
NewsNesia.id -(NN)– DPRD Kabupaten Boalemo berharap kejelasan nasib tenaga honorer. Sejumlah wakil rakyat di DPRD Kabupaten Boalemo kian menyuarakan harapannya.
Seperti halnya, Anggota Komisi I, Jimadin Hasan pada rapat internal, Jumat (8/5/2020). Ia berharap, persoalan tenaga honorer segera mungkin mendapat tindaklanjut sesuai ketentuan aturan berlaku.
Lagi pula kata mantan anggota Polri ini, persoalannya sudah pernah dibahas di tingkat Komisi I DPRD Boalemo bersama tim Baperjakat melibatkan OPD teknis.
“Sayangnya, nasib honorer sampai saat ini belum ada titik terang. Sementara mereka sangat membutuhkan pekerjaan itu,” urai politisi NasDem asal Dapil Paguyaman cs.
Senada dengan itu, politisi Perindo, Riko Djaini turut melayangkan pendapatnya. Menurut dia, meski pengangkatan honorer adalah hak dan kewenangan pemerintah, namun bisa memperhatikan ketersediaan anggaran yang ada.
“Saat pembahasan APBD induk tahun 2020 sangat jelas mencantumkan anggaran untuk honorer. Bahkan, saat pembahasan pergeseran APBD oleh DPRD dalam hal ini tim Banggar bersama TAPD tidak pernah mengutak-atik anggarannya. Artinya, anggarannya masih tersedia,” seru Riko.
Menanggapi itu, Ketua DPRD Boalemo Karyawan Eka Putra Noho tak ketinggalan mempertanyakan keberadaan tenaga honorer di lingkungan Setwan DPRD. Kebetulan, saat itu hadir Sekwan DPRD Boalemo, Burhan Hinta.
Menjawab itu, Sekwan Burhan Hinta menerangkan bahwa sejauh ini pihaknya sudah mengangkat 40 orang tenaga honorer. Mereka kini sudah bekerja sesuai tugas, pokok dan fungsinya.(nr-NN)
Sumber : Hulondalo.id





















