
NEWSNESIA.ID – Kondisi gedung DPRD Kabupaten Gorontalo Utara, kini sangat mengkhawatirkan, usai jatuhnya talang air beton di bagian kanan gedung, Pada Senin (27/5/2024) Kemarin.
Jatuhnya talang beton itu membuat atap hingga plafon bagian samping kanan kantor DPRD, menuju ruang Wakil Ketua 1 dan Ruang Pakar DPRD bocor, sehingga air hujan yang turun langsung memasuki bagian dalam gedung DPRD.
Kondisi itu, membuat para staf di sekretariat DPRD, merasa takut saat melewati sekitar gedung yang terjatuh talang beton itu.
Mereka khawatir jika beton yang masih menggantung tiba-tiba jatuh, karena sebagian beton talang tersebut masih tergantung, sebagian juga masih ada diatas atap gedung.
Lebih dari itu, Para staf juga mengkhawatirkan, panel listrik dan instalasi yang ada di bagian atas gedung terkena air hujan, yang bisa saja mengalirkan arus listrik ke genangan air hujan yang masuk dalam gedung tersebut.

Jumat (31/5/2024), Berdasarkan pantauan newsnesia.id, Air hujan yang turun telah masuk ke dalam gedung DPRD dan menggenangi depan ruang kerja Komisi III dan Ruang Bapemperda.

Sekretaris DPRD, Fahrudin Lasulika, saat dikonfirmasi mengatakan bahwa pihaknya sudah mengirim surat permohonan asesmen bangunan ke Dinas PUPR Kabupaten Gorontalo Utara, pasca kejadian itu.
Hal itu kata Fahrudin, dilakukan untuk menilai kondisi bangunan DPRD, usai jatuhnya talang beton tersebut.
“Alhamdulillah dari Dinas PU juga sudah mengecek langsung kondisi seluruh gedung DPRD, termasuk bagian gedung yang jatuh itu,” ungkap Fahrudin.
Fahrudin, juga menjelaskan bahwa pihaknya telah meminta lokasi jatuhnya talang di bagian luar gedung itu, untuk dipasang garis polisi, mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, karena masih ada beton yang tergantung.
Hingga saat ini, belum diketahui pasti penyebab utama jatuhnya talang beton itu, Newsnesia.id, juga masih berupaya menghubungi Dinas PUPR Gorontalo Utara, untuk mengkonfirmasi hasil asesmen terhadap bangunan Kantor DPRD tersebut.(Prin)






















