
NEWSNESIA.ID, GORUT- Untuk mendorong peningkatan produksi, petani diharapkan memperhatikan anjuran pemupukan, agar memperoleh hasil yang maksimal.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas (Kadis) Pertanian Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut), Kisman Kuka saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (8/9/2021).
Diakui oleh Kisman, banyak keluhan terkait dengan bantuan bibit jagung yang disalurkan kepada masyarakat tidak sesuai dengan harapan mereka.
“Memang untuk saat ini, bibit jagung yang disalurkan atau bantuan benih menggunakan bibit jagung produksi dalam negeri atau hasil anak bangsa, tidak lagi bibit jagung seperti bisi 18 dan NK 212,” ungkapnya.
Menurutnya, yang pertama dari sisi harga sudah tidak masuk dalam E-katalog karena harganya sudah tinggi, sementara untuk anggaran yang disediakan kisaran Rp 30-40 ribu.
“Karena harganya sudah tidak masuk lagi dalam daftar, maka untuk bantuan bibit sudah menggunakan jenis hibrida,” jelasnya.
Namun demikian dari sisi kwalitas atau hasilnya kata Kisman sebenarnya tidak kalah dengan merek lain.
“Olehnya para petani dihimbau untuk tidak fanatik merek tertentu,” kata Kisman.
Sebenarnya untuk mendapatkan hasil yang maksimal, yang perlu diperhatikan yakni cara pemupukan yang harus sesuai dengan anjuran yang diberikan.
“Jika memang untuk tanaman jagung diminta harus memupuk misalnya 2 kantong dan campurannya 3 kantong, maka itu yang harus diikuti,” tegasnya.
Jika dalam sistem pemupukan tidak mengikuti anjuran yang diberikan kata Kisman, maka jangan heran kwalitas ataupun hasil produksinya tidak sesuai dengan harapan.
“Karena sudah ada beberapa petani yang mengikuti anjuran pemupukan dan ternyata hasilnya memuaskan,” tandasnya.(adv/erol)



















