
NEWSNESIA.ID – Kepolisian Daerah Gorontalo menggelar Focus Group Discussion (FGD) terkait penanganan polemik batu hitam di Hotel Grand Q, Selasa (20/12/2022).
FGD yang turut dihadiri oleh Wakil Ketua I DPRD Provinsi Gorontalo, Kris Wartabone itu berlangsung cukup alot.
Usai sesi FGD Kris menyayangkan ketidakhadiran Penjagub Hamka Hendra Noer yang tidak hadir dan hanya mengirim perwakilan.
“Seharusnya dihadiri Penjagub dan Bupati, bukan perwakilan karena hal ini sangat penting,” kata Kris.
Ia menganggap Pemerintah Provinsi dan Kabupaten tak serius ingin mencari solusi terbaik atas konflik lahan tambang yang terus bergulir.
“Ini seolah tidak serius memikirkan nasib rakyat, para penambang. Masalah ini sudah lama terus dibiarkan, sudah 30 tahun lamanya,” paparnya.
Sehingga Kris meminta pihak Pemprov maupun Pemda Bone Bolango betul-betul bisa memberikan jalan keluar terbaik.
“Dengan memfasilitasi dan mengawal hingga ke pusat, karena ini sudah mendapat perhatian sampai nasional,” terangnya.
Disisi lain, Kapolda Gorontalo, Irjen Pol Helmy Santika menerangkan jika tujuan dilaksanakannya FGD untuk menjadi jembatan antara masyarakat dan Pemerintah.
“Agar bersama-sama bisa keluar dari polemik dan menghasilkan keputusan yang tidak merugikan pihak manapun,” ucap Irjen Pol Helmy.























