
NEWSNESIA.ID, POHUWATO – Memasuki hari ketiga, pencarian bocah yang tenggelam terseret ombak diperairan Desa Bulili, Kecamatan Duhiadaa, Kabupaten Pohuwato, Gorontalo masih terus dilakukan.
Bukan hanya BASARNAS, TNI, POLRI, dan DBD, kali ini pencarian turut dibantu oleh Persatuan Olahraga Selam Seluruh Indonesia (POSSI) Provinsi Gorontalo.
Disela-sela upaya pencarian yang dilakukan, Ketua Possi Provinsi Gorontalo, Syarif MbuingaS mengungkapkan, keikutsertaan Possi dalam pencarian korban merupakan bentuk keprihatinan para penyelam atas musibah yang dialami keluarga korban.
Dalam proses pencarian kata Syarif, dua tim melakukan penyelaman dengan menyisir dari titik terjadinya insiden hingga radius 50-100 meter.
Namun demikian diakuinya, kendala cukup besar juga ditemui saat pencarian seperti, jarak pandang saat penyelaman dikarenakan kondisi air yang keruh.
“Di hari ketiga, kami POSSI mengambil bagian ikut membantu masyarakat yang mengalami bencana dengan cara melakukan pencarian di dasar laut,” ucap Syarif.
“Memang hambatan kami yakni jarak pandang, suasana di bawah laut sangat keruh sehingga jarak pandangannya, visibility-nya hanya 1 meter bahkan hanya setengah meter. Penyelaman yang kami lakukan hingga dikedalaman 23 meter,” timpanya.
Terakhir kata mantan Bupati Pohuwato itu, Possi Gorontalo bersama tim SAR Gabungan lainya akan melakukan penyelaman kembali dengan melakukan penyisiran ke arah timur.
Namun jika kemudian tidak membuahkan hasil, Possi bersama tim SAR lainya akan melakukan pencarian dengan menggunakan teknik penangkapan lewat jaring.
“Itu upaya terakhir kita, dengan teknik seperti itu. Tak hanya tim, kita coba minta support juga dari warga sekitar untuk melakukan pencarian di permukaan laut. Mudah-mudahan upaya dan ikhtiar ini walaupun ruang kemungkinannya kecil tetap kita usahakan, agar supaya apa yang kita lakukan paling tidak membuat keluarga sedikit agak lega,” pungkasnya.(mus/NN)



















