
GORONTALO-NN– Laju dinamika Pilkada Kota Gorontalo terus bergulir, meski tidak terlalu terlihat, namun masing-masing kandidat yang mendapat tiket partai maupun diaspirasikan masyarakat ramai bergeliat di bawah tanah. Tentu saja dengan gaya dan strateginya masing-masing.
Sosok Marten Taha (MT) yang sudah 2 periode memimpin kota Gorontalo, kalau tidak tersandung aturan, agaknya sulit digantikan. Olehnya pengganti sosok MT nanti diharapkan minimal memiliki kapasitas dan kapabilitas yang sama dengan beliau. MT selain dikenal sebagai politisi juga dikenal sebagai sosok akademisi. Inilah mungkin salah satu alasan mengapa para kandidat enggan memunculkan diri.
Para kandidat yang bermunculan (meskipun masih malu-malu kucing), tentu saja diharapkan punya dua kemampuan di atas. Jika tidak, alternatifnya antara Calon Walikota dan Wakil Walikota harus saling mengisi atau setidaknya memiliki dua keterpaduan kapasitas seperti MT. Tentu saja tanpa mengesampingkan elektabilitas setiap kandidat yang muncul.
Salah satu yang mulai banyak diaspirasikan untuk mengisi keterpaduan itu dari kalangan akademisi dan organ pemuda mahasiswa adalah Sukrin Thaib (ST). Sosok yang pernah menjabat sebagai Ketua KPU Kota Gorontalo dan sekarang sebagai Ketua Bawaslu Kota Gorontalo itu diyakini selain memiliki modal elektabilitas yang cukup tinggi, juga memiliki kapasitas sebagai seorang akademisi.
“Jadi setelah MT ada ST, ada juga SP (Salahudin Pakaya) dan lainnya. Intinya, perubahan besar akan terjadi jika pasangan calon pemimpin Kota Gorontalo ke depan memiliki keterpaduan dua hal tadi. Kemampuan politik dan akademik. Itulah yang sebenarnya diharapkan. Meskipun sekarang ini kita mulai dibiasakan dengan politik murahan yang hanya mengandalkan isi tas tanpa kapasitas”, ungkap Siswan Ahudulu.
Menurutnya munculnya calon-calon dari kalangan akademisi yang diaspirasikan masyarakat merupakan pertanda baik. Hal itu menandakan adanya peningkatan kedewasaan masyarakat Gorontalo dalam berpolitik. “Ini harusnya didukung oleh semua pihak, yang mengharapkan pendidikan politik masyarakat semakin baik dan perubahan di masa depan. ” imbuh aktivis pemberdayaan masyarakat tersebut.(rls/NN)























