Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Opini

Tinggalkan Politik Identitas Untuk Menghadirkan Pilkada Damai

by NN Indonesia
6 Desember 2020
in Opini
Reading Time: 2 mins read
Dr. H. Abdul Wahid,MA

Oleh: Dr.H.Abdul Wahid, M.A-(Muballigh & Akademisi Makassar)

Pasca runtuhnya era orde baru kemudian diikuti oleh era reformasi, hingga saat ini telah berusia 22 tahun, tampaknya bangsa Indonesia masih belum menemukan model demokrasi yang paling tepat untuk diterapkan di negara yang sangat majemuk ini.

Faktanya saat ini, demokrasi yang dipraktikkan oleh bangsa Indonesia terutama dalam berbagai perhelatan Pilkada rentan terjadi konflik di tengah masyarakat, karena adanya sebagian elite dari bangsa kita yang cenderung dan gemar menampilkan politik identitas.

Politik identitas adalah sebuah model politik yang cenderung mempertentangkan suatu kelompok seperti etnis, suku, budaya, agama atau yang lainnya untuk tujuan tertentu. Hal yang demikian ini tentu bisa membahayakan persatuan dan semangat toleransi sesama anak bangsa yang selama ini sudah terbangun.

Akibat dari politik identitas ini kemudian lahirlah berbagai istilah diantaranya; ada kelompok yang mengklaim dirinya paling Pancasilais, ada kelompok kampret, kadrun, cebong dan lain sebagainya”. Semua istilah tersebut tidak boleh dibiarkan berkembang di republik ini, sebab dapat memperuncing terjadinya polarisasi dan disharmonis di tengah masyarakat.

Dalam petunjuk agama, pertikaian sangat dilarang dan dibenci oleh Allah, karena akan berdampak buruk terhadap kelangsungan hidup manusia. Begitu pentingnya menjaga toleransi dan kekeluargaan sehingga Nabi saw. pernah menegaskan, “Dari Anas r.a. Nabi saw. bersabda, “ Demi Allah yang jiwaku berada di tangan-Nya, syarat kesempurnaan iman seorang hamba adalah ketika ia mampu mencintai tetangganya atau saudaranya, sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri ”. (HR. Bukhari, dan Muslim).

Oleh karena itu dalam perhelatan Pilkada tahun ini khususnya di kota Makassar, diharapkan para kontestan tidak menampilkan politik identitas yang rentan bersinggungan dengan isu SARA yang amat sensitif. Di sisi lain politik identitas ini justru jauh dari semangat untuk menghadirkan demokrasi substansial di Indonesia.

Para kontestan sebaiknya fokus pada gagasan atau program kerja, kemudian disosialisasikan kepada masyarakat semaksimal mungkin agar masyarakat semakin teredukasi dan terbantu untuk menentukan pilihannya pada 9 Desember mendatang, dibandingkan dengan sibuk menyerang lawan politik apa lagi yang sifatnya privasi.

Indonesia saat ini membutuhkan sosok pemimpin yang tidak hanya cerdas, tapi pemimpin yang dapat menaungi semua elemen bangsa. Sosok pemimpin yang demikian ini diharapkan bisa hadir melalui perhelatan Pilkada serentak tahun ini.

Dari sinilah diharapkan kesadaran kolektif kita sebagai bangsa, terutama para elit, tokoh agama, tokoh masyarakat dan lebih khusus lagi para kontestan yang ikut dalam kontestasi Pilkada serentak tahun ini, untuk bersama-sama merawat dan menjaga persatuan dan kedamaian di tengah masyarakat yang selama ini sudah terjalin.

Pemungutan suara tinggal menghitung hari lagi, potensi gangguan kamtibmas perlu kita waspadai bersama. Karenanya saling bergandengan tangan, bahu-membahu bersama dengan jajaran Polri dalam menjaga kamtibmas dan situasi yang damai di masa pandemi dan tahun politik ini wajib dilakukan, karena yang demikian ini adalah kekuatan yang sangat besar untuk menjadikan Indonesia tetap dalam kondisi aman dan masyarakatnya hidup penuh kedamaian.(*)

Tags: Dr. Abdul WahidPilkadaTinggalkan Politik Identitas Untuk Menghadirkan Pilkada Damai
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

Ist
Opini

Rakyat Menuntut Hak, Negara Hadir dengan Borgol: Pelajaran Pahit dari Popayato

24 Mei 2026
Foto : Prof. Dr. Muhammad Amir Arham, M.E.
Daerah

Benar Orang Desa Tidak Pakai Dollar…….

18 Mei 2026
Headline

Pertemuan Trump – Xi di Beijing dan Kebangkitan Diplomasi Korporat

17 Mei 2026
Next Post
Anggota DPRD Kota Gorontalo meninjau realisasi proyek di Kota Barat, Ahad (6/12/2020).

DPRD Kota Soroti Pekerjaan Proyek di Kota Gorontalo

Irwan Hunawa

Infrastruktur Publik di Kota Barat, Irwan Hunawa : Terus Kami Perjuangkan

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Tersangka digiring menuju rumah tahanan-f.hm

Kejari Kotamobagu Tahan Eks Bendahara Pengeluaran KPU Boltim

2 hari ago
Dr. H. Abdul Wahid,MA

Tinggalkan Politik Identitas Untuk Menghadirkan Pilkada Damai

6 tahun ago
ist

Musprov Kadin Gorontalo Ditunda

1 hari ago
Ketua HMI Cab. Gorontalo, Aris Setiawan. (dok. anq/nn)

Aris Setiawan Sebut Kesenjangan Ekonomi Jadi Tantangan Besar Pemilu 2024

4 tahun ago

Era Baru IAIN Gorontalo

6 bulan ago
Letkol Czi Purbo Awin Niarto S.Msi M.M bersama awak media.

Dandim Pohuwato yang Dikenal Ramah Itu Dimutasi, Ini Jabatan Barunya

4 tahun ago
Aplikasi Mi-chat jadi salah satu perusahaan teknologi yang telah mendaftar PSE. (dok. istimewa/nn)

Ayo Siapa Penggemar Aplikasi Mi-Chat? Tenang Aplikasi Hijau Udah Daftar PSE

4 tahun ago

28 Personil Polres Gorut Ikut Upacara Kenaikan Pangkat

3 tahun ago
f.hms

Gubernur Canangkan Folu Net Sink di Bone Bolango

8 bulan ago
Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Gorontalo bersama Tim URC Polres Gorontalo Kota saat menggelar patroli gabungan pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 6–7 Juni 2026.

Tim URC Polda Gorontalo dan Polres Gorontalo Kota Gelar Patroli Gabungan, Antisipasi 3C dan Premanisme

3 hari ago

Terbaru

f.hms
Headline

Pemerintah Jamin Ketersediaan BBM Selama PENAS

by NN Indonesia
11 Juni 2026
0

f.hms NN, GORONTALO- Kesiapan transportasi dan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) untuk mendukung pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS)...

f.ist

Pembekalan Jaga Desa, Weny Minta ke BPD Pahami Tugas dan Tanggung Jawab

11 Juni 2026
f.hms

Padi dengan Penerapan Teknologi Prebiotik di Boalemo Sukses

10 Juni 2026
f.hms

Ruas Jalan Asparaga Diperbaiki 

10 Juni 2026
ist

Musprov Kadin Gorontalo Ditunda

9 Juni 2026
Tersangka digiring menuju rumah tahanan-f.hm

Kejari Kotamobagu Tahan Eks Bendahara Pengeluaran KPU Boltim

8 Juni 2026
f.hms

Gorontalo Siap Sambut Ribuan Peserta PENAS

8 Juni 2026
Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Gorontalo bersama Tim URC Polres Gorontalo Kota saat menggelar patroli gabungan pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 6–7 Juni 2026.

Tim URC Polda Gorontalo dan Polres Gorontalo Kota Gelar Patroli Gabungan, Antisipasi 3C dan Premanisme

8 Juni 2026
Foto : Pendiri OBH Yadikdam Gorontalo, Rongki Ali Gobel.

Geram Rakyat Kerap Dituduh Lakukan PETI, Praktisi Hukum Desak Pemerintah Terbitkan IPR-WPR

6 Juni 2026
ist

Jelang Musprov Kadin Gorontalo Memanas

6 Juni 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.