC, tidak mengindahkan apa yang dikatakan guru padahal sudah diketahui para siswa tersebut sembunyi dalam WC.
“Saya tetap tunggu diluar. Kami upayakan buka WC tetapi tidak bisa terbuka, karena dikunci dengan grendel dari dalam WC,” paparnya.
Beberapa saat kemudian, para siswa itu telah keluar dari WC dan upacara sudah selesai.
“Afdal sempat mau lari namun saya tahan ditangan, Afdal mengangkat tangan mau media lempar saya pe tangan. Saya sikap secara spontanitas, saya ambil dikerahnya. Saya tidak mencekik, cuma begitu,” paparnya.
“Mereka ini sebenarnya bukan terlambat, tapi tidak mengikuti upacara. Mereka sembunyi,” kata oknum guru tersebut.
“Saya minta maaf kepada semua pihak. Kita juga manusia biasa. Semestinya dapat dipahami kita semua bahwa sesungguhnya kita guru walaupun tau tentang UU Perlindungan Anak, tapi kita juga sebagaimana manusia biasa,” tambahnya. (NN)


















