Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Opini

Mengukuhkan Kembali Semangat Persatuan Sebagai Refleksi Akhir Tahun

by NN Indonesia
25 Desember 2020
in Opini
Reading Time: 3 mins read
Dr.H. Abdul Wahid, MA

Oleh: Dr.H. Abdul Wahid, MA-(Muballigh & Akademisi Makassar)

Indonesia bagaikan rumah besar di dalamnya terdapat sebuah taman bunga yang asri dan indah, ditumbuhi beraneka ragam bunga yang subur dan sangat memanjakan mata bagi siapa pun yang memandangnya. Inilah gambaran kondisi ril masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke, terdiri dari beragam suku, ras, agama dan lain sebagainya.

Menyadari akan hal tersebut, sepertinya penting diingatkan kembali kita sebagai sebuah bangsa akan perlunya mengukuhkan kembali semangat toleransi dan persatuan sesama anak bangsa, apa lagi saat ini negara kita baru saja selesai menggelar Pilkada serentak di tengah masa pandemi yang telah berdampak pada seluruh sektor kehidupan umat manusia baik dalam sektor kesehatan, ekonomi dan lain sebagainya.

Membangun semangat toleransi dan persatuan ini penting dihadirkan dalam konteks bernegara saat ini, karena kita harus jujur akui, bermula dari pelaksanaan Pilkada DKI Jakarta pada 2017 silam, kemudian diikuti oleh Pilpres pada 2019 lalu, dua pesta demokrasi tersebut bisa dikatakan sebagai titik awal membuat masyarakat Indonesia seakan terbelah hingga saat ini.

Pembelahan tersebut kemudian sampai sekarang sepertinya belum seutuhnya hilang, hal ini terbukti dari berbagai statement dan postingan di media sosial oleh oknum elit dan masyarakat tertentu sering menimbulkan kegaduhan dan provokasi, karena isu yang diangkat sangat sensitif menyinggung masalah SARA, kemudian lahirlah kelompok yang mengklaim dirinya paling nasionalis, paling Pancasilais dan paling NKRI.

Kita tentu tidak mau Indonesia yang diperjuangkan oleh para pendiri negara ini di masa silam dengan mengorbankan darah dan nyawa hancur hanya karena ego oleh segelintir orang di republik ini. Belajar dari berbagai negara di Timur Tengah, seperti Suriah, Irak, Yaman, Libia dan lainnya hingga saat ini terjadi perang saudara yang mengakibatkan seluruh tatanan kehidupan mereka hancur berantakan, hal ini terjadi karena sejak awal mereka sebagai bangsa tidak sadar jika ada oknum tertentu yang ingin menghancurkan kedamaian dan persatuan yang selama ini telah terjalin di negara tersebut.

Bukanlah hal yang mustahil hal serupa akan terjadi di Indonesia, jika pembelahan atau polarisasi di tengah masyarakat dibiarkan berlarut-larut. Saling caci dan hina seakan sudah menjadi “karakter sebagian oknum dari bangsa kita”.

Untuk itu, diantara hal yang prioritas segera dilakukan saat ini sebagai bangsa adalah harus kita sebagai masyarakat tidak mudah terpancing dengan berbagai isu hoax yang dapat merusak tatanan kamtibmas yang selama ini telah kita bangun bersama dengan susah payah.

Perdamaian itu adalah kebutuhan mendasar dan sangat penting bagi berbangsa, untuk itu kita sebagai umat Islam khususnya hendaklah bisa menjadi pelopor pedamaian sebagaimana yang telah dicontohkan oleh Nabi saw. dimasa silam, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadis“Dari Sahal bin Sa’ad Radhiyallahu anhu bahwa penduduk Quba’ telah bertikai hingga saling lempar batu, lalu Rasûlullâh saw. dikabarkan tentang peristiwa itu, maka beliau bersabda: Mari kita pergi untuk mendamaikan mereka”. (HR. Bukhari).

Substansi pesan hadis di atas bahwa Nabi saw. mengajarkan kepada umatnya agar senantiasa mampu menjadi juru damai di tengah masyarakat. Dengan kata lain umat Islam harus dapat menjadi pelopor keamanan dan perdamaian apalagi di tengah pandemi Covid-19 saat ini masih menjadi ancaman yang sangat berbahaya.

Di sisi lain kita sebagai masyarakat merupakan suatu keniscayaan untuk terus mendukung berbagai kebijakan yang telah dicanangkan oleh pemerintah diantaranya, tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan, memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menghindari kerumunan terutama pergantian tahun baru beberapa hari ke depan.

Untuk mendukung kebijakan pemerintah tersebut Kapolri Jenderal Pol Idham Azis menerbitkan Maklumat Nomor Mak/4/XII/2020 tentang Kepatuhan Terhadap Protokol Kesehatan dalam Pelaksanaan Libur Natal Tahun 2020 dan Tahun Baru 2021 pada Rabu (23/12/2020).

Maklumat Kapolri ini menunjukkan kepedulian Polri terhadap kesehatan dan kemaslahatan masyarakat, karena sebagaimana kita saksikan diberbagai media angka yang positif Covid-19 semakin meningkat termasuk di kota Makassar.

Olehnya itu upaya yang paling tepat dan bijak saat ini dalam rangka memutus rantai penularan Covid-19 adalah masyarakat harus menumbuhkan semangat persatuan sesama anak bangsa untuk disiplin mematuhi protokol kesehatan, dan pada saat yang sama tidak mudah terprovokasi dengan berbagai isu hoax dan berupaya menghadirkan toleransi sesama umat beragama, maka kehidupan yang aman dan damai diseluruh nusantara bisa terwujud dengan baik.(*)

Tags: Dr. H. Abdul WahidindonesiaNKRI
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

Opini

Sherly Sang Predator?

23 Juni 2026
Ist
Opini

Rakyat Menuntut Hak, Negara Hadir dengan Borgol: Pelajaran Pahit dari Popayato

24 Mei 2026
Foto : Prof. Dr. Muhammad Amir Arham, M.E.
Daerah

Benar Orang Desa Tidak Pakai Dollar…….

18 Mei 2026
Next Post
Walikota Gorontalo, Marten Taha mengikuti pertemuan virtual dengan PT SMI, pelaksana transfer program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Sabtu (

Program PEN, Ini Besaran Pinjaman Pemkot Gorontalo

Rapat virtual Walikota Gorontalo dengan pengelola transfer program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

6 Program jadi Sasaran Realisasi PEN

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Foto : Nenek Farida (74) korban PHK Sepihak oleh Ko Lay.

Miris! Ditengah Riuh Puncak Penas Ke XVII, Ada Nenek Petani 74 Tahun Di PHK Sepihak Tanpa Pesangon

20 jam ago
Prof.Dr.Ahmad Faisal, M.Ag

Penuh Khidmat, Rektor IAIN Gorontalo Bawakan Do’a Dihadapan Presiden RI pada Puncak PENAS 2026

17 jam ago

Sherly Sang Predator?

2 hari ago
Dr.H. Abdul Wahid, MA

Mengukuhkan Kembali Semangat Persatuan Sebagai Refleksi Akhir Tahun

6 tahun ago
Lomba menggambar dan mewarnai yang digelar Alfamart-SGM fi Gorontalo

Lomba Mewarnai dan Menggambar Alfamart-SGM Eksplor di Gorontalo, Fathiya Senang Ikut Lomba, Yakin Bisa Jadi Juara

2 hari ago
Presiden RI, Prabowo Subianto Hadiri Puncak PENAS XVII di Gorontalo. (Sumber Foto : Kominfo)

Hadiri Puncak Penas XVII di Gorontalo, Presiden Prabowo Optimis Indonesia Bisa Jadi Lumbung Pangan Dunia

16 jam ago
Kepala Badan Penghubung Provinsi Gorontalo Mohamad Iqbal Lasabang saat menyambut kedatangan peserta PENAS XVII asal Kab. Karimun Provinsi Kepulauan Riau fi Bandara Djalaluddin Gorontalo. (F. Istimewa)

Dari Jakarta hingga Gorontalo, Peserta Asal Kepri Terpukau dengan Pelayanan Tuan Rumah PENAS XVII

6 hari ago
F. Istimewa

Menteri Transmigrasi Sesuaikan Agenda di Gorontalo, Pastikan Silaturahmi ke Boalemo Tetap Berlanjut

20 jam ago
Gubernur Gusnar Ismail dan Wagub Idah Syahidah-f.hms

Menembus Ekspektasi

4 bulan ago
f.hms

Presiden Prabowo Kenakan Upia Karanji Dipenutupan PENAS

18 jam ago

Terbaru

Momen Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda dan Wagub Gorontalo, Idah Syahidah Ruslie Habibie saat menyapa masyarakat Gorontalo dan ribuan peserta PENAS XVII. (sumber Foto : Kominfo)
Daerah

Dua Perempuan Inspiratif Jadi Daya Tarik di PENAS XVII

by NN Indonesia
24 Juni 2026
0

Momen Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda dan Wagub Gorontalo, Idah Syahidah Ruslie Habibie saat menyapa masyarakat Gorontalo...

Presiden RI, Prabowo Subianto Hadiri Puncak PENAS XVII di Gorontalo. (Sumber Foto : Kominfo)

Hadiri Puncak Penas XVII di Gorontalo, Presiden Prabowo Optimis Indonesia Bisa Jadi Lumbung Pangan Dunia

24 Juni 2026
Prof.Dr.Ahmad Faisal, M.Ag

Penuh Khidmat, Rektor IAIN Gorontalo Bawakan Do’a Dihadapan Presiden RI pada Puncak PENAS 2026

24 Juni 2026
f.hms

Presiden Prabowo Kenakan Upia Karanji Dipenutupan PENAS

24 Juni 2026
Foto : Nenek Farida (74) korban PHK Sepihak oleh Ko Lay.

Miris! Ditengah Riuh Puncak Penas Ke XVII, Ada Nenek Petani 74 Tahun Di PHK Sepihak Tanpa Pesangon

24 Juni 2026
F. Istimewa

Menteri Transmigrasi Sesuaikan Agenda di Gorontalo, Pastikan Silaturahmi ke Boalemo Tetap Berlanjut

24 Juni 2026
f.ist

Presiden Prabowo Boyong Para Menteri ke Gorontalo

23 Juni 2026
Lomba menggambar dan mewarnai yang digelar Alfamart-SGM fi Gorontalo

Lomba Mewarnai dan Menggambar Alfamart-SGM Eksplor di Gorontalo, Fathiya Senang Ikut Lomba, Yakin Bisa Jadi Juara

23 Juni 2026

Sherly Sang Predator?

23 Juni 2026
Mantan Wabup Pohuwato Suharsi Igirisa

Mantan Wabup Pohuwato: Sertifikasi Lahan Terdampak Jalan Perusahaan Menunjukkan Kemajuan Signifikan

23 Juni 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.