Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Opini

Penanganan Terorisme dan Radikalisme Diperlukan Sinergitas Semua Elemen Bangsa

by NN Indonesia
9 November 2021
in Opini
Reading Time: 3 mins read
Dr.H. Abdul Wahid

Oleh: Dr.H. Abdul Wahid, MA-
(Muballigh & Akademisi STIE Tri Dharma Nusantara Makassar)

Persoalan terorisme dan radikalisme di tanah air bagaikan gurita yang sudah menjalar kemana-mana, karenanya membutuhkan penanganan yang ekstra hati-hati dan sungguh-sungguh dari semua elemen bangsa.Oleh karena persoalan terorisme adalah musuh kemanusiaan, maka sudah sepantasnya penanganannya juga harus dilakukan secara bersama-sama antar anak bangsa.

Tindakan terorisme dan radikalsime bukanlah bagian dan atau mewakili ajaran agama tertentu, karena semua agama mengajarkan kebaikan, perdamaian dan lain sebagainya. Terorisme dan radikalisme tidak hanya bertentangan dengan ajaran agama tapi lebih dari itu tindakan ini termasuk kejahatan kemanusiaan. Karena itu sejatinya kita sebagai bangsa harus sepakat agar tidak mengaitkan berbagai tindakan terorisme dan radikalisme yang pernah terjadi di tanah air dengan agama tertentu.

Khusus di kota Makassar, Sulawesi Selatan pernah terjadi peristiwa bom bunuh diri di pintu gerbang gereja Katederal Makassar pada akhir Maret lalu, hal ini tentu sangat disayangkan dan sebagai masyarakat yang selama ini dikenal sangat toleran dalam menjaga nilai-nilai keragaman budaya dan agama, maka mengutuk keras peristiwa bom bunuh diri tersebut serta mengajak kepada seluruh masyarakat khususnya kalangan tokoh lintas agama agar tidak terpancing dengan adanya kejadian tersebut.

Seiring dengan waktu pasca peristiwa ledakan bom di Makassar kemudian membuat rentetan peristiwa teror terjadi di beberapa tempat dan daerah di Indonesia sehingga isu terorisme kemudian kembali menjadi tranding topik diberbagai media konvensional maupun media online yang berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat apa lagi bangsa kita saat ini masih fokus dalam menghadapi Covid-19.

Namun demikian, walau kita sepakat bahwa aksi terorisme dan radikalisme tidaklah mewakili ajaran agama tertentu khususnya ajaran Islam, namun di lapangan selama ini bagi para pelaku terorisme di tanah air khususnya sering membungkus aksi mereka dengan kedok “jihad”, akibatnya selalu menjadikan Islam sebagai korban yang dirugikan.

Padahal antara jihad dan terorisme adalah dua hal yang bertolak belakang dan bertentangan. Bahwa Islam memiliki konsep “jihad” itu adalah benar, namun makna “Jihad” bukanlah dalam arti sempit sebagaimana yang selama ini diartikan oleh sebagian orang terutama para pelaku teror.

Jihad dapat bermakna sebagai “perang”, apabila umat Islam diserang oleh musuh, maka makna “jihad” di sini adalah upaya maksimal umat Islam untuk mempertahankan diri, keluarga, agama dan tanah airnya yang bisa jadi berujung pada jatuhnya korban dari pihak musuh, tapi harus dipahami dalam konteks ini posisi umat Islam untuk membela diri dari serangan musuh bukan mencari musuh.

Selanjutnya jika dalam keadaan damai, maka makna jihad dalam Islam sangatlah luas meliputi seluruh dimensi kehidupan umat manusia. Arti jihad pada tataran ini yakni “suatu upaya sungguh-sungguh” yang dilakukan oleh umat Islam agar apa yang ia cita-citakan dapat diraih dengan baik, sesuai ketentuan hukum agama, budaya dan hukum negara.

Misalnya “jihad” atau bersungguh-sungguh dalam menyampaikan pesan-pesan dakwah yang damai, jihad melawan kebodohan, jihad melawan kemiskinan, jihad melawan korupsi, jihad melawan narkoba dan lain sebagainya.

Kalau dengan demikian, maka terorisme dan radikalisme yang selama ini bertopeng dengan istilah “jihad” kemudian sampai mengganggu ketenteraman dan apa lagi sampai menghilangkan nyawa orang lain yang tidak berdosa, apa pun alasannya, maka hal ini sama sekali tidak dibenarkan dalam Islam bahkan tindakan teror tersebut adalah bagian dari tindakan bodoh serta kontradiktif dengan hakikat jihad dalam Islam.

Oleh karena itu, dalam rangka mencegah berkembangnya paham-paham radikal yang berujung pada tindakan terorisme, maka semua elemen bangsa harus terus waspada dan bersatu melawannya khususnya kalangan muballigh, ulama dan Polri serta pihak yang terkait. Khususnya para muballigh dan ulama agar secara kontinu menyampaikan pesan-pesan Islam yang damai dan menyerukan kepada umat agar tetap menjaga toleransi sesama anak bangsa.

Menghadirkan dakwah yang damai, sejuk dan edukatif akan jauh lebih efektif dibandingkan dengan dakwah yang cenderung kasar dan terindikasi provokatif yang dapat berpotensi mengganggu stabilitas dan kamtibmas yang selama ini telah terjalin. Konteks dakwah yang damai inilah bagian dari kiat sukses dakwah rasulullah Saw. dan para sahabatnya di masa silam.

Di samping itu keberhasilan dakwah Rasulullah Saw. karena beliau bersinergi dengan para sahabatnya, hal ini menjadi pelajaran bagi umatnya bahwa kegiatan dakwah tidak hanya perlu disampaikan dengan cara-cara yang damai, tapi lebih dari itu dibutuhkan sinergitas dari semua kalangan terutama bersinergi dengan jajaran Polri, agar suasana kamtibmas benar-benar dapat terjaga dengan mudah, baik dalam wilayah hukum Polda Sulsel maupun daerah lainnya di Indonesia.(*)

Tags: Dr. H. Abdul WahidTerorisme
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

Aiman Syakil
Ekonomi

Membuka Akses Pasar bagi Produk Pertanian Lokal

25 Juni 2026
Opini

Sherly Sang Predator?

23 Juni 2026
Ist
Opini

Rakyat Menuntut Hak, Negara Hadir dengan Borgol: Pelajaran Pahit dari Popayato

24 Mei 2026
Next Post
Wakil Bupati Gorut Thariq Modanggu-f.hms

Ke Aparatur, Thariq Modanggu Tekankan Dynamic Birokrasi

Bupati Gorut Indra Yasin-f.hms

KUA-PPAS 2022 Mulai Digodok

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Dr.H. Abdul Wahid

Penanganan Terorisme dan Radikalisme Diperlukan Sinergitas Semua Elemen Bangsa

5 tahun ago
Ilustrasi Magang Dalam Negeri

Magang Nasional Kemnaker RI Gelombang 2 Batch 1 Dibuka, Lulusan D3 hingga S1 Berkesempatan Magang di BUMN dan Swasta

2 hari ago
Tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya melakukan operasi pencarian

Kerja Cepat Tim Rescue, 11 WNA yang Dikabarkan Hilang di Perairan Menuju Pohuwato Ditemukan Selamat

9 jam ago
Foto istimewa

Apes! Diduga Jadi Pengedar Sabu, Pria di Marisa Selatan Diamankan Satresnarkoba Polres Pohuwato

6 jam ago

Besok Akad Nikah, Calon Pengantin Wanita di Gorontalo Utara Meninggal Dunia 

5 hari ago
Satresnarkoba Polres Pohuwato saat berhasil amankan terduga pelaku peredaran narkoba

Diduga Miliki Sabu, Pria ini Terjaring OTT Satresnarkoba Polres Pohuwato, Kasat Apresiasi Peran Masyarakat

6 jam ago
ilustrasi-ist

Ini Daftar Penumpang di Speedboat yang Hilang Kontak di Teluk Tomini

10 jam ago
f.hms

Ini Penyebab Harga Beras dan Minyak di Gorontalo Melambung

2 hari ago

Dukungan Unsur Pemerintahan & Masyarakat, Pastikan Hak Asasi Anak Tolitoli Terlindungi

7 tahun ago
F.hms

Pemprov Gorontalo Hormati Proses Hukum Mantan Kadis Kominfotik

2 hari ago

Terbaru

Satresnarkoba Polres Pohuwato saat berhasil amankan terduga pelaku peredaran narkoba
Headline

Diduga Miliki Sabu, Pria ini Terjaring OTT Satresnarkoba Polres Pohuwato, Kasat Apresiasi Peran Masyarakat

by Mustafa Dako
25 Juli 2026
0

Satresnarkoba Polres Pohuwato saat berhasil amankan terduga pelaku peredaran narkoba POHUWATO-NN- Belum lama berhasil amankan seorang pria...

Foto istimewa

Apes! Diduga Jadi Pengedar Sabu, Pria di Marisa Selatan Diamankan Satresnarkoba Polres Pohuwato

25 Juli 2026
Tim gabungan Basarnas, TNI, Polri, serta unsur terkait lainnya melakukan operasi pencarian

Kerja Cepat Tim Rescue, 11 WNA yang Dikabarkan Hilang di Perairan Menuju Pohuwato Ditemukan Selamat

25 Juli 2026
ilustrasi-ist

Ini Daftar Penumpang di Speedboat yang Hilang Kontak di Teluk Tomini

25 Juli 2026
f.hms

Ini Penyebab Harga Beras dan Minyak di Gorontalo Melambung

24 Juli 2026
F.hms

Pemprov Gorontalo Hormati Proses Hukum Mantan Kadis Kominfotik

24 Juli 2026
Ilustrasi Magang Dalam Negeri

Magang Nasional Kemnaker RI Gelombang 2 Batch 1 Dibuka, Lulusan D3 hingga S1 Berkesempatan Magang di BUMN dan Swasta

23 Juli 2026
f.ist

HAN, Wagub Gorontalo Kenalkan Kuliner Khas ke Generasi Muda

23 Juli 2026
ARB -f.ist

Soal Siaran Piala Dunia, KPID Kritisi TVRI Gorontalo

21 Juli 2026
Foto bersama para siswa dan personil kodim 1313 Pohuwato usai kegiatan sosialisasi

Tak Hanya Fokus Pembangunan, Program TMMD ke-129 Kodim 1313 Pohuwato juga Sasar Generasi Muda, Tanamkan Nilai-nilai Kebangsaan

21 Juli 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.