
NEWSNESIA.ID – Puluhan warga di Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo menggelar aksi demonstrasi, Kamis (2/2/2023).
Mereka menuntut agar Lurah/Bunda Kelurahan Tenda segera dicopot atau diberhentikan dari jabatannya karena kerap melakukan Pungutan Liar (Pungli).
Parahnya lagi, kata warga bernama Ratna (41) oknum lurah tersebut meminta sejumlah uang ke warga sebagai syarat untuk menerima bantuan.
“Ada yang 15 ribu, ada yang 20 ribu ketika ditanya alasannya untuk apa Bunda (lurah) tidak bisa menjelaskan,” ungkap Ratna.
Sementara Koordinator aksi, Agung menjelaskan bahwa oknum Lurah tersebut berdelik bahwa warga hanya diminta seikhlasnya.
“Padahal mau itu 1 rupiah sekalipun sudah tergolong Pungli dan ini sangat tidak pantas dilakukan seorang pejabat publik yang bersentuhan langsung dengan warga terlebih ini menyangkut bantuan yang sudah menjadi hak warga,” kata Agung geram.
Semula massa aksi hendak melakukan penyegelan di Kantor Kelurahan Tenda, namun beruntung dapat dicegah oleh Tokoh Masyarakat Hulonthalangi, Fikram Salilama bersama Camat Hulonthalangi, Kasim.
“Saya sudah sampaikan masalah ini langsung ke pak walikota, Marten Taha dan Sekda agar oknum lurah ini bisa dievaluasi,” ucap sosok yang juga Anggota DPRD Provinsi Gorontalo itu.
Senada dengan Fikran Salilama, Camat Kasim juga menegaskan bahwa masalah Bunda Lurah Tenda tersebut telah ia laporkan langsung kepada Sekda.
“Saya mohon warga bisa bersabar, ini sudah saya laporkan ke Pak Sekda, biarkan sama-sama kita menunggu hasilnya, karena soal mutasi, pemberhentian Lurah itu ranahnya Pemkot,” tuturnya.
Mendapat jawaban tersebut, warga tetap mendesak agar Lurah Tenda tidak lagi menampakkan wajahnya di Kantor Lurah karena warga telah geram.























