Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Opini

Penderitaan Anak Gaza: Bukti Lemahnya Organisasi Dunia Dan Standar Ganda HAM Barat

by NN Indonesia
10 April 2025
in Opini
Reading Time: 3 mins read
F. Ist

Oleh: Karmila Napu, S.Pd/ Pengajar

Lebih dari 39.000 anak di Jalur Gaza telah kehilangan satu atau kedua orangtua mereka akibat serangan Israel yang terus-menerus sejak 7 Oktober 2023. Menurut Biro Statistik Palestina seperti dilansir Al Mayadeen, Jalur Gaza kini menghadapi krisis yatim terbesar dalam sejarah modern. Dalam pernyataan yang dikeluarkan menjelang Hari Anak Palestina, biro tersebut mengonfirmasi bahwa 39.384 anak telah menjadi yatim sepanjang 534 hari pengeboman. Dari jumlah tersebut, sekitar 17.000 anak kehilangan kedua orangtua dan kini “menghadapi kehidupan tanpa dukungan atau perawatan.” ( Liputan6.com)

Kebrutalan zionis makin luar biasa telah menyebabkan puluhan ribu anak menjadi korban genosida, sebuah tragedi yang juga mewariskan kepedihan mendalam bagi ribuan anak yang kini yatim piatu. Pukulan telak bagi penegak HAM yang hanya mampu menyampaikan kecaman, menyaksikan puluhan ribu anak meregang nyawa dan kehilangan orang tua tanpa ada yang melindungi mereka..

 

TAK KUAT DAN TAK MAMPU MELINDUNGI

Sejak  tahun 2023 dari UNICEF mengeluarkan tanda bahaya  atas meningkatnya korban anak dalam konflik Israel-Palestina adalah tamparan keras bagi nurani kolektif dan efektivitas diplomasi global. Imbauan UNICEF untuk de-eskalasi dan perlindungan anak seharusnya membangkitkan konsensus politik internasional untuk menekan semua pihak yang terlibat agar menghentikan kekerasan. Ketidakmauan atau ketidakmampuan komunitas internasional untuk memastikan kepatuhan terhadap hukum internasional dan hak-hak anak adalah noda hitam dalam sejarah peradaban modern. Dan ditahun 2025 Enam kepala badan PBB mendesak dunia segera bertindak tegas untuk melanjutkan gencatan senjata diGaza, memastikan bantuan kemanusiaan lancar, dan melindungi warga sipil. Pernyataan tanggal 7 April ini ditandatangani oleh pimpinan OCHA, UNICEF, UNOPS, UNRWA, WFP, dan WHO. Semua fakta ini terjadi di tengah narasi soal HAM dan tetek bengek aturan internasional dan perangkat hukum soal perlindungan dan pemenuhan hak anak. nyatanya aturan-aturan tersebut tak mampu menghentikan apalagi mencegah penderitaan anak-anak Palestina. Nyatanya Zionis seolah tak tersentuh sanksi politik, ekonomi, maupun sosial karena PBB memilih diam tanpa aksi nyata. Ketidakberdayaan PBB ini diperparah oleh sokongan AS dalam berbagai aspek, mulai dari politik hingga kekuatan militer. Dengan demikian, adalah beralasan kuat untuk menempatkan Zionis dan AS sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pelanggaran HAM berat, bahkan layak disebut sebagai penjahat kemanusiaan internasional.

Dunia telah bersuara mengecam kebiadaban Zionis, namun genosida di Palestina terus terjadi tanpa dampak berarti, memperlihatkan standar ganda HAM Barat yang mengabaikan hak Muslim dan justru menyalahkan mereka serta Islam saat hak mereka sendiri dilanggar. HAM Barat, yang berakar pada sekularisme dan kapitalisme, menempatkan kebebasan manusia sebagai tolok ukur tanpa landasan agama, sehingga gagal menjadi solusi HAM yang adil dan universal. Paradigma kebebasan individualistik ini kontras dengan Islam yang memandang manusia terikat syariat dan menawarkan konsep hak manusia yang terstruktur (maqâshidusy syarî‘ah) sebagai alternatif yang lebih komprehensif dan berorientasi pada perlindungan nilai-nilai fundamental.

 

STOP BERHARAP ! BUTUH YANG KUAT DAN MAMPU MELINDUNGI

Semua ini semestinya menyadarkan umat bahwa tidak ada yang bisa mereka harapkan dari lembaga-lembaga internasional dan semua aturan yang dilahirkannya. Masa depan Gaza/Palestina ada pada tangan mereka sendiri, yakni pada kepemimpinan politik Islam atau khilafah yang semestinya sungguh-sungguh mereka perjuangkan. Khilafah adalah kepemimpinan umum atas seluruh kaum muslim yang akan berperan sebagai junnah (perisai) untuk membela tanah kaum muslim, juga kemuliaan Islam dan kaum muslim, tidak hanya di Palestina tetapi juga di seluruh dunia. Ini sebagaimana sabda Rasulullah saw., “Sesungguhnya al-imam (khalifah) itu junnah (perisai) yang (orang-orang) akan berperang mendukungnya dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan)-nya.” (HR Muttafaqun ’Alayh dll.)

Palestina dibebaskan dari penjajahan Romawi melalui jihad fi sabilillah di bawah kepemimpinan Khalifah Umar bin Khaththab (637 M) , dengan pembebasan Baitulmaqdis yang damai. Setelah sempat direbut tentara Salib dan mengalami perlakuan buruk selama hampir 90 tahun, kemudian  Baitulmaqdis kembali ke tangan Muslim di bawah Shalahuddin al-Ayyubi pada tahun 1187 M. Sejarah mencatat bahwa pembebasan dan perlindungan Palestina selalu terkait dengan kepemimpinan Islam yang kuat, seperti penolakan Sultan Abdul Hamid II terhadap tawaran Zionis. Oleh karena itu, pembebasan Palestina dari penjajahan Zionis hanya akan terwujud dengan tegaknya Khilafah yang akan mengirimkan pasukan jihad untuk merebut kembali tanah suci tersebut, menjadikan jihad dan Khilafah sebagai solusi utama.

Khilafah berfungsi sebagai rain dan junnah, tidak akan pernah membiarkan kezaliman menimpa rakyatnya. Khilafah terbukti selama belasan abad berhasil menjadi benteng pelindung yang aman, dan memberikan support system terbaik bagi tumbuh kembang anak sehingga mereka bisa menjadi generasi cemerlang pembangun peradaban emas dari masa ke masa. Tentu, Setiap muslim wajib terlibat dalam memperjuangkan kembalinya khilafah agar mereka punya hujjah bahwa mereka tidak diam berpangku tangan melihat anak-anak Gaza dan orang tua mereka dibantai oleh zionis dan sekutu-sekutunya..(*)

 

 

 

Tags: Anak gazaSavepalestina
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

Aiman Syakil
Ekonomi

Membuka Akses Pasar bagi Produk Pertanian Lokal

25 Juni 2026
Opini

Sherly Sang Predator?

23 Juni 2026
Ist
Opini

Rakyat Menuntut Hak, Negara Hadir dengan Borgol: Pelajaran Pahit dari Popayato

24 Mei 2026
Next Post
F.hms

LKPD Pemprov Gorontalo Tahun 2024 Mulai Diperiksa BPK

Gubernur Gorontalo bersama Kapolda Gorontalo saat mengecek kesiapan pelaksanaan PSU Gorut.

Kapolda Gorontalo Pastikan Persiapan Pelaksanaan PSU Gorut

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

F. Ist

Penderitaan Anak Gaza: Bukti Lemahnya Organisasi Dunia Dan Standar Ganda HAM Barat

1 tahun ago

Sherly Sang Predator?

4 hari ago
Ilustrasi

Bantuan Jamban DD Pemdes Paisumosoni Disinyalir Pilih Kasih, Warga Adu ke Camat

5 tahun ago
Presiden RI, Prabowo Subianto Hadiri Puncak PENAS XVII di Gorontalo. (Sumber Foto : Kominfo)

Hadiri Puncak Penas XVII di Gorontalo, Presiden Prabowo Optimis Indonesia Bisa Jadi Lumbung Pangan Dunia

3 hari ago
Kondisi area di Pohuwato persawahan yang kering

Petani Pohuwato Datang ke PENAS Mau Ngadu ke Pemerintah Pusat, Sedimentasi Masih Jadi Masalah Utama Pertanian

6 hari ago
Prof.Dr.Ahmad Faisal, M.Ag

Penuh Khidmat, Rektor IAIN Gorontalo Bawakan Do’a Dihadapan Presiden RI pada Puncak PENAS 2026

3 hari ago

IAIN Gorontalo Gelar Penyamaan Persepsi Akreditasi Bersama Dewan Eksekutif BAN PT

2 minggu ago
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). (Ilustrasi)

LPS Tetapkan TBP Baru Mulai Juli 2026, Perkuat Stabilitas Perbankan dan Kepercayaan Nasabah

2 hari ago
f.hms

Jaga Stabilitas Harga Pangan, Pemprov Gorontalo Perkuat Komoditas Lokal

16 jam ago
Kepala Badan Penghubung Provinsi Gorontalo Mohamad Iqbal Lasabang saat menyambut kedatangan peserta PENAS XVII asal Kab. Karimun Provinsi Kepulauan Riau fi Bandara Djalaluddin Gorontalo. (F. Istimewa)

Dari Jakarta hingga Gorontalo, Peserta Asal Kepri Terpukau dengan Pelayanan Tuan Rumah PENAS XVII

1 minggu ago

Terbaru

f.hms
Ekonomi

Jaga Stabilitas Harga Pangan, Pemprov Gorontalo Perkuat Komoditas Lokal

by NN Indonesia
26 Juni 2026
0

f.hms NN, GORONTALO- Pemerintah Provinsi Gorontalo akan memperkuat pengembangan komoditas lokal sebagai langkah menjaga stabilitas pangan dan...

f.hms

Lokasi Eks Gelar Tekhnologi PENAS Akan Dijadikan Agrowisata

26 Juni 2026
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). (Ilustrasi)

LPS Tetapkan TBP Baru Mulai Juli 2026, Perkuat Stabilitas Perbankan dan Kepercayaan Nasabah

25 Juni 2026
Aiman Syakil

Membuka Akses Pasar bagi Produk Pertanian Lokal

25 Juni 2026
doc-ist

PENAS Sukses, Duta Besar Australia Beri Selamat ke Gubernur Gusnar

25 Juni 2026
Momen Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda dan Wagub Gorontalo, Idah Syahidah Ruslie Habibie saat menyapa masyarakat Gorontalo dan ribuan peserta PENAS XVII. (sumber Foto : Kominfo)

Dua Perempuan Inspiratif Jadi Daya Tarik di PENAS XVII

24 Juni 2026
Presiden RI, Prabowo Subianto Hadiri Puncak PENAS XVII di Gorontalo. (Sumber Foto : Kominfo)

Hadiri Puncak Penas XVII di Gorontalo, Presiden Prabowo Optimis Indonesia Bisa Jadi Lumbung Pangan Dunia

24 Juni 2026
Prof.Dr.Ahmad Faisal, M.Ag

Penuh Khidmat, Rektor IAIN Gorontalo Bawakan Do’a Dihadapan Presiden RI pada Puncak PENAS 2026

24 Juni 2026
f.hms

Presiden Prabowo Kenakan Upia Karanji Dipenutupan PENAS

24 Juni 2026
Foto : Nenek Farida (74) korban PHK Sepihak oleh Ko Lay.

Miris! Ditengah Riuh Puncak Penas Ke XVII, Ada Nenek Petani 74 Tahun Di PHK Sepihak Tanpa Pesangon

24 Juni 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.