Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Opini

Penerapan “Gemari” (Gemar Makan Ikan) melalui Budidaya Ikan Air Tawar di Kolam

by NN Indonesia
2 Agustus 2025
in Opini
Reading Time: 3 mins read

Penulis : Hendrik D.J. Borolla

Gerakan “Gemar Makan Ikan” (Gemari) yang dicanangkan oleh pemerintah bukan sekadar slogan semata. Gerakan ini merupakan sebuah strategi nasional untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya dalam mencukupi kebutuhan protein hewani yang berkualitas. Ikan dikenal sebagai sumber protein, asam lemak omega-3, vitamin, dan mineral yang sangat baik untuk pertumbuhan fisik dan kecerdasan otak, terutama pada anak-anak.

Namun, tantangan utama yang sering dihadapi adalah keterjangkauan harga, ketersediaan yang kontinyu, dan kesadaran akan manfaatnya. Di sinilah, budidaya ikan air tawar di kolam berperan sebagai pilar utama dalam mewujudkan visi Gemari tersebut, tidak hanya sebagai pemasok tetapi juga sebagai penggerak ekonomi lokal.
Budidaya ikan air tawar di kolam, mulai dari kolam tanah hingga kolam terpal, menawarkan solusi yang realistis dan berkelanjutan untuk menyediakan sumber protein yang murah dan mudah dijangkau.

Berbeda dengan ikan laut yang sering bergantung pada musim dan kondisi cuaca, budidaya kolam memungkinkan produksi ikan yang lebih terkontrol dan stabil sepanjang tahun. Ikan seperti nila, lele, mas, dan gurami dapat dibudidayakan di berbagai skala, dari kolam pekarangan rumah (urban farming) hingga kolam usaha yang lebih besar. Ketercapaian program Gemari sangat bergantung pada kemudahan akses masyarakat terhadap ikan, dan budidaya kolam menjawab tepat pada persoalan ini dengan mempersingkat rantai pasok, yang pada akhirnya menekan harga jual.
Penerapan Gemari melalui budidaya kolam bersifat multi-dimensional, memberikan dampak yang jauh melampaui sekadar penyediaan pangan.

1. Dimensi Ketersediaan dan Keterjangkauan:

Dengan membudidayakan ikan di kolam, komunitas atau keluarga dapat memproduksi ikannya sendiri. Konsep “one house one pond” atau memanfaatkan lahan sempit dengan kolam terpal dapat mendorong kemandirian pangan keluarga. Ikan yang dipanen langsung dari kolam sendiri jelas lebih segar, terjamin keamanannya, dan yang terpenting, harganya jauh lebih murah bahkan hampir tanpa biaya jika dikonsumsi sendiri. Ini menghilangkan kendala finansial sebagai penghalang untuk makan ikan.

2. Dimensi Pendidikan dan Kesadaran:

Proses budidaya ikan itu sendiri menjadi alat pendidikan yang powerful. Ketika masyarakat, termasuk anak-anak, terlibat langsung dalam memelihara ikan, mulai dari memberi pakan, mengelola kualitas air, hingga memanen. Mereka akan mengembangkan apresiasi yang lebih dalam terhadap sumber makanan mereka. Hal ini menumbuhkan kesadaran untuk gemar makan ikan karena mereka memahami proses dibaliknya. Sekolah-sekolah pun dapat memasukkan budidaya kolam sebagai bagian dari pendidikan gizi dan kewirausahaan.

3. Dimensi Pemberdayaan Ekonomi:

Budidaya ikan air tawar di kolam telah lama menjadi tulang punggung perekonomian banyak keluarga di pedesaan dan pinggiran kota. Program Gemari tidak hanya mendorong konsumsi tetapi juga menciptakan lapangan kerja dan usaha baru. Masyarakat tidak hanya sebagai konsumen, tetapi juga sebagai produsen. Mereka dapat membudidayakan ikan untuk konsumsi sendiri dan menjual kelebihannya ke pasar lokal, warung, atau restoran. Hal ini menciptakan siklus ekonomi yang berkelanjutan: meningkatnya permintaan (karena kampanye Gemari) akan diikuti dengan meningkatnya produksi melalui budidaya, yang pada gilirannya meningkatkan pendapatan masyarakat.

4. Dimensi Ketahanan Gizi Keluarga:

Keluarga yang memiliki kolam budidaya akan memiliki “tabungan protein” hidup yang dapat dipanen kapan saja. Ini sangat crucial untuk menjaga ketahanan gizi keluarga, terutama di saat-saat tertentu seperti paceklik atau krisis ekonomi. Ikan hasil budidaya sendiri memastikan bahwa anak-anak selalu mendapatkan asupan gizi yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang mereka tanpa terbebani oleh fluktuasi harga di pasar.

Langkah Strategis Integrasi Budidaya Kolam dan Gemari Untuk memaksimalkan potensi ini, diperlukan langkah-langkah terintegrasi:
• Penyuluhan dan Pelatihan: Pemerintah perlu gencar menyuluhkan teknik budidaya ikan air tawar yang mudah dan murah, khususnya dengan memanfaatkan teknologi kolam terpal dan bioflok untuk lahan terbatas.
• Bantuan Permodalan dan Sarana: Memberikan akses yang mudah kepada pembudidaya pemula, seperti kelompok wanita atau pemuda, untuk mendapatkan bantuan bibit, pakan, atau peralatan dengan skema KUR (Kredit Usaha Rakyat) yang terjangkau.

• Pembentukan Model Percontohan: Membangun demo farm atau kebun bibit di setiap daerah sebagai pusat pembelajaran dan percontohan bagi masyarakat yang ingin memulai.
• Integrasi dengan Program Lain: Mensinergikan program budidaya kolam dengan program lain seperti Program Kampung Ikan atau integrasi dengan sektor pariwisata (wisata pemancingan atau kuliner ikan segar).

Gerakan Gemar Makan Ikan (Gemari) dan budidaya ikan air tawar di kolam adalah dua sisi mata uang yang tidak dapat dipisahkan. Budidaya kolam adalah engine yang mendorong keberlanjutan program Gemari dengan menyediakan ikan yang terjangkau, segar, dan berkelanjutan.

Dengan mendorong masyarakat untuk tidak hanya “makan ikan” tetapi juga “memelihara ikan”, kita menciptakan sebuah ekosistem yang mandiri, berdaya, dan kaya gizi. Pada akhirnya, kolam-kolam ikan di pekarangan rumah dan desa bukan hanya sumber protein, tetapi juga sumber kehidupan dan kecerdasan bagi generasi mendatang.(*)

Tags: Gemar makan ikanGemari
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

Aiman Syakil
Ekonomi

Membuka Akses Pasar bagi Produk Pertanian Lokal

25 Juni 2026
Opini

Sherly Sang Predator?

23 Juni 2026
Ist
Opini

Rakyat Menuntut Hak, Negara Hadir dengan Borgol: Pelajaran Pahit dari Popayato

24 Mei 2026
Next Post
F.ist

Fornas 2025 Berakhir, Perdana Gorontalo Bawa Pulang 18 Medali

4 terduga pelaku pencurian kopra di Pohuwato berhasil diamankan polisi

Terduga Pelaku Pencurian Kopra di Pohuwato Dibekuk Polisi, Ternyata Residivis

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

f.ist

Sekjen Kemenag RI Dijadwalkan Bawakan Orasi Ilmiah Wisuda di UIN Gorontalo

1 hari ago

Penerapan “Gemari” (Gemar Makan Ikan) melalui Budidaya Ikan Air Tawar di Kolam

1 tahun ago
f.ist

Dugaan Korupsi Proyek Command Center, Kejati Tetapkan Mantan Pj Gubernur Gorontalo Tersangka

2 hari ago
f.hms

Langkah Cepat Gubernur Gusnar Respon Keluhan Petani di Buntulia

1 hari ago
Ilustrasi Pertamina

Respons Cepat Pertamina, Pasokan LPG 3 Kg di Sulsel Ditambah 34 Persen

9 jam ago
Kajati Provinsi Sulawesi Utara

Kejati Sulut Gelar Seminar Hukum, Kajati Hendrik Tegaskan Hal Ini

20 jam ago
F. Hms

Pelatihan Vokasi BLK Gorontalo Masuki Tahap Akhir, Peserta Tunjukkan Kemajuan Signifikan

7 hari ago
Menteri Nusron Wahid

Rakor Bersama Pemda Se-NTT, Menteri Nusron Minta Dukungan Kepala Daerah Wujudkan Transformasi Layanan Pertanahan

23 jam ago
Foto Humas

Kantor Pertanahan Kota Gorontalo Tetap Buka Layanan Akhir Pekan Melalui Program PELATARAN

4 hari ago

Pegawai Kantor Pertanahan Kota Gorontalo Raih Gelar Magister Administrasi Publik

4 hari ago

Terbaru

f.hms
Headline

Program BSPS, Tahun Ini Gorontalo dapat 6.066 Unit

by NN Indonesia
5 Agustus 2026
0

f.hms NN, GORONTALO- Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail memantau progres pembangunan rumah melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya...

f.hms

Wagub Idah Kembali Ingatkan SPPG, Penuhi Standar MBG!

5 Agustus 2026
Ilustrasi Pertamina

Respons Cepat Pertamina, Pasokan LPG 3 Kg di Sulsel Ditambah 34 Persen

5 Agustus 2026
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat berada di Pohuwato-f.hms

879 Hektar Cetak Sawah Baru di Pohuwato Mulai Ditanami

5 Agustus 2026
f.hma

Insentif Fiskal Dimanfaatkan Pemprov Gorontalo Rehabilitasi Jalan Wanggarasi-Taluditi

4 Agustus 2026
Kajati Provinsi Sulawesi Utara

Kejati Sulut Gelar Seminar Hukum, Kajati Hendrik Tegaskan Hal Ini

4 Agustus 2026
f.ist

Pasar Murah Bersubsidi Sasar Biluhu

4 Agustus 2026
Menteri Nusron Wahid

Rakor Bersama Pemda Se-NTT, Menteri Nusron Minta Dukungan Kepala Daerah Wujudkan Transformasi Layanan Pertanahan

4 Agustus 2026
Foto Humas

Kantor Pertanahan Kota Gorontalo Raih Nilai Sempurna IKM dan IPK Periode Juli 2026

4 Agustus 2026
f.ist

Sekjen Kemenag RI Dijadwalkan Bawakan Orasi Ilmiah Wisuda di UIN Gorontalo

4 Agustus 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.