
POHUWATO-NN- Camat Taluditi, Irfan Lalu mendesak Kepolisian Resor (Polres) Pohuwato agar segera menghentikan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayahnya.
Hal tersebut dilakukan Irfan menyusul makin maraknya aktivitas ilegal tersebut. Menurutnya juga, langkah tersebut penting gana menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), sekaligus mencegah kerusakan lingkungan yang semakin meluas.
“Kami meminta Polres Pohuwato untuk segera menghentikan aktivitas tambang di wilayah Taluditi, demi memastikan ketertiban masyarakat tetap terjaga,” ujar Irfan kepada awak media, Kamis (26/03/2026).
Lebih lanjut Irfan menuturkan, masyarakat banyak mengeluhkan dampak negatif aktivitas PETI. Salah satu yang menjadi perhatian serius adalah ancaman kesehatan, khususnya potensi penyebaran penyakit malaria.
Aktivitas pertambangan ilegal, kata dia, meninggalkan banyak lubang bekas galian yang tidak direklamasi. Kubangan tersebut berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk pembawa penyakit.
“Kubangan bekas galian yang dibiarkan begitu saja sangat berbahaya. Itu menjadi tempat berkembangbiaknya malaria, yang mengancam keselamatan warga,” tegasnya.
Terakhir, karena tidak ingin mendiskriminasi para penambang, dia minta pemerintah pusat dan daerah segera merealisasikan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR).
Sebab menurutnya, dengan adanya status yang jelas terhadap WPR, akan memberitahukan perlindungan hukum bagi masyarakat yang menggantung hidup di sektor pertambangan.
“Kami berharap WPR segera direalisasikan agar aktifitas pertambangan berjalan sesuai regulasi. Dengan demikian, masyarakat tidak lagi dibayangi rasa was-was kerena melakukan pertambangan ilegal,” imbuhnya.Red






















