Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Opini

Palestina dan Fajar Kebangkitan Umat di Depan Mata

by NN Indonesia
12 Juli 2025
in Opini
Reading Time: 5 mins read
F.ist

Penulis: Sintia Demolingo

Persoalan palestina utamanya di Gaza belum juga usai, justru kondisinya makin memprihatinkan. Nampak pada fakta jumlah korban tewas Palestina di Jalur Gaza meningkat menjadi 56.412 orang, dengan 133.054 orang lainnya terluka sejak pecahnya konflik antara Hamas dan Israel pada 7 Oktober 2023, hal ini disampaikan otoritas kesehatan Gaza pada hari Sabtu (28/6). Dalam 24 jam terakhir, serangan Israel merenggut 81 nyawa warga Palestina dan menyebabkan 422 orang lainnya terluka. Dilansir dari CNBC Indonesia
Pengkhianatan Penguasa Muslim
Sungguh perih melihat kondisi ini. Saudara kita sesama muslim di Palestina terus berduka entah sampai kapan. Tanah mereka dirampas oleh Zions dan nyawa mereka pun dihabisi. Mayoritas korban adalah perempuan dan anak-anak. Lebih perih lagi saat kita menyadari bahwa genosida brutal ini terjadi akibat pengkhianatan saudara muslim mereka, yaitu para penguasa muslim.
Banyak yang berpikir bahwa hingga saat ini, “solusi dua negara” menjadi solusi paling realistis bagi penyelesaian masalah Palestina. Menurut mereka, implementasi solusi dua negara yang sesuai dengan parameter internasional yakni berupa gencatan senjata dan pengakuan atas kemerdekaan Palestina akan menjadi jalan terbaik untuk menciptakan perdamaian yang abadi di sana.
Pada Kamis (26-6-2025) Presiden AS Donald Trump dan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyepakati rencana gencatan senjata di Gaza yang akan dilaksanakan dalam dua pekan ke depan. Tujuan kesepakatan gencatan senjata ini adalah percepatan perjanjian dengan negara-negara Arab, sebagai bagian dari perluasan Abraham Accords.
Dalam kesepakatan tersebut disebutkan, perang di Gaza akan berakhir dalam dua pekan dengan syarat masuknya empat negara Arab, termasuk Mesir dan Uni Emirat Arab, yang akan memerintah Gaza untuk menggantikan Hamas. Beberapa negara akan menerima banyak dari warga Gaza yang beremigrasi (baca: diusir). Abraham Accords akan diperluas, yaitu Suriah, Arab Saudi, dan negara-negara Arab serta muslim akan mengakui entitas Zion
s dan menjalin hubungan diplomatik. Entitas Zions akan mengekspresikan kesiapannya atas solusi masa depan atas konflik dengan warga Palestina menurut konsep dua negara yakni menyediakan reformasi dalam Otoritas Palestina. Poin terakhir kesepakatan AS akan mengakui implementasi kedaulatan entitas Zions atas Tepi Barat.
Abraham Accords merupakan serangkaian perjanjian bilateral antara entitas Zions dengan negara-negara Arab dan muslim, yaitu Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Bahrain, Maroko, Sudan, dan Suriah. Teks perjanjian tersebut menyebutkan bahwa negara muslim yang menandatanganinya akan membangun hubungan diplomatik dengan Israel dan mengakhiri radikalisasi dan konflik. Inti dari Abraham Accords ini adalah normalisasi hubungan negara-negara Arab dan muslim dengan entitas Zions dan pelemahan perlawanan mujahid.
Ini adalah pengkhianatan yang nyata oleh para penguasa muslim terhadap umat Islam di Palestina. Pada saat umat Islam Gaza bersimbah darah akibat genosida Zions, para penguasa muslim itu justru membuat kesepakatan normalisasi hubungan dengan Zionis. Bahkan, tangan sang penjajah “masih berlumuran darah” kaum muslim Gaza saat mereka berjabat tangan dengan mesra dan tersenyum lebar.
Demi memperoleh keuntungan dunia yang begitu kecil, yaitu kekuasaan, dukungan politik, ekonomi, dan keamanan dari AS, para penguasa muslim itu rela mengkhianati saudaranya di Palestina. Darah umat Islam yang membanjiri Gaza, juga tangis anak-anak yang kehilangan keluarga dan masa depannya, tidak mampu membuka hati mereka untuk membebaskan Palestina. Mereka merasa sudah cukup heroik dengan memberikan bantuan kemanusiaan dan kain kafan, padahal yang benar-benar dibutuhkan muslim Palestina adalah pengiriman militer untuk berjihad menumpas Zions di sana.
Pada perang Iran-Israel, pengkhianatan terhadap muslim Palestina kembali dipertontonkan. Gencatan senjata ditandatangani tanpa menyebut pembebasan Palestina di dalamnya. Tampak bahwa perang tersebut demi kepentingan Iran sendiri, bukan untuk membela saudaranya di Palestina. Sementara itu, negeri-negeri muslim lainnya, seperti Indonesia justru mengagung-agungkan solusi dua negara sebagai penyelesaian masalah Palestina. Semua negara muslim itu pura-pura lupa bahwa entitas Zion
s adalah ahlinya melanggar perjanjian dan kesepakatan. Mereka juga adalah kaum yang gemar membunuh, jangankan terhadap muslim, terhadap nabinya saja mereka tidak segan untuk membunuh. Puluhan resolusi PBB yang sudah mereka langgar merupakan bukti nyata bahwa mereka tidak mengenal bahasa diplomasi dan hanya mengenal bahasa perang.
Absurdnya Gagasan Dua Negara
Sungguh membingungkan, mengapa para pemimpin negeri-negeri Muslim masih saja menyuarakan solusi dua negara, padahal itu jelas merupakan ilusi yang tak realistis. Entitas Zionis tidak pernah memiliki niat tulus untuk hidup damai berdampingan dengan umat Islam. Benjamin Netanyahu, dalam pernyataan publiknya pada Minggu, 21 Januari 2024, menyatakan dengan tegas: “Israel harus terus mengontrol keamanan di seluruh wilayah barat Sungai Yordan demi mencegah serangan terhadap warga kami. Kemenangan total di Gaza pun belum cukup. Ini bertentangan dengan ide kedaulatan Palestina. Saya sudah menjelaskan kenyataan ini kepada sahabat-sahabat kami di Amerika dan saya mendesak mereka agar menghentikan tekanan terhadap kami.”
Pernyataan ini semakin menegaskan bahwa entitas Zionis tidak berniat berbagi tanah Palestina secara damai. Amerika Serikat pun tidak akan pernah memberikan kedaulatan penuh kepada bangsa Palestina. Negara adidaya itu memiliki kepentingan besar untuk menjaga dominasinya atas kawasan Timur Tengah yang kaya sumber daya dan strategis secara geopolitik. Negara dengan kekuasaan berbasis Islam tentu akan dianggap ancaman terhadap pengaruh AS di wilayah tersebut.
Allah SWT telah memperingatkan kita dalam Al-Baqarah ayat 120: “Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah meridai kamu sampai kamu mengikuti agama mereka.”
Dengan demikian, bagaimana mungkin masih ada pemimpin Muslim yang percaya bahwa AS dan Israel benar-benar akan membiarkan Palestina merdeka secara utuh?
Di sisi lain, rakyat Palestina yang berpegang teguh pada Islam tentu menolak ide pembagian wilayah ini. Fakta sejarah menunjukkan bahwa tanah mereka telah dirampas dan warga mereka dibantai. Menerima solusi dua negara berarti merelakan sebagian tanah umat Islam jatuh ke tangan penjajah, sesuatu yang bertentangan dengan perjanjian Umar bin Khaththab saat penaklukan Baitul Maqdis. Warga Palestina juga tidak akan mengkhianati darah para syuhada yang gugur demi mempertahankan tanah suci tersebut.
Melihat kekejaman Israel dan keteguhan rakyat Palestina dalam mempertahankan hak mereka, konflik bersenjata diprediksi akan terus berlanjut. Ini merupakan bentuk ketaatan mereka terhadap perintah Allah SWT untuk berjihad melawan musuh-musuh-Nya, sebagaimana disebutkan dalam Al-Anfal ayat 60: “Siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan yang kalian mampu, agar kalian menakuti musuh Allah dan musuh kalian.”
Nabi Muhammad saw. pun menyebut secara khusus jihad melawan Yahudi dalam sabdanya: “Kalian akan memerangi orang-orang Yahudi hingga mereka bersembunyi di balik batu dan pohon.” (HR Bukhari dan Muslim)
Umat Islam tidak boleh lagi terjebak dalam narasi solusi dua negara. Ide ini sebenarnya merupakan warisan dari Komisi Peel bentukan Inggris pada 1937, lalu dibawa ke PBB pada 1947, dan terus dihidupkan dalam berbagai forum seperti KTT Arab Fez 1982, Konferensi Madrid 1991, Oslo 1993, Taba 2001, hingga Prakarsa Arab 2014. Namun semuanya gagal total. Sementara itu, kekerasan Israel terhadap rakyat Palestina terus berlangsung dan tanah mereka terus dicaplok.
Jika dari awal hingga kini solusi dua negara tak pernah berhasil, apa alasan masih mengandalkannya? Ini justru menguntungkan pihak penjajah. Narasi Barat yang mendorong umat Islam menerima solusi ini hanyalah alat untuk menjauhkan umat dari solusi sejati. Solusi hakiki bagi pembebasan Palestina adalah tegaknya kembali Khilafah Islam yang memimpin jihad fi sabilillah. Menyerukan jihad dan menegakkan Khilafah bukan berarti pasrah atas penderitaan warga Gaza, justru inilah jalan keluar riil dari penjajahan dan pembantaian.
Jihad dan Khilafah Solusi Hakiki
pembebasan Palestina hanya bisa dicapai melalui jihad yang dipimpin oleh Khilafah Islam bukan lewat solusi dari negara-negara Barat. Sejarah membuktikan bahwa sejak masa Khulafaur Rasyidin hingga Khilafah Utsmaniyah, Palestina berhasil dilindungi dan dibebaskan dari penjajahan melalui jihad. Setelah Khilafah runtuh pada 1924, Palestina menjadi sasaran penjajahan Barat dan tak ada lagi negara Muslim yang mengirim kekuatan militer untuk membelanya. Kini, Gaza berjuang sendirian, tanpa dukungan militer dunia Islam. Oleh karena itu, umat Islam didorong untuk menghapus batas nasionalisme dan bersatu dalam Khilafah yang akan memimpin jihad secara global, menyediakan dana, senjata, dan strategi perang untuk membebaskan Palestina.
Menyongsong Kebangkitan Umat
Tragedi di Gaza harus menjadi titik balik kebangkitan umat Islam dengan meninggalkan harapan pada solusi Barat yang tidak menyelesaikan penjajahan Palestina. Solusi hakiki adalah dengan menegakkan Khilafah sebagai institusi warisan Nabi Muhammad saw., yang telah terbukti melindungi umat Islam. Khilafah adalah perisai bagi kaum muslim dan wajib diperjuangkan secara global melalui dakwah politik. Umat Islam harus aktif mendukung dan terlibat dalam perjuangan ini sebagai bentuk nyata menolong Palestina dan membebaskan umat dari sistem sekuler kapitalisme menuju kehidupan yang aman dan sejahtera dengan Islam. Wallahu’alam Bishowwab.(*)

 

Tags: Save palestina
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

f.antara
Opini

Karhutla Meluas, Korban Berjatuhan: Akumulasi Kejahatan Negara-Korporasi?

19 September 2026
Aris Setiawan
Opini

Bubarkan Saja KADIN Gorontalo

18 September 2026
Headline

Meluruskan Pandangan Kewenangan Polri dan PPNS Dalam Penegakan Hukum Cagar Budaya

11 September 2026
Next Post
F.hms

Lima Isu Krusial Disampaikan Gusnar pada Puncak Harganas

F.hms

Kain Karawo Curi Perhatian di Pameran HUT Dekranas di Balikpapan

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

F.ist

Palestina dan Fajar Kebangkitan Umat di Depan Mata

1 tahun ago
f.hms

SPPG Bisa dapat Penilaian Bintang, Ini Syaratnya

21 jam ago
Bupati Boalemo, Rum Pagau bersama Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali menyambut hangan kunjungan Kajari Boalemo, Dwi.(f.dok.pimpinan)

Perkuat Sinergitas Antar Lembaga, Rum Pagau: Demi Bangun Boalemo Lebih Maju

4 bulan ago
F.hms

Gusnar-Idah Gelontorkan Bantuan UMKM Sejumlah Rp 1,6 Miliar di Kota Gorontalo

1 tahun ago
Bupati Boalemo, Rum Pagau didampingi Wabup Lahmuddin Hambali bersama Ketua DPRD Boalemo, Karyawan Eka Putra Noho pada rapat bersama pemerintah Kecamatan Mananggu dan kepala desa.(f.dok.pimpinan)

Meski Keuangan Boalemo Minim, Namun Banyak Program Nasional Berhasil Didatangkan

5 bulan ago
Bupati Boalemo Rum Pagau menandatangani dokumen berkaitan penyelesaian program TMMD bersama TNI.(f.dok.pimpinan)

Bupati Rum Pagau Salut Gerak Cepat TNI, Tuntaskan TMMD di Hutamonu

5 bulan ago
Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali membuka kegiatan pemetaan sarana prasana dan alat kesehatan melalui aplikasi ASPAK.(f.dok.pimpinan)

Himpun Data Sapras dan Alat Kesehatan Lewat ASPAK

5 bulan ago
Bupati Boalemo, Rum Pagau memberikan arahan soal penyelenggaraan Sekolah Rakyat Unggulan di Kecamatan Wonosari.(f.dok.pimpinan)

Sekolah Rakyat di Wonosari Mulai Beroperasi, Begini Penegasan Bupati Rum Pagau!

5 bulan ago
Aparatur pemerintah desa se Kecamatan Wonosari menerima pembinaan dari Bupati Boalemo, Rum Pagau.(f.dok.pimpinan)

Seluruh Kepala Desa di Wonosari Terima Pembinaan

5 bulan ago
Bupati Boalemo, Rum Pagau mengadakan rapat bersama BI dan BPS dalam rangka memerangi inflasi daerah di Kabupaten Boalemo.(f.dok.pimpinan)

Libatkan BI dan BPS, Bukti Pemkab Boalemo Konsisten Perangi Inflasi Daerah

5 bulan ago

Terbaru

f.hms
Headline

SPPG Bisa dapat Penilaian Bintang, Ini Syaratnya

by NN Indonesia
10 Oktober 2026
0

f.hms NN, GORONTALO- Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menekankan pentingnya menjaga kualitas makanan dan menghadirkan...

f.hms

Idah Tinjau Rumah Seruni, Akan Diresmikan Istri Wapres

10 Oktober 2026
f.hms

Terima Bonus, Atlit Bangga dapat Perhatian Besar dari Gubernur Gusnar

9 Oktober 2026
f.hms

Atlit Peraih Medali Asean Games 2026 Asal Gorontalo Terim Bonus dari Gubernur Gusnar

9 Oktober 2026
Foto hms

Rencana Pembangunan Flyover Gorontalo Indah Memasuki Tahap Feasibility Study

8 Oktober 2026

Terima Kunker DPRD Kab.Boalemo, PUPR-PKP Gorontalo akan Seriusi Keluhan Masyarakat

8 Oktober 2026

Tutup Program Pemagangan 2026, Disnaker Gorontalo Dorong 90 Peserta Terserap Dunia Kerja

8 Oktober 2026
f.hms

BPBD Provinsi Gorontalo Turun Atasi Karhutla di Bone Pantai

8 Oktober 2026
f.hms

Gusnar Respon Dugaan Pungli di Samsat Limboto

8 Oktober 2026
Bupati Boalemo, Rum Pagau didampingi Ketua TP PKK Boalemo, Ny. Hartati Moha Pagau pada rangkaian kegiatan Posyandu.(f.dok.pimpinan)

Rum Pagau Pastikan Pemerintah Dorong Peningkatan Layanan Posyandu

8 Oktober 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.