
Oleh: Dr.H. Abdul Wahid, MA-(Muballigh & Akademisi Makassar)
Masyarakat sebagai objek dan subjek dalam segala kebijakan yang telah dibuat oleh pemerintah termasuk dalam masalah penanganan Covid-19 haruslah terus diedukasi agar mereka memiliki kesadaran dan turut serta dalam menghadapi penyebaran varian omicron yang saat ini konon di tanah air semakin hari menunjukkan grafiknya naik secara signifikan.
Ending dari proses edukasi yang dilakukan oleh pemerintah secara massif dan kontinu dengan melibatkan semua elemen strategis khususnya tokoh agama dan masyarakat diharapkan masyarakat akan semakin patuh dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dalam kesehariannya.
Bukankah hingga saat ini kita meyakini bahwa dengan menerapkan protokol kesehatan dan memaksimalkan proses vaksinasi di tengah masyarakat sebagaimana yang telah dicanangkan oleh pemerintah adalah salah satu langkah dan ikhtiar yang paling tepat dalam menghadapi penularan virus Covid- 19 termasuk dengan muncul varian baru yang diberi nama omicron.
Ikhtiar dengan cara disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan dan turut serta mendukung program vaksinasi yang telah dicanangkan oleh pemerintah hal yang demikian ini tidak hanya sebagai bagian dari kewajiban sebagai warga negara namun lebih dari itu sebagai bagian dari kepatuhan dalam menjalankan perintah agama.
Rasulullah Saw. sebagai teladan umat Islam jauh sebelumnya telah mengajarkan agar umat Islam menerapkan protokol kesehatan dalam mengahapi wabah penyakit yang menular, sebagaimana disebutkan dalam salah satu hadis berikut, “Janganlah yang sakit dicampur dengan yang sehat.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadis ini adalah isyarat agar umat Islam untuk menjaga jarak atau berupaya menghadari orang-orang yang diyakini berpotensi menularkan penyakit menular, termasuk di dalamnya adalah penyebaran varian omicron.
Di sinilah dibutuhkan kerjasama dan partisipasi dari seluruh elemen masyarakat dari hulu hingga ke hilir agar tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan saat melakukan aktivitas di luar rumah khususnya.
Khusus di kota Makassar, Sulawesi Selatan mengapresiasi langkah pemerintah kota dengan menggandeng pihak yang terkait khususnya pihak Kepolisian yang selama ini tidak bosan-bosannya untuk mengingatkan masyarakat agar pentingnya vaksin dan disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan.
Intinya jika masyarakat memiliki kesadaran kolektif dalam menerapkan protokol kesehatan, maka kita optimis penularan varian omicron bisa segera diatasi dengan baik, apalagi tidak lama lagi bulan ramadhan akan tiba, maka sejatinya setiap umat Islam harus lebih proaktif dalam mendukung program vaksinasi dan disiplin dalam menerapkan prokes, sehingga dengan ini semua kita berharap pelaksanaan ibadah di bulan ramadhan ke depan tidak ada halangan karena adanya Covid-19.(*)






















