
POHUWATO-NN- Meski masih berapa dikondisi fiskal daerah yang saat ini sedang mengalami tekanan, anggota DPRD Kabupaten Pohuwato, Iqram Bhari Akbar Baderan, menegaskan komitmennya untuk mengawal aspirasi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Akbar di tengah masyarakat saat menggelar reses masa persidangan kedua tahun kedua masa jabatan 2024–2029 di Desa Bulili, Kecamatan Duhiadaa, Senin (9/2/2026).
Dirinya menuturkan, reses merupakan instrumen vital untuk menyambung lidah masyarakat dengan pemerintah daerah.
“Saat ini keuangan daerah dalam kondisi efisiensi. Meski begitu, kami tetap berupaya maksimal agar program-program prioritas masyarakat tetap mendapat perhatian,” ucapnya.
“Reses ini menjadi ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan kebutuhan dan harapan mereka. Semua aspirasi yang disampaikan akan kami catat dan perjuangkan agar dapat ditindaklanjuti oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Pohuwato,” sambungnya.
Saat ditanya apa yang menjadi aspirasi masyarakat, ia menjelaskan bahwa, isu utama yang mencuat dalam dialog tersebut adalah macetnya saluran irigasi akibat sedimentasi pasir yang sangat tinggi.
Para petani di Desa Bulili kata Akbar, mengeluhkan upaya pengerukan selama ini tidak efektif karena, sedimen kembali menumpuk dalam waktu singkat, yang menyebabkan air gagal mengalir dan memicu risiko gagal panen.
“Pengangkatan sedimentasi bukan solusi permanen. Harus ada pembangunan penahan agar sedimen tidak kembali masuk ke saluran irigasi dan merugikan petani,” tegas Akbar.
Terakhir dirinya mengatakan, selain masalah irigasi, Akbar juga meluruskan isu yang berkembang mengenai pengalihan lahan petani Bulili ke wilayah Randangan. Ia memastikan bahwa program di Randangan murni merupakan perluasan lahan, bukan pemindahan kepemilikan.
“Tidak ada pengalihan sawah dari Bulili. Program cetak sawah di Randangan murni pembukaan sawah baru,” pungkasnya menutup diskusi.MD





















