
NEWSNESIA.ID – Belum tuntas di arena pertarungan, sayang sudah kandas lebih dulu. Itulah potret ditunjukkan bakal pasangan calon (Bapaslon) bupati dan wakil bupati jalur perseorangan, Wahyudin Lihawa-Riko Djaini pada Pilkada Boalemo 2024.
Bahkan, kabarnya duet dijuluki WALIRAJA ini sudah pecah kongsi. Menyusul, antara bakal calon bupati dan wakil bupati sudah los kontak atau tak lagi berkomunikasi dengan baik sebagaimana komitmen awal.
Itu pun diakui bakal calon wakil bupati WALIRAJA, Riko Djaini lewat konfrensi pers via akun media sosial facebook milik Ulul Azmi Kadji, Jumat (02/07/2024). Didampingi sejumlah tim pemenangan, Riko Djaini menerangkan bahwa di awal perjalanan pasangan WALIRAJA sampai saat ini masih dinyatakan KPU Boalemo belum memenuhi syarat (BMS) minimal dukungan 10.840 KTP. Karena, baru lolos verifikasi administrasi sekitar 7 ribuan lebih, sehingga masih ada kekurangan 3 ribuan perlu dipenuhi pada tahap perbaikan usai gugatan diterima Bawaslu Boalemo.
“Nah, menghadapi tahapan verifikasi dukungan ini, saya sebagai calon wakil bupati pasangan WALIRAJA menyampaikan beberapa sikap. Pertama, saya menyampaikan ucapan terimakasih kepada KPU Boalemo dan Bawaslu beserta jajaran di tingkat bawah telah melaksanakan tugas verifikasi faktual dukungan KTP dengan baik,” urai Riko Djaini.
Kedua, ungkapan rasa syukur dan ucapan terimakasih kepada seluruh elemen masyarakat yang terus memberikan dukungan, terutama kepada saya menjadi pemimpin di Kabupaten Boalemo.
“Ketiga, sesuai jadwal tahapan ditetapkan KPU Boalemo bahwa proses administrasi dan faktual KTP masih ada tahapan perbaikan lagi, namun secara pribadi, saya sebagai bakal calon wakil bupati WALIRAJA, tidak bisa melanjutkan proses tahapan berikutnya, karena saya mengalami beberapa kendala, baik teknis maupun non teknis,” tegas Riko Djaini.
“Yakni sampai detik ini, saya tidak bisa berkomunikasi lagi dengan pasangan saya, Bapak Wahyudin Lihawa sebagai bakal calon bupati. Baik melalui sarana alat komunikasi maupun melalui perantara orang-orang terdekat. Padahal diawal pertemuan kami, sudah punya kesepakatan maju melalui jalur perseorangan. Maka atas dasar kesepakatan suci itu, saya sudah melaksanakan arahan Bapak Wahyudin Lihawa mengumpulkanan dukungan KTP dari warga Boalemo, dan seluruh pendanaan kegiatannya telah saya tanggulangi, meskipun selama kegiatan tersebut beliau berada di Jakarta,” terang politisi Partai Perindo dengan nada cukup tinggi.
Dengan kondisi seperti ini, sambung Riko mengaku tak dapat lagi melanjutkan kebersamaan dengan Wahyudin Lihawa selaku bakal calon bupati Boalemo dari jalur perseorangan, sebab mengikuti kontestasi politik Pilkada Boalemo pasti sangat membutuhkan energi luar biasa serta kerjasama dan konsolidasi beserta tim.
“Maka penuh keyakinan dan percaya diri serta pertimbangan saran dari berbagai pihak, termasuk para kordes dan korcam, kami mengambil keputusan untuk tidak lagi melanjutkan proses administrasi dan faktual dukungan KTP pasangan WALIRAJA,” tegasnya lagi.
“Keempat dengan keputusan poin diatas, maka saya akan melakukan komunikasi politik dengan para pimpinan partai politik di Kabupaten Boalemo untuk melanjutkan proses ikhtiar saya, agar menjadi salah satu kontestan pada Pilkada Boalemo 2024, dengan harapan bisa dipertemukan figure yang tepat dan memiliki kemampuan intelektual dan komitmen yang kuat serta bisa dipercaya,” kunci Riko Djaini.(nn)



















