
Oleh: Abdullah Amas – (Divisi Pemuda Ormas Satu Jari)
Musda-Musda partai diberbagai daerah kerap menimbulkan hasil yang menjengkelkan : Ricuh, lahirkan gesekan antar kader, terpilih melalui jalur asal ketum pusat senang dan seterusnya. Itu yang membuat perpecahan partai didaerah yang notabene daerah garda terdepan partai terjadi dan parahnya yang terpilih bukan orang yang pintar merawat akar rumput, maka malulah ketum partai, kalahlah partai di daerahnya.
Satu Jari hadir memberi solusi pada dinamika tersebut.
Kuy, kata anak muda zaman sekarang, Satu jari jadi pilihan para ketum partai untuk mencari mana kader yang paling loyal ke partai dan rakyat
Bisa melalui kuisioner digital, survey langsung dan lainnya. Soal survey persepsi publik termasuk kader partainya, ketua kecamatan dan ranting serta lainnya yang memudahkan secara obyektif dan murah lahirkan ketua partai di daerah yang menjadi pilihan tepat bagi ketum partai yang pelaksanaannya demokratis melalui tekhnologi digital, kenapa demorkatis karena pemilih suara yaitu ketua kecamatan opininya jadi indikator utama pilihan.
Sudah waktunya Musda lebih berorientasi pada program kerja dan bukan program konflik maka energi lebih banyak dicurahkan untuk kebesaran partai, tentu dengan cara murah, efektif dan inovatif ala ormas Satu jari
Ketua umum partai bisa saja tidak merekom kandidat ketua daerah yang persepsi publik ke dia atau persepsi kader ke dia lemah dan seterusnya
Kader dan partai adalah bagian dari hal utama bagi kebesaran partai dan Ormas Satu jari yakin Musda dengan metode Ormas Satu Jari dapat memberikan “arah panah” bagi kandidat pilihan partai.(*)





















