
Oleh: Herjianto Tangahu
Pembangunan daerah merupakan bagian integral dari pembangunan nasional. Pembangunan dilaksanakan dalam upaya Welfare State atau kesejahteraan. Peta pembangunan haruslah seimbang, jangan sampai ada kesenjangan antar daerah yang disebabkan tidak meratanya perhatian pemerintah atau bahkan menafikan daerah yang justru jadi anak kandung wilayah-nya.
Salah satu daerah di Indonesia yang masih dalam proses tahap transisi pembangunan adalah sebuah daerah pesisir selatan Provinsi Sulawesi Utara dengan luas 1.932,30 km2, yang diresmikan pada tanggal 21 Juli 2008 dan berbatasan langsung dengan provinsi Gorontalo yakni Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolmong-Sel).
Dalam teori pertumbuhan ekonomi historis gagasan Fredrich List, ia menganalogikan tentang wajah suatu daerah secara sederhana yakni 1). berburu dan mengembara, 2). beternak dan bertani, 3). kerajinan dan 4). industri dan perniagaan.
Memasuki usia daerah yang ke 13 tahun, ada banyak torehan yang telah capai oleh nahkoda kabupaten Bolmong-Sel terkait dengan pembangunan daerah, akan tetapi perlu banyak telaah dalam memaksimalkan potensi dalam mencapai puncak pertumbuhan ekonomi berdasarkan analoginya Fredrich.
Wajah kabupaten Bolmong-Sel nampak dari paparan data dari badan pusat statistik, spesifik tentang pertumbuhan ekonomi.
Tercatat sejak 2015-2019, Pertumbuhan ekonomi kabupaten ini hanya berkisar antara angka 1.47 – 1.49, % yang menempatkan Kabupaten ini sebagai daerah dengan angka dengan laju pertumbuhan ekonomi paling rendah se-Sulawesi Utara.
Hal yang lumrah bila diselaraskan dengan umur awal pembangunan daerah. Namun tak hanya sekedar pembangunan dari sisi pertumbuhan ekonominya saja. Kabupaten ini tercatat sebagai kabupaten yang dihuni oleh penduduk paling sedikit diantara 15 kabupaten/kota se-Sulawesi Utara yakni dengan jumlah 66.071 Jiwa (BPS : 2019).
Angka jumlah penduduk ini menempatkan Kabupaten Bolmong-Sel sebagai kabupaten dengan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) paling rendah se-Sulawesi Utara semenjak tahun 2017.
Potensi daerah dan sumber daya manusia yang mumpuni adalah dua hal yang menjadi indikator utama dalam pembangunan sebuah daerah. Lantas sudah seberapa perhatiankan pemerintah daerah dalam membina dan mempersiapkan generasi muda yang nantinya akan melanjutkan pembangunan daerah?.
Kontribusi pendapatan daerah atas akumulasi pendapatan provinsi masih sangat kecil dibandingkan dengan kabupaten/kota lain. Padahal potensial daerah dari sisi ekonomi dan sumber daya lainnya sangat besar dalam mendorong angka pendapatan daerah.
Berada dipesisir pantai selatan dan ditopang oleh sumber daya alam yang melimpah harusnya menjadi support system dalam pembangunan daerah.
Melimpahnya hasil alam berupa cingkeh, rica, kopra/kelapa dan jenis tumbuhan harus menjadi PR bagi pemerintah daerah dalam menciptakan sektor-sektor produksi strategis.
Pariwisata pun tak luput dari sub item yang patut jadi perhatian penting Pemerintah daerah, sebab berada dipesisir pantai menjadikan Kabupaten Bolmong-Sel ini adalah salah satu daerah yang kaya akan potensi wisata.
Potensi ini bisa menjadi roda penggerak bagi ekonomi masyarakat, menjadi multiefek dalam memacu sub sektoral lainnya untuk berkembang.
Patutnya segenap dari kita tidaklah merasa puas dengan segala bentuk capaian yang telah ditorehkan oleh pemerintah terdahulu den pemerintah sekarang, sebab merasa puas akan menjadikan kita hanya jalan ditempat saja.
Sejalan dengan itu, segala yang telah dicapai oleh pemerintah daerah memang sudah sesuai dengan target capaian, akan tetapi berkaca dari potensi daerah, masih banyak hal yang perlu “disedot” lagi. Sederhananya jangan hanya targetkan 10 jika potensi-nya 100.
Berdasarkan teori Rostow, saya pastikan status Kabupaten Bolmong-Sel telah ada pada tahap take-off dimana akan terjadi perubahan struktur ekonomi dari subsektor pertanian berpeluang ke subsektor industri.
“Welfare State” adalah tujuan kita bersama. Kesejahteraan petani, nelayan, peternak, buruh dan prosesi lainnya adalah harapan kita .
Mengelola secara mandiri atau mendatangkan investor untuk mengelola adalah pilihan. Lantas apa selanjutnya?.(*)


















