
POHUWATO-NN- Kepolisian Resor (Polres) Pohuwato melalui Resmob Satuan Reserse Kriminal, berhasil amankan 4 terduga pelaku tindak pidana pencurian kelapa kering (kopra).
Keempat pelaku diamankan di dua lokasi berbeda. Terduga pelaku WB(28) diamankan di Sulawesi Tengah bersama Resmob Satreskrim Res Parimo. Terduga WB ini ternyata sudah sering keluar masuk penjara dengan kasus yang sama.
Sementara tiga lainnya IH, P, ASN, berhasil dibekuk di Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo bersama Satreskrim Polda Gorontalo.
Penangkapan bermula dari adanya laporan masyarakat bahwa, telah terjadi aksi pencurian kopra di Desa Mekar Jaya, Kecamatan Duhiadaa.
Dari laporan itu, personil Resmob langsung bergerak menuju ke TKP untuk melakukan peyelidikan dan olah TKP. Hasilnya diperoleh informasi bahwa, korban mengalami kerugian sebanyak 2 karung diperkirakan seberat 200kg senilai harga Rp. 5.000.000,00.
Hasil penyelidikan juga diperkuat dengan adanya rekaman CCTV milik pelapor. Di rekaman tersebut terlihat bahwa, terduga pelaku diduga berjumlah 4 orang menggunakan Toyota Avanza warna Silver dengan peran masing-masing.
Berdasarkan hasil penyelidikan, personil Resmob melakukan pelacakan digital terhadap nomor telephone terduga pelaku WB. WB diketahui bergerak dari wilayah Marisa menuju ke arah Kabupaten Parigi Moutong.
Dari hasil pemantauan nomor telephone tersebut, personil Resmob melakukan pengejaran terhadap terduga pelaku dan melakukan koordinasi dengan personil Resmob Satreskrim Res Parimo untuk dapat mencegat dan mengamankan terduga pelaku WB.
Kemudian pada hari Selasa tanggal 29 Juli 2025 pukul 17.50 wita, personil Resmob Pohuwato mendapat informasi dari personil Resmob Satreskrim Res Parimo bahwa, WB telah berhasil diamankan disalah satu rumah makan singgah yang ada di wilayah Toboli.
Kemudian WB diserahkan ke Resmob Pohuwato. Oleh Resmob Pohuwato, WB dibawa ke Mapolres Pohuwato untuk dilakukan pemeriksaan mendalam.
Hasilnya, WB mengakui melakukan aksinya. Dia mengaku menjalankan aksi dengan beberapa rekannya. Dari pengakuan tersebut berakhir dengan penangkapan tiga terduga pelaku lainnya. Sementara 1 orang lagi RO masih dalam pengejaran.(Mus)






















