Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Opini

Penyimpangan Seksual Berujung Pembakaran Mayat: Momentum untuk Memaksimalkan Peran Keluarga dan Sekolah

by NN Indonesia
22 Juni 2021
in Opini
Reading Time: 3 mins read
Dr.H.Abdul Wahid,MA

Oleh: Dr. H. Abdul Wahid, MA
(Muballigh dan Akademisi Makassar)

Jajaran Polda Sulsel telah berhasil mengungkap motiv pembunuhan yang berujung dengan pembakaran mayat di Kab. Maros beberapa hari lalu. Pembunuhan ini terbilang sadis karena setelah korban dibunuh kemudian dibakar tanpa ada rasa kasihan sedikit pun terhadap korban.

Menurut Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol E. Zulpan, kasus pembunuhan tersebut untuk sementara melibatkan 9 orang remaja yang diketahui teman korban, hal ini dipicu oleh adanya kecemburuan atau cinta sesama jenis.

Kasus pembunuhan yang dipicu oleh hubungan asmara di kalangan remaja kerap terjadi di kota Makassar dan daerah lainnya di Sulawesi Selatan.  Tercatat paling tidak tiga tahun terakhir kasus pembunuhan yang dipicu oleh hubungan asmara dan penyimpangan seksual lainnya kerap berujung pada kasus pembunuhan secara sadis.

Sebut saja misalnya kasus kematian yang terjadi pada Sabtu malam 7 Maret 2020 Komang Mugiarta (24) menimpa salah seorang mahasiswa Universitas Bosowa, Kota Makassar, ditemukan tewas gantung diri di kamar kosnya Jalan Kesaaran 1 Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar. Korban meninggal diduga karena depresi berat setelah diputuskan cinta oleh kekasihnya.

Ada lagi kasus yang terjadi pada  Desember 2019 salah seorang mahasiswi UIN Alauddin bernama Asmaul Husna (21) ditemukan tewas dalam keadaan terlentang di kamar rumah kerabatnya di Kecamatan Manggala, dan pihak keamanan berhasil mengungkap motiv pembunuhan tersebut, dimana korban dibunuh  oleh pacarnya sendiri karena masalah asmara.

Terakhir adalah kasus pembunuhan yang berakhir pembakaran mayat di Kab. Maros beberapa hari yang lalu dan kemudian kasus ini sempat menghebohkan masyarakat Sulawesi Selatan.

Disamping persoalan pembunuhan, ada sejumlah tindak kejahatan lainnya yang kerap melibatkan oknum kelompok remaja misalnya penyalahgunaan narkoba, pencurian, begal, premanisme dan lainnya.

Untuk itu mencermati sejumlah kasus kejahatan tersebut di atas khususnya kasus pembunuhan sadis di Kab. Maros yang dipicu oleh kecemburuan atau cinta terlarang melibatkan usia remaja, sehingga sebagai bangsa membuat kita prihatin.

Di sisi lain, peristiwa pembunuhan sadis tersebut sejatinya dapat dijadikan sebagai momentum yang tepat agar semua elemen bangsa bersinergi dan berkolaborasi dengan pemerintah khususnya jajaran Kepolisian, sehingga berbagai kasus serupa ke depan tidak terulang lagi.

Peran dan perhatian kedua orangtua di rumah dalam memberikan pendidikan dan pengawasan kepada putra-putrinya harus diintensifkan karena pendidikan di dalam keluarga adalah awal dimana seorang anak manusia diperkenalkan nilai-nilai kultural, moral dan spiritual.

Langkah selanjutnya adalah melalui pendidikan  formal, mulai tingkat dasar hingga Perguruan Tinggi sangat diharapkan andilnya. Dengan menghadirkan kurikulum pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada kecerdasan intelektual, tapi harus diimbangi dengan kecerdasan moral dan spiritual diharapkan menjadi salah satu benteng untuk mencegah kalangan remaja agar terhindar dari berbagai tindakan melanggar hukum.

Demikian pula andil para tokoh agama dan tokoh masyarakat sangat diharapkan untuk lebih proaktif membantu pemerintah, bersinergi dengan jajaran Polri, melalui pesan-pesan moral di setiap kesempatan dan tempat, sehingga potensi terjadinya tindak kejahatan yang melibatkan remaja bisa diminimalisir sejak dini.

Apa yang telah dilakukan oleh pemerintah melalui aparat keamanan khususnya jajaran Polda Sulsel harus didukung dan diapresiasi, namun demikian sekali lagi hal tersebut tidak bisa maksimal tanpa dukungan dari semua pihak.

Hal ini sejalan dengan pesan Nabi saw.  dalam salah satu hadisnya, ”Barangsiapa yang melihat suatu kemungkaran di lingkungannya, maka hendaklah ia mencegahnya dengan tangannya, jika tidak bisa maka cegahlah dengan lisannya, jika tidak bisa maka cegahlah dengan hatinya dan yang demikian itu adalah selemah-lemahnya iman” (HR. Bukhari, Muslim).

Mencegah kemungkaran dengan tangan maksudnya melalui kebijakan pemerintah yang ditindak lanjuti oleh aparat Kepolisian, selanjutnya mencegah kemungkaran dengan lisan adalah domain dari tokoh agama, tokoh masyarakat dan semua pihak yang dianggap kompeten dan punya perhatian terhadap masalah kehidupan berbangsa.

Terakhir mencegah kemungkaran dengan hati maksudnya adalah dengan do’a dan kesabaran, sehingga tidak terpancing untuk menghina, membully mereka yang telah melakukan tindak kejahatan baik secara langsung maupun melalui sosial media.

Akhirnya kita berharap, semoga kasus pembunuhan sadis seperti yang terjadi Kab. Maros beberapa hari lalu, ke depan tidak terulang lagi baik di wilayah hukum Polda Sulawesi Selatan maupun daerah lainnya di Indonesia.(*)

Tags: Dr. H. Abdul WahidMarosPembakaran Mayat
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

Aiman Syakil
Ekonomi

Membuka Akses Pasar bagi Produk Pertanian Lokal

25 Juni 2026
Opini

Sherly Sang Predator?

23 Juni 2026
Ist
Opini

Rakyat Menuntut Hak, Negara Hadir dengan Borgol: Pelajaran Pahit dari Popayato

24 Mei 2026
Next Post
Wakil Ketua DPRD Gorut Hamzah Siddik Djibran

Begini Tanggapan Hamzah Soal Demo GAM Gorut

Plt Bupati Boalemo Ir. H. Anas Jusuf MSi.

Penilaian Aksi Konvergensi Stunting 2020, Boalemo Optimis Terbaik Tingkat Provinsi

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Sherly Sang Predator?

3 hari ago
Prof.Dr.Ahmad Faisal, M.Ag

Penuh Khidmat, Rektor IAIN Gorontalo Bawakan Do’a Dihadapan Presiden RI pada Puncak PENAS 2026

2 hari ago
Foto : Nenek Farida (74) korban PHK Sepihak oleh Ko Lay.

Miris! Ditengah Riuh Puncak Penas Ke XVII, Ada Nenek Petani 74 Tahun Di PHK Sepihak Tanpa Pesangon

2 hari ago
Dr.H.Abdul Wahid,MA

Penyimpangan Seksual Berujung Pembakaran Mayat: Momentum untuk Memaksimalkan Peran Keluarga dan Sekolah

5 tahun ago
Aiman Syakil

Membuka Akses Pasar bagi Produk Pertanian Lokal

22 jam ago
f.ist

Saatnya BUMD Provinsi Gorontalo Bangkit!

3 bulan ago
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). (Ilustrasi)

LPS Tetapkan TBP Baru Mulai Juli 2026, Perkuat Stabilitas Perbankan dan Kepercayaan Nasabah

20 jam ago
f.ist

Gusnar Ismail Tak Ingin Penambang Terjerat Hukum

4 bulan ago
Kepala Badan Penghubung Provinsi Gorontalo Mohamad Iqbal Lasabang saat menyambut kedatangan peserta PENAS XVII asal Kab. Karimun Provinsi Kepulauan Riau fi Bandara Djalaluddin Gorontalo. (F. Istimewa)

Dari Jakarta hingga Gorontalo, Peserta Asal Kepri Terpukau dengan Pelayanan Tuan Rumah PENAS XVII

1 minggu ago

Terbaru

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). (Ilustrasi)
Daerah

LPS Tetapkan TBP Baru Mulai Juli 2026, Perkuat Stabilitas Perbankan dan Kepercayaan Nasabah

by NN Indonesia
25 Juni 2026
0

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). (Ilustrasi) NEWSNESIA.ID, Jakarta -  Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) pada Senin 22 Juni...

Aiman Syakil

Membuka Akses Pasar bagi Produk Pertanian Lokal

25 Juni 2026
doc-ist

PENAS Sukses, Duta Besar Australia Beri Selamat ke Gubernur Gusnar

25 Juni 2026
Momen Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda dan Wagub Gorontalo, Idah Syahidah Ruslie Habibie saat menyapa masyarakat Gorontalo dan ribuan peserta PENAS XVII. (sumber Foto : Kominfo)

Dua Perempuan Inspiratif Jadi Daya Tarik di PENAS XVII

24 Juni 2026
Presiden RI, Prabowo Subianto Hadiri Puncak PENAS XVII di Gorontalo. (Sumber Foto : Kominfo)

Hadiri Puncak Penas XVII di Gorontalo, Presiden Prabowo Optimis Indonesia Bisa Jadi Lumbung Pangan Dunia

24 Juni 2026
Prof.Dr.Ahmad Faisal, M.Ag

Penuh Khidmat, Rektor IAIN Gorontalo Bawakan Do’a Dihadapan Presiden RI pada Puncak PENAS 2026

24 Juni 2026
f.hms

Presiden Prabowo Kenakan Upia Karanji Dipenutupan PENAS

24 Juni 2026
Foto : Nenek Farida (74) korban PHK Sepihak oleh Ko Lay.

Miris! Ditengah Riuh Puncak Penas Ke XVII, Ada Nenek Petani 74 Tahun Di PHK Sepihak Tanpa Pesangon

24 Juni 2026
F. Istimewa

Menteri Transmigrasi Sesuaikan Agenda di Gorontalo, Pastikan Silaturahmi ke Boalemo Tetap Berlanjut

24 Juni 2026
f.ist

Presiden Prabowo Boyong Para Menteri ke Gorontalo

23 Juni 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.