Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Opini

Peristiwa 10 November 1945, Sebagai Pijakan Bagi Bangsa Indonesia untuk Mewaspadai Ancaman Gangguan Stabilitas Nasional

by NN Indonesia
9 November 2021
in Opini
Reading Time: 3 mins read
Dr.H.Abdul Wahid,MA

Oleh: DR. H. Abdul Wahid, MA-(Muballigh & Akademisi Makassar)

Keberadaan Indonesia sebagai negara kepulauan dan memiliki kekayaan sumber daya alam yang melimpah merupakan hal yang patut disyukuri karena ini adalah salah satu anugerah yang amat berharga dari Tuhan Yang Mahakuasa, namun pada saat yang sama hal ini juga akan menjadi alasan bagi pihak asing untuk tidak bisa tidur nyenyak sebelum mereka dapat menguasai Indonesia terutama dari aspek sumber daya alamnya.

Hal ini terbukti di masa silam, terutama sebelum era kemerdekaan diantara kepentingan bangsa asing untuk hadir di Indonesia seperti Belanda, Jepang, Inggris dan lainnya adalah untuk menguasai sumber daya alam Indonesia.

Menyadari hal tersebut kemudian terjadilah perlawanan dari seluruh lapisan masyarakat Indonesia bersatu padu melawan penjajah hingga berabad-abad lamanya, termasuk pasca diproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, peperangan pun tetap terjadi yang puncaknya pada 10 November 1945.

Peristiwa 10 November 1945 dikenal saat ini sebagai hari pahlawan, karena bangsa Indonesia khususnya masyarakat Surabaya dengan dipimpin oleh Bung Tomo, mampu membakar semangat masyarakat Surabaya khususnya untuk bersatu melawan tentara Jepang dan Inggris.

Menariknya walau pertempuran ini terjadi di daerah Surabaya akan tetapi tidak membuat masyarakat dari daerah lain untuk terhalang bergabung bersama masyarakat Surabaya dalam melawan tentara penjajah. Diantara para pejuang dari luar Surabaya yang ikut dalam peristiwa 10 November 1945 yaitu ada pejuang dari Sumatera, Kalimantan, Maluku, Sulawesi, Bali, para kiai dan ulama, semua terjun ke medan perang.

Dari rentetan peristiwa sejarah tersebut di atas, maka paling tidak ada tiga poin yang bisa ditangkap oleh bangsa Indonesia saat ini terutama kalangan generasi muda sebagai hal yang menunjukkan tingkat kewaspadaan kita terhadap ancaman stabilitas nasional dari bangsa asing khususnya diantaranya:

Pertama, pentingnya keteladanan. Keberadaan Bung Tomo dalam menggerakkan semangat masyarakat Surabaya bahkan daerah lainnya kala itu tidak terlepas dari kehebatannya dalam menggerakkan masyarakat untuk melawan penjajah baik melalui tulisan, pidato maupun contoh nyata di lapangan sehingga masyarakat mudah mempercayainya. Model seperti ini yang sulit sekarang  di republik ini; karena saat ini bangsa kita banyak orang yang pandai memberi contoh, namun tidak bisa dijadikan contoh.

Kedua, pentingnya meningkatkan kewaspadaan. Siapa yang menduga saat tentara Belanda mundur dari republik ini kemudian diikuti oleh diproklamirkan kemerdekaan Indonesia pada 17 Agustus 1945, bangsa Indonesia bebas dari ancaman penjajah.?

Bahkan diluar dugaan pasca Indonesia merdeka para penjajah yang berasal dari Jepang dan Inggris masih tetap tidak menerima Indonesia sebagai negara merdeka, karenanya mereka ingin merebut kembali kemerdekaan Indonesia, namun puncak dari perlawanan rakyat Indonesia pertama kali setelah kemerdekaan diproklamirkan adalah 10 November 1945 di Surabaya yang hingga saat ini dikenal dan diperingati sebagai hari pahlawan oleh bangsa Indonesia.

Konteks ini harus sebagai pelajaran bagi bangsa Indonesia saat ini, bahwa ancaman stabilitas nasional baik yang datang dari dalam maupun dari luar akan terus ada, maka dari itu kita sebagai bangsa tidak boleh lengah termasuk dari ancaman paham-paham radikal, rasis, intoleran, isu komunisme dan lain sebagainya.

Ketiga, pentingnya menjaga semangat persatuan. Sebagaimana dituturkan oleh peristiwa sejarah terutama yang terkait dengan peristiwa 10 November 1945 di Surabaya, ternyata yang ikut berperang melawan tentara Jepang dan Inggris bukan hanya masyarakat Surabaya, namun dari daerah lain pun ikut berpartisipasi. Hal ini mengindikasikan bahwa tiada kesuksesan tanpa kebersamaan dan tiada kemerdekaan tanpa sinergi dan persatuan.

Dengan demikian, sampailah kita pada kesimpulan bahwa sebagai bangsa yang besar dan merdeka saat ini dan ke depan generasi muda kita sangat membutuhkan keteladanan dari para elit dan tokoh bangsa ini, sehingga dari keteladanan ini kemudian akan dapat menjadi inspirasi bagi generasi muda bangsa untuk lebih agresif dalam mempersiapkan diri mereka sebagai pelanjut kepemimpinan di masa yang akan datang.

Keteladanan yang dibutuhkan generasi muda bangsa kita berasal dari seluruh aspek kehidupan sesuai dengan peran kita masing-masing sebut saja misalnya keteladanan dalam peran kita sebagai pemimpin, orangtua, guru (dosen), tokoh agama, ulama, muballigh dan seterusnya. Keteladanan yang ideal ialah ketika kata dan ucapan kita mampu selaras dengan tindakan dan perbuatan, pantaslah agama berpesan, Allah murka melihat orang yang mengatakan apa yang ia tidak lakukan (QS. ash-Shaff ayat 2-3).

Kualitas bangsa kita saat ini dan ke depan tidak hanya diukur dari banyaknya orang pintar, namun hadirnya orang yang bisa diteladani baik dari segi ucapan maupun perbuatannya.

Teruslah menjadi bagian dari bangsa ini yang menjadi penyebab lingkungan kita terjaga keamanannya, rajut silaturrahmi dengan seluruh anak bangsa terutama TNI dan Polri, baik dalam tingkat Sulawesi Selatan maupun daerah lainnya di Indonesia, maka yakinlah Indonesia ke depan akan tetap tegak berdiri di atas kedaulatannya sendiri.(*)

Tags: Dr. H. Abdul WahidHari Pahlawan
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

Aiman Syakil
Ekonomi

Membuka Akses Pasar bagi Produk Pertanian Lokal

25 Juni 2026
Opini

Sherly Sang Predator?

23 Juni 2026
Ist
Opini

Rakyat Menuntut Hak, Negara Hadir dengan Borgol: Pelajaran Pahit dari Popayato

24 Mei 2026
Next Post
Plt Bupati Boalemo Anas Jusuf bersama Ketua DPRD Boalemo Karyawan Eka Putra Noho menandatangani kesepakatan dokumen Rancangan KUA-PPAS APBD 2022.(F.HMS)

Plt Bupati Boalemo Sampaikan Rancangan KUA-PPAS APBD 2022

Plt Bupati Boalemo, Ir. H. Anas Jusuf MSi bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Pahlawan Tahun 2021 dipusatkan di Kecamatan Dulupi.(f.hms)

Peringati Hari Pahlawan, Anas Ajak Semua Elemen Satukan Tekad Bangun Boalemo Lebih Baik

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

f.ist

Sekjen Kemenag RI Dijadwalkan Bawakan Orasi Ilmiah Wisuda di UIN Gorontalo

2 hari ago
Dr.H.Abdul Wahid,MA

Peristiwa 10 November 1945, Sebagai Pijakan Bagi Bangsa Indonesia untuk Mewaspadai Ancaman Gangguan Stabilitas Nasional

5 tahun ago
Dr. Alvian Mato

Dr. Alvian Mato Pimpin LKBH UNUGO, Perkuat Barisan Advokat Kampus untuk Masyarakat Gorontalo

12 jam ago

Flamoria : 1 Sinergi, 1 Almamater!

5 hari ago
Ilustrasi Pertamina

Respons Cepat Pertamina, Pasokan LPG 3 Kg di Sulsel Ditambah 34 Persen

2 hari ago
f.ist

Sembilan Tahun Perjuangan Transformasi IAIN Gorontalo Menjadi UIN Terwujud

1 minggu ago
Foto Humas

Kantor Pertanahan Kota Gorontalo Raih Nilai Sempurna IKM dan IPK Periode Juli 2026

2 hari ago
Kajati Provinsi Sulawesi Utara

Kejati Sulut Gelar Seminar Hukum, Kajati Hendrik Tegaskan Hal Ini

2 hari ago
f.ist

Dugaan Korupsi Proyek Command Center, Kejati Tetapkan Mantan Pj Gubernur Gorontalo Tersangka

3 hari ago
Kerja sama antara Kementerian ATR/BPN dan Pemda Jabar

Kementerian ATR/BPN, KPK, dan Pemda Jawa Barat Sepakati Kerja Sama dalam Upaya Pencegahan Korupsi serta Penguatan Ekonomi Daerah

2 hari ago

Terbaru

f.hms
Ekonomi

Pemprov Kuncur Rp 980 Juta untuk UMKM di Kota Gorontalo

by NN Indonesia
6 Agustus 2026
0

f.hms NN, GORONTALO- Sebanyak 395 pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Kota Gorontalo memperoleh bantuan produksi...

Dr. Alvian Mato

Dr. Alvian Mato Pimpin LKBH UNUGO, Perkuat Barisan Advokat Kampus untuk Masyarakat Gorontalo

6 Agustus 2026

Sekolah Rakyat di Boalemo Mulai Beroperasi

6 Agustus 2026
f.hms

Program BSPS, Tahun Ini Gorontalo dapat 6.066 Unit

5 Agustus 2026
f.hms

Wagub Idah Kembali Ingatkan SPPG, Penuhi Standar MBG!

5 Agustus 2026
Ilustrasi Pertamina

Respons Cepat Pertamina, Pasokan LPG 3 Kg di Sulsel Ditambah 34 Persen

5 Agustus 2026
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat berada di Pohuwato-f.hms

879 Hektar Cetak Sawah Baru di Pohuwato Mulai Ditanami

5 Agustus 2026
f.hma

Insentif Fiskal Dimanfaatkan Pemprov Gorontalo Rehabilitasi Jalan Wanggarasi-Taluditi

4 Agustus 2026
Kajati Provinsi Sulawesi Utara

Kejati Sulut Gelar Seminar Hukum, Kajati Hendrik Tegaskan Hal Ini

4 Agustus 2026
f.ist

Pasar Murah Bersubsidi Sasar Biluhu

4 Agustus 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.