Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Opini

Abainya Negeri Muslim, Umat Harus Paham Solusi Hakiki Konflik Palestina-Israel

by NN Indonesia
31 Oktober 2023
in Opini
Reading Time: 7 mins read
Ilus-ist

Penulis: Ayu Moidady (Aktivis Muslimah)

Konflik Israel-Palestina telah berlangsung kurang lebih sudah 75 tahun. Di tengah intensifnya negosiasi normalisasi hubungan Arab Saudi-Israel dengan AS sebagai mediatornya, gerilyawan Hamas secara masif dan kolosal melakukan serangan di wilayah Israel Selatan, Sabtu (07/10/2023). Dengan Operasi badai Al-aqsa yang dilancarkan sayap militer Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober lalu menyita perhatian publik internasional. Pasalnya, Hamas mengirim ribuan rudal dan berhasil menembus penangkal rudal (Iron Dome) Israel yang canggih itu.

Lima jam setelah Hamas meluncurkan 5.000 roket dan serangan darat, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu secara resmi menyatakan keadaan perang. “Warga Israel, kami sedang perang dan kami akan menang. Musuh (Hamas) akan menanggung akibat yang belum pernah mereka alami sebelumnya”, ungkap Netanyahu dalam pernyataan publiknya yang dikutip dari Times of Israel (07/10/2023).

Setelah lima hari sejak Hamas melakukan serangan ke Israel, setidaknya 2.700 orang tewas. Dari sisi Israel sekitar 1.200 orang tewas dan lebih dari 2.700 luka-luka. Sementara dari sisi Palestina diperkirakan 900 orang tewas dan 19 lainnya tewas di Tepi Barat. Jumlah tersebut diperkirakan akan terus meningkat mengingat kedua belah pihak masih melakukan aksi saling serangan. (cnbc.com, 11/10/2023).

Sebagaimana juga dilansir dari Al-Jazeera, Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza menyebutkan bahwa lebih dari 900 orang tewas dan lebih dari 4.500 lainnya mengalami luka-luka akibat serangan Israel. Jumlah korban tewas semakin tinggi jika ditambahkan dengan 1.500 jasad militan Hamas, klaim dari pihak militer Israel. Apabila ditotal, lebih dari 3.000 orang telah tewas di jalur Gaza dan Israel akibat konflik ini. Angka tersebut diperkirakan akan terus bertambah selama saling perang masih berlangsung. (cnn.com, 11/10/2023).

Pun Sampai dengan saat ini serangan Israel masih terus masif Kementerian Kesehatan di Gaza mengatakan pada hari Jumat bahwa sudah 7.326 warga Palestina telah terbunuh di wilayah Palestina, sejak pecahnya perang dengan Israel pada tanggal 7 Oktober. “Jumlah korban tewas terbaru termasuk 3.038 anak-anak yang tewas,” kata sebuah pernyataan kementerian, dikutip AFP, Sementara 18.967 orang terluka di seluruh Gaza. Jumat (Gatra.com,27/10/2023).

Menguak Akar Masalah Konflik Palestina-Israel

Apa yang terjadi di Bumi al-Quds tidak lepas dari awal sejarah mulanya konflik terjadi. Bahkan masyarakat luas juga belum begitu paham sesungguhnya penyebabnya. Akhirnya mereka menjadi beberapa kubu dalam menyikapi konflik Palestina-Israel. Ada yang mendukung Palestina ada juga yang mendukung Israel namun ada juga yang tak peduli sama sekali.

Sebagai umat muslim harus tahu benar mengapa harus mendukung Palestina. Umat muslim mendapat amanah untuk menjaga tanah Palestina.

  1. Karena Palestina adalah tanah wakaf, tanah kharajiyah. Hal itu terjadi saat pemerintahan Khalifah Umar bin Khaththab r.a lewat perjanjian Umariyah atau Perjanjian Illiya. Ketika itu penduduk palestina adalah Nasrani yang dengan sukarela menyerahkan tanahnya kepada Umat Muslim. Dalam perjanjian itu ada kesepakatan untuk hidup berdampingan antara Umat Muslim dan Umat Nasrani serta melindungi kaum Nasrani dari ancaman Yahudi dengan tidak membiarkan Yahudi tinggal di Palestina.
  2. Palestina adalah tanah kharajiyah yang didapatkan kaum muslim dengan jiwa dan darah mereka. Syam–termasuk Palestina–pertama kali dibebaskan pada masa pemerintahan Khalifah Umar bin Khaththab. Pada 637, pasukan jihad kaum muslim yang dikomandoi Khalid bin Walid membebaskan Palestina dan menjadikannya bagian dari wilayah Daulah Khilafah dengan pusat pemerintahannya kala itu berada di Madinah.
  3. Kiblat Pertama umat muslim selama 13 tahun
  4. Menjadi titik start perjalanan langit Rasulullah SAW (setelah memimpin sholat, Rasulullah pergi ke langit ke-7 dengan Buraq)
  5. Saat Isra mi’raj Rasulullah melakukan perjalanan dari Mekkah ke Masjidil Aqsa. Dan Rasulullah menjadi imam shalat bagi 124 rb Nabi Allah di masjidil Aqsha.
  6. Qubbatus sakhrah (Dome Of The Rock), di dalamnya ada batu pijakan Rasulullah saat naik ke langit.
  7. Layaknya Makkah dan Madinah, Baitul Maqdis juga berstatus tanah suci. Keberkahanya tertulis dalam QS. Al-Isra ayat 1 :

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Mahasuci (Allah), yang telah memperjalankan hamba-Nya (Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.

Akan tetapi bangsa Yahudi takkan tinggal diam. Api dendam membara di dadanya menyulut kebencian kepada Umat Islam. Mereka berupaya merebut kembali wilayah Palestina demi membangkitkan “Haikal Sulaiman” sebagai lambang kejayaan kerajaan Yahudi. Seorang tokoh Yahudi Internasional, Theodore Herzl berkali-kali meminta Khalifah Abdul Hamid II untuk memberikan tanah Palestina kepada Yahudi dengan menjanjikan harta, dan bantuan keuangan yang banyak. Namun Khalifah selalu menolak dengan tegas permintaan tersebut. Hal itu membuat kaum Zionis Yahudi memulai cara lain yakni menjerat Inggris dengan hutang pasca Perang Dunia I.

Keterlibatan kekhalifahan Turki Ustmani dalam perang Dunia I (1914 – 1918) berhasil memecah belah wilayah daulah kala itu. Turki Ustmani yang bersekutu dengan Jerman harus menimpa kekalahan membuat kekuasaannya dilimpahkan pada Inggris dan Perancis. Lewat perjanjian Sykes-Picot, Arab dibagi menjadi beberapa wilayah. Yang akhirnya Irak dan Palestina berada di bawah kekuasaan Inggris.

Inggris membutuhkan biaya besar untuk menstabilkan perekonomian setelah perang Dunia I. Hingga tak menolak permintaan Zionis Yahudi untuk memberikan tanah Palestina. Apalagi setelah terjerat pinjaman utang pada bankir Yahudi yakni Rothschild. Lewat Deklarasi Balfour 1917 Inggris kemudian menyatakan dukungannya untuk membuat ‘tanah air’ bagi Yahudi dan memudahkan segala urusannya. Melalui dukungan dari Inggris, AS dan PBB inilah Zionis Israel berhasil memproklamirkan pendirian negara Israel atas Palestina pada 14 Mei 1948 dikokohkan pula oleh keputusan negara-negara Eropa di PBB.

Sejak saat itu Palestina tak henti-hentinya menerima penindasan, pengusiran dan kekerasan dari Zionis Israel.  Karena Israel sejatinya adalah penjajah bagi tanah Palestina. Rakyat Palestina hanya berusaha mempertahankan tanah mereka. Akan tetapi media dan dunia menutup mata. Jika Israel yang melakukan agresi dibela setengah mati. Dan selalu dinarasikan bahwa Israel hanya mempertahankan negara atau menjamin keamanan warganya dari serangan Hamas.Tapi jika Palestina melawan mereka tak peduli. Dan mengganggap hanya persoalan internal negara. Yang artinya negara lain tidak boleh ikut campur terlalu dalam. Padahal Ini bukan masalah kemanusian saja tetapi juga agama dan politik. Konflik tidak akan berhenti hanya dengan memberi bantuan donasi seperti obat-obatan, atau dengan mengirim bantuan makanan apalagi hanya sekadar mengutuk tindakan kekerasan juga hanya mengecam belaka.

Ketidakmampuan organisasi besar menyelesaikan konflik yang terjadi di Palestina, mengurangi kepercayaan publik atas kinerjanya. PBB hanya mendukung sepihak membenarkan segala tindakan Israel pada Palestina. Nyatanya, solusi yang diberikan pada resolusi PBB saat Perjanjian Oslo 1993, dengan membagi wilayah Palestina menjadi 2 bagian adalah sama saja dengan mengakui keberadaan Israel menjadi sebuah negara. Ini tentu mencederai perjanjian Illiya bahwa tanah Palestina milik kaum muslim.

Organisasi lainnya seperti OKI juga tak bisa berbuat apa-apa selain hanya mengecam dan melindungi Negara sendiri. Dan hanya menolong warga sipilnya yang berada di wilayah konflik untuk bisa keluar. Bahkan untuk mengirim bantuan tentara ataupun senjata tak pernah terucap. Inilah yang terjadi ketika negeri-negeri muslim bersikap nasionalis. Ada batas teritorial atau sekat yang tak bisa diterjang. sekat-sekat nasionalisme membuat penguasa-penguasa negeri muslim terhalang menolong saudara muslimnya di Palestina. Mereka lebih memilih mengirimkan bantuan atau dana kemanusiaan ketimbang harus mengerahkan pasukan militer untuk memerangi Israel.

Solusi Hakiki Konflik Palestina-Israel

Palestina sejatinya milik kaum muslimin. Namun, dalam perjalanan sejarahnya dan adanya dukunang berbagai perjanjian yang ada, Barat justru membantu Yahudi untuk menguasai tanah Palestina dan mengusir secara paksa rakyat Palestina hingga saat ini buktinya negara-negara barat yaitu AS membantu Israel dalam memerangi palestina dengan mengirimkan bantuan-bantuan seperti bantuan militer, kapal perang, jet tempur hingga uang.

Dalam kondisi umat Islam dan negeri-negeri kaum muslimin saat ini, sangat mustahil  mampu mengusir Israel dari tanah Palestina sebab negri-negri muslim saat ini terikat dengan nasionalis dibawah naungan ideologi kapitalisme yang dibuat oleh AS, jadi jelas jika tidak ada satupun negeri-negeri muslim yang mengerahkan bantuan militer karena takut kepada AS sebagai negara adidaya yang jelas-jelas induk dari ideologi kapitalisme, yang ketika negri-negeri muslim mengerahkan bantuan militer pasti takut akan diptuskan hubungan diplomatic karena negeri-negri muslim saat ini masih bergantung kepada AS sebagai negara adidaya Namun, saat ini dibutuhkan solusi tuntas, yaitu mengembalikan secara keseluruhan tanah Palestina sebagaimana dulu adanya. Karena tidak ada sedikitpun atas Zionis Israel menduduki tanah Palestina dan mengakuinya sebagai tanah kelahiran mereka.

Lantas bagaimana agar kaum muslimin memiliki kekuatan untuk megusir Zionis Yahudi dari tahah Palestina?

Keberadaan Yahudi di Palestina hingga lahirnya Zionis di Palestina tidak terlepas dari sikap politik negara-negara Barat dalam menancapkan kepentingan mereka atas Israel maupun Palestina. Oleh karena itulah kaum muslimin sangat membutuhkan adanya kepemimpinan politik untuk mewujudkan persatuan dan kekuatan unggul yang mampu melawan pihak-pihak yang memusuhi Islam, yang secara nyata sanggup menerapkan aturan Islah secara menyeluruh dalam sebuah wadah berbentuk negara.

Kepemimpinan inilah yang dibutuhkan umat Islam, yaitu kepemimpinan seorang khalifah dalam naungan Sistem Islam. Hak dan kewajiban khalifahlah sebagai pemimpin kaum muslimin untuk menyerukan jihad dalam rangka pembebasan tanah Palestina dari kungkungan Israel dan wilayah kaum muslimin lainnya yang masihi berada di bawah penjajahan barat, baik secara fisik maupun secara pemikiran.

Perjuangan inilah yang harus tetap kita nyalakan. Menyerukan pentingnya kaum muslimin memiliki “junnah”, yaitu perisai yang nantinya akan menjadikan umat Islam sebagai umat yang memiliki kemuliaan tinggi dan bermartabat dalam kancah internasional.

Mengapa Harus Jihad?

 

Ada tiga alasan mengapa solusi pembebasan Palestina hanya bisa dilakukan dengan jihad fi sabilillah. Pertama, siapa pun yang masih waras akan melihat kemustahilan mengakhiri penjajahan zionis Yahudi lewat jalur politik. Berbagai perundingan yang dilakukan oleh negara-negara Barat, termasuk PBB, dengan otoritas Palestina dan kaum Yahudi penjajah tidak memberikan keuntungan apa-apa bagi warga Palestina. Malah wilayah Palestina makin terus dicaplok oleh kaum zionis, sedangkan dunia mendiamkan hal itu.

Berbagai kutukan dan resolusi PBB, termasuk kecaman dari para pemimpin Dunia Islam, juga tidak berpengaruh apa pun terhadap kaum Yahudi. Badan Hak Asasi Manusia PBB (UNHCR) sejak 2006 sudah mengeluarkan 45 resolusi menentang kaum Yahudi. Namun, tidak ada satu pun yang digubris.

Kedua, Islam telah mengharamkan berdamai dan bersahabat dengan entitas yang memerangi kaum muslim. Oleh karena itu, apa pun bentuk perdamaiannya, apalagi solusi dua negara yang ditawarkan Barat, adalah haram. Allah Swt. berfirman,

إِنَّمَا يَنۡهَىٰكُمُ ٱللَّهُ عَنِ ٱلَّذِينَ قَٰتَلُوكُمۡ فِي ٱلدِّينِ وَأَخۡرَجُوكُم مِّن دِيَٰرِكُمۡ وَظَٰهَرُواْ عَلَىٰٓ إِخۡرَاجِكُمۡ أَن تَوَلَّوۡهُمۡۚ وَمَن يَتَوَلَّهُمۡ فَأُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلظَّٰلِمُونَ

“Sungguh Allah telah melarang kalian menjadikan sebagai kawan kalian orang-orang yang memerangi kalian karena agama, mengusir kalian dari negeri kalian, dan membantu (orang lain) untuk mengusir kalian. Siapa saja yang menjadikan mereka sebagai kawan, mereka itulah kaum yang zalim.” (TQS Al-Mumtahanah [60]: 9).

Ketiga, syariat Islam telah mewajibkan jihad fi sabilillah atas kaum muslim ketika mereka diperangi musuh. Allah Swt. berfirman,

فَمَنِ اعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ فَاعْتَدُوا عَلَيْهِ بِمِثْلِ مَا اعْتَدَىٰ عَلَيْكُمْ

“Siapa saja yang menyerang kalian, seranglah ia seimbang dengan serangannya terhadap kalian.” (TQS Al-Baqarah [2]: 194).

Allah Swt. juga memerintahkan untuk mengusir siapa pun yang telah mengusir kaum muslim.

وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُم مِّنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ

“Perangilah mereka di mana saja kalian menjumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian.” (TQS Al-Baqarah [2]: 191).

Dan sudah semestinya pula umat Islam segera bersatu untuk merebut kembali masjid Al-Aqsa dan menyelamatkan saudara muslim yang berada di palestina Berjuang sungguh-sungguh untuk menegakkan kembali Sisitem Islam yang runtuh. Agar dapat mewujudkan Islam yang Rahmatan lil Alamin. Karena hanya Sistem Islam yang bisa melakukan itu agar Umat Islam menjadi kuat sehingga dapat saling melindungi.

Alhasil,  harusnya para pemimpin negara muslim membuka mata serta hatinya untuk berani memilih solusi ini. Karena tidak hanya Palestina saja yang terbebaskan dari penindasan. Tetapi juga umat Islam lainnya yang berada dalam penindasan di negara-negara yang Islamnya minoritas. Umat Islam akan meraih kejayaannya kembali. Umat Islam akan menjadi umat terbaik seperti yang Rasul harapkan. Saatnya berjuang untuk menempuh solusi jangka panjang bagi umat Islam seluruh dunia. Yakni memperjuangkan Sistem Islam sebagimana yang Rasulullah Saw pernah terapkan di Madina. Wallahu A’lam bisawab.(*)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags: Konflik palestina israel
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

Ist
Opini

Rakyat Menuntut Hak, Negara Hadir dengan Borgol: Pelajaran Pahit dari Popayato

24 Mei 2026
Foto : Prof. Dr. Muhammad Amir Arham, M.E.
Daerah

Benar Orang Desa Tidak Pakai Dollar…….

18 Mei 2026
Headline

Pertemuan Trump – Xi di Beijing dan Kebangkitan Diplomasi Korporat

17 Mei 2026
Next Post

Sebuah Buku Kuno Membantu Banyak Orang Mengatasi Krisis Keuangan Saat Ini

F.ist

Prestisius, Diskominfotik Provinsi Gorontalo Raih Terbaik I Kategori Siaran Pers di Ajang AMH Kemenkominfo RI

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Tersangka digiring menuju rumah tahanan-f.hm

Kejari Kotamobagu Tahan Eks Bendahara Pengeluaran KPU Boltim

2 hari ago
Ilus-ist

Abainya Negeri Muslim, Umat Harus Paham Solusi Hakiki Konflik Palestina-Israel

3 tahun ago
ist

Musprov Kadin Gorontalo Ditunda

19 jam ago
Ketua HMI Cab. Gorontalo, Aris Setiawan. (dok. anq/nn)

Aris Setiawan Sebut Kesenjangan Ekonomi Jadi Tantangan Besar Pemilu 2024

4 tahun ago

Era Baru IAIN Gorontalo

6 bulan ago
Letkol Czi Purbo Awin Niarto S.Msi M.M bersama awak media.

Dandim Pohuwato yang Dikenal Ramah Itu Dimutasi, Ini Jabatan Barunya

4 tahun ago

28 Personil Polres Gorut Ikut Upacara Kenaikan Pangkat

3 tahun ago
f.hms

Gubernur Canangkan Folu Net Sink di Bone Bolango

8 bulan ago
Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Gorontalo bersama Tim URC Polres Gorontalo Kota saat menggelar patroli gabungan pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 6–7 Juni 2026.

Tim URC Polda Gorontalo dan Polres Gorontalo Kota Gelar Patroli Gabungan, Antisipasi 3C dan Premanisme

2 hari ago
f.hms

Gorontalo Siap Sambut Ribuan Peserta PENAS

2 hari ago

Terbaru

ist
Ekonomi

Musprov Kadin Gorontalo Ditunda

by NN Indonesia
9 Juni 2026
0

ist NN, GORONTALO – Benar-benar panas. Itulah dinamika yang terjadi jelang Musyawarah Provinsi (Musprov) Kamar Dagang dan...

Tersangka digiring menuju rumah tahanan-f.hm

Kejari Kotamobagu Tahan Eks Bendahara Pengeluaran KPU Boltim

8 Juni 2026
f.hms

Gorontalo Siap Sambut Ribuan Peserta PENAS

8 Juni 2026
Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Gorontalo bersama Tim URC Polres Gorontalo Kota saat menggelar patroli gabungan pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 6–7 Juni 2026.

Tim URC Polda Gorontalo dan Polres Gorontalo Kota Gelar Patroli Gabungan, Antisipasi 3C dan Premanisme

8 Juni 2026
Foto : Pendiri OBH Yadikdam Gorontalo, Rongki Ali Gobel.

Geram Rakyat Kerap Dituduh Lakukan PETI, Praktisi Hukum Desak Pemerintah Terbitkan IPR-WPR

6 Juni 2026
ist

Jelang Musprov Kadin Gorontalo Memanas

6 Juni 2026
Ilustrasi Layanan Pertanahan-ist

Jelang PENAS, 23 Hotel di Gorontalo Penuh

5 Juni 2026
Foto Humas Pohuwato

Tahun ini, Tiga Kampung Nelayan Merah Putih di Pohuwato Dipastikan Berkontrak

4 Juni 2026
Pengerjaan jembatan perintis garuda di Pohuwato rampung 100 persen

Jembatan Perintis Garuda di Pohuwato Rampung 100 Persen

3 Juni 2026

Nilai Tukar Petani di Gorontalo Turun 3,06 Persen

3 Juni 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.