Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Opini

Siswa SMP Terjerat Pinjol dan Judol, Potret Generasi Semakin Rusak?

by NN Indonesia
12 November 2025
in Opini
Reading Time: 3 mins read
Putri Rahmawati-f.ist

 

Dikutip dari Tirto.id (28/10/2025), kasus pelajar terjerat judi online (judol) semakin memprihatinkan dan menunjukkan lemahnya perlindungan negara terhadap generasi muda.

Salah satunya dialami Hafizh (19), pelajar asal Bogor yang kecanduan judol hingga menjual barang-barang milik keluarganya. Fenomena serupa juga dialami seorang siswa SMP di Kulon Progo, yang sampai terlilit utang pinjaman online (pinjol) sebesar Rp4 juta. Data PPATK mencatat, pada kuartal pertama 2025, pelajar usia 10–16 tahun tercatat melakukan deposit judol lebih dari Rp2,2 miliar, sementara usia 17–19 tahun mencapai Rp47,9 miliar.

Fakta ini menjadi alarm keras bahwa penyebaran judol di kalangan pelajar sudah pada tahap mengkhawatirkan dan membutuhkan tindakan tegas dari pemerintah.

Dikutip dari Kompas.com (29/10/2025), Wakil Ketua Komisi X DPR RI, My Esti Wijayanti, menilai maraknya kasus pelajar terjerat judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol) mencerminkan kesalahan sistem pendidikan saat ini. Ia menegaskan, ketika siswa SMP sudah mengenal dan terlibat dalam judol dan pinjol, berarti ada yang keliru dalam cara mendidik generasi muda. Esti menyoroti bahwa sekolah masih terlalu fokus pada ujian akademik dan belum membekali siswa dengan kemampuan menghadapi dunia digital yang sarat jebakan algoritma. Ia mendorong pemerintah untuk memperkuat literasi digital dan pendidikan karakter, sebab literasi digital bukan sekadar bisa menggunakan gawai, tetapi juga memahami bahaya di balik layar. Fenomena ini, menurut Esti, menunjukkan adanya krisis literasi digital dan lemahnya pengawasan sosial, sehingga keterlibatan anak dalam judol harus dilihat sebagai dampak dari sistem pendidikan yang belum siap menghadapi tantangan era digital.

Faktanya, bahwa tak sedikit konten ataupun iklan-iklan judi online telah memasuki situs-situs pendidikan dan game online yang sangat mudah terpapar dan diakses oleh siswa. Padahal, pinjol dan judol merupakan lingkaran setan yang sangat berakibat fatal bagi penggunanya. Bila pelajar kehabisan uang karena kalah judi, maka ia akan mencari pinjaman online. Dan akhirnya terjeret hutang online yang amat merugikan dan dosa. Nauzubillah.

Ini membuktikan bahwa masih minimnya pengawasan oleh orang tua dan pihak sekolah terhadap anak. orang tua menjadi garda terdepan dalam membentuk moral dan kepribadian anak yang beriman dan bertakwa sehingga tidak akan memilih melakukan perbuatan dosa, sementara pihak sekolah bertanggung jawab sebagai orang tua kedua untuk terus membentuk kepribadian yang baik dan mengontrol anak agar tidak melakukan segala hal buruk. Tak hanya itu, yang lebih berperan penting dalam kasus ini ialah peran negara karena punya kuasa atas pemberantasan situs-situs judol. Namun, sayangnya negara lemah dalam menutup dan memberantas situs-situs judol.

Upaya pemerintah dengan menggencarkan pendidikan karakter dan literasi digital terhadap pelajar ternyata belum mampu menuntaskan masalah ini. Sebab, yang menjadi akar masalah ialah cara berpikir mereka yang masih rusak. Pelajar yang pemikirannya ingin cepat kaya dengan cara yang instan-instan saja tanpa mau kerja keras karena kemudahan akses dan modal yang kecil. Hal ini merupakan buah dari sistem kapitalisme yang menjadikan keuntungan materi sebagai tolak ukur utama, sehingga tanpa mempertimbangkan apakah itu halal atau haram, semuanya hantam. Dalam sistem kapitalisme, negara berperan sebagai regulator, bukan pelindung rakyat.

Inilah yang menjadikan kasus judol dan pinjol tak kunjung tuntas, maka yang harus diperhatikan adalah :

  1. Pelajar perlu ditanamkan mindset dengan memahami betul bahwa judi online dan pinjaman online termasuk perbuatan haram dalam Islam karena merugikan diri sendiri dan orang lain. Dengan pemahaman tersebut mereka bisa lebih hati-hati dan tidak mudah tergoda.
  2. Pendidikan Islam yang berlandaskan akidah membantu pelajar punya pedoman hidup yang jelas sesuai tuntunan Islam. Jadi, bukan hanya berperilaku baik karena aturan sekolah, tapi karena kesadaran iman.
  3. Negara perlu membuat sistem pendidikan yang bisa membentuk generasi berkepribadian Islam bukan sekadar pintar secara akademik, tapi juga punya moral dan akhlak Islami.
  4. Negara wajib menutup semua akses ke situs judi dan pinjol ilegal, serta memberikan hukuman tegas pada pelakunya agar menjadi efek jera dan melindungi masyarakat dari kerugian

Langkah-langkah ini perlu di perhatikan dan di jalankan, pentingnya peran negara untuk pembentukan karakter generasi dan pentingnya sistem pendidikan islam yang harus di jalankan jika yang kita tuju adalah kebaikan dan kemajuan generasi.(*)

 

Penulis: PUTRI RAHMAWATI/aktivis muslimah

 

Tags: GenerasiJudolPinjol
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

Opini

Sherly Sang Predator?

23 Juni 2026
Ist
Opini

Rakyat Menuntut Hak, Negara Hadir dengan Borgol: Pelajaran Pahit dari Popayato

24 Mei 2026
Foto : Prof. Dr. Muhammad Amir Arham, M.E.
Daerah

Benar Orang Desa Tidak Pakai Dollar…….

18 Mei 2026
Next Post
Bupati Boalemo, Rum Pagau menyerahkan piagam penghargaan bagi tenaga kesehatan pada puncak perayaan HKN diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo.(f.istimewa)

Puncak Peringatan HKN, Bupati Rum Pagau Salut Dinkes Beri Penganugerahan Kesehatan Award

Partai Demokrat Buka Ruang Aspirasi, Tegaskan Komitmen Kolaborasi untuk Kesejahteraan Rakyat

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Foto : Sherly Tjoanda/Wisata Gorontalo (Ai)

Momen Penas 2026! Warga Gorontalo Antusias Nantikan Pertemuan Dua Sherly  

1 hari ago
Kepala Badan Penghubung Provinsi Gorontalo Mohamad Iqbal Lasabang saat menyambut kedatangan peserta PENAS XVII asal Kab. Karimun Provinsi Kepulauan Riau fi Bandara Djalaluddin Gorontalo. (F. Istimewa)

Dari Jakarta hingga Gorontalo, Peserta Asal Kepri Terpukau dengan Pelayanan Tuan Rumah PENAS XVII

4 hari ago

Siswa SMP Terjerat Pinjol dan Judol, Potret Generasi Semakin Rusak?

7 bulan ago
Penutupan Pelatihan Medium Truck Mainhaul hasil kolaborasi antara UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Kabupaten Pohuwato dan Pani Gold Mine (PGM)

Pelatihan Medium Truck Mainhaul Resmi Ditutup, Tenaga Kerja Lokal Siap Bersaing

6 hari ago
Kadis Pendidikan saat menerima penghargaan

Dikbud Pohuwato Raih Penghargaan Mitra Terbaik Edukasi dan Penyuluhan Perpajakan Tahun 2026

5 hari ago
Bupati Boalemo, Anas Jusuf

Wujudkan Satu Data Indonesia, Dinas Kominfo Boalemo Sosialisasikan E-Data Sektor

4 tahun ago
f.hms

PENAS, Geliat Ekonomi Gorontalo Meningkat

4 jam ago

Sherly Sang Predator?

50 menit ago
Mantan Wabup Pohuwato Suharsi Igirisa

Mantan Wabup Pohuwato: Sertifikasi Lahan Terdampak Jalan Perusahaan Menunjukkan Kemajuan Signifikan

60 menit ago
Bupati dan Wabup Pohuwato saat menghadiri pembukaan PENAS

Bupati dan Wabup Pohuwato Hadiri Pembukaan PENAS: Momentum Petani Perluas Wawasan

2 hari ago

Terbaru

Lomba menggambar dan mewarnai yang digelar Alfamart-SGM fi Gorontalo
Ekonomi

Lomba Mewarnai dan Menggambar Alfamart-SGM Eksplor di Gorontalo, Fathiya Senang Ikut Lomba, Yakin Bisa Jadi Juara

by NN Indonesia
23 Juni 2026
0

Lomba mewarnai dan menggambar yang digelar Alfamart-SGM Eksplor di Gorontalo NEWSNESIA.ID, KOTA GORONTALO – Sejak pukul 06.00...

Sherly Sang Predator?

23 Juni 2026
Mantan Wabup Pohuwato Suharsi Igirisa

Mantan Wabup Pohuwato: Sertifikasi Lahan Terdampak Jalan Perusahaan Menunjukkan Kemajuan Signifikan

23 Juni 2026
f.hms

PENAS, Geliat Ekonomi Gorontalo Meningkat

23 Juni 2026
Foto : Sherly Tjoanda/Wisata Gorontalo (Ai)

Momen Penas 2026! Warga Gorontalo Antusias Nantikan Pertemuan Dua Sherly  

22 Juni 2026
Bupati dan Wabup Pohuwato saat menghadiri pembukaan PENAS

Bupati dan Wabup Pohuwato Hadiri Pembukaan PENAS: Momentum Petani Perluas Wawasan

21 Juni 2026
Kondisi area di Pohuwato persawahan yang kering

Petani Pohuwato Datang ke PENAS Mau Ngadu ke Pemerintah Pusat, Sedimentasi Masih Jadi Masalah Utama Pertanian

21 Juni 2026
f.hms

Hadir di PENAS, Mentan Amran Tegaskan Pemerintah Dorong Penerapan Teknologi Pertanian

20 Juni 2026
f.hms

Wapres Gibran Buka Penas Petani dan Nelayan di Gorontalo

20 Juni 2026
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail-f.hms

Gusnar Ismail ke Peserta PENAS: Selamat Datang di Gorontalo

20 Juni 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.