
NEWSNESIA.ID – Komisi I DPRD Kabupaten Gorontalo Utara, melaksanakan rapat dengar pendapat soal pembebasan lahan di Desa Ibarat Kecamatan Anggrek, Senin (21/7/2025).
Anggota Komisi I, Hendra Nurdin, mengatakan RDP yang berlangsung di ruang sidang DPRD itu merupakan tindak lanjut dari aduan warga, Haison Nusuri, yang diwakili langsung Kuasa Hukum, Ismail Menu.
Hendra, mengatakan pihaknya belum bisa mengambil kesimpulan terhadap materi RDP itu, dikarenakan ada pihak-pihak yang diyakini mampu memberikan informasi akurat tidak hadir dalam RDP itu.
“Ada pihak-pihak yang diyakini mampu memberi informasi akurat tapi tidak hadir,” ujar Hendra, usai RDP diruang sidang DPRD, Senin (21/7/2025).
Hendra, menjelaskan tanah itu sudah dibayar oleh PT Gobel Bangun Lestari (GBL) yang akan dibangun untuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK), namun herannya kata Hendra, surat dari Haison Nusuri hanya ditujukan ke AGIT. Menurut Hendra, surat itu salah dan harusnya di tujukan ke GBL bukan ke AGIT.
“Karena AGIT berkontrak kerja sama dengan kementerian perhubungan. Soal KEK yang membebaskan lahan itu, tanah itu sudah dibayar, sudah selesai tanah itu dibayar,” kata Hendra.
Saat ini kata Hendra, pihak yang mengklaim pemilik tanah memiliki dasar membayar pajak sampai dengan tahun 2024, sementara pembayaran dari pihak GBL itu dibayarkan ke Abdul Mukmin.
Abdul Mukmin sendiri kata Hendra, dikuatkan dengan surat tanah dari pemerintah desa yang masih dijabat oleh kepala desa sebelum kepala desa yang menjabat saat ini. Lanjut Hendra, Abdul Mukmin itu kata Hendra, sudah meninggal dan tinggal diwakili oleh para ahli warisnya.
Lanjut Hendra lagi, surat tanah milik Abdul Mukmin itu dari Pemerintah Desa yang dijabat oleh Kepala Desa sebelum Kepala Desa saat ini, Namun disisi lain juga kata Hendra, Haison Nusuri, membayar pajak sampai tahun 2024 dan memiliki bukti pajak.
Berdasarkan hal itu kata Hendra, pihaknya belum dapat mengambil kesimpulan dan kesimpulan yang disepakati dalam rapat itu hanya merupakan kesimpulan langkah-langkah yang akan diambil oleh Komisi I.
“Pertama mencari informasi dari pihak-pihak terkait yang tidak hadir tadi, atau jika dibutuhkan kami akan turun lapangan ke Desa Ibarat,” terang Hendra. (Prin)






















