Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Opini

Jadilah Pahlawan Perdamaian di Tengah Perbedaan Pilihan Politik

by NN Indonesia
12 November 2020
in Opini
Reading Time: 3 mins read
Dr.H.Abdul Wahid,MA

Oleh: Dr. H. Abdul Wahid, M.A – (Muballigh dan Akademisi Makassar)

Istilah pahlawan selama ini selalu disematkan kepada mereka yang ikut berjuang mengangkat senjata untuk mewujudkan kemerdekaan RI puluhan tahun yang silam, hal yang demikian ini dilakukan karena melihat jasa mereka yang sangat besar.

Jika para pahlawan adalah mereka yang memiliki kontribusi atau andil yang besar kepada bangsa dan negara, maka tidak salah jika makna “pahlawan” tersebut bisa dimaknai secara lebih luas. Artinya siapa pun yang memiliki jasa dan kontribusi kepada bangsa dan negara sesuai dengan kapasitas dan bidangnya bisa saja mereka “dikategorikan sebagai pahlawan di masyarakat”.

Misalnya para guru yang gigih dalam mendidik generasi bangsa, maka mereka adalah pahlawan di bidang pendidikan, dokter yang konsisten menjalankan tugasnya di RS dan tempat kesehatan lainnya, juga dapat dikategorikan sebagai pahlawan di bidang kesehatan, para TKI dan TKW yang bekerja di luar negeri dan menyimpan uang dari hasil kerjanya dalam bentuk mata uang rupiah, maka mereka dikenal sebagai pahlawan devisa.

Demikian pula para elite politik, lebih khusus para kontestan yang maju dalam Pilkada serentak di kota Makassar, jika mereka bisa konsisten dalam memaksimalkan perannya untuk menciptakan situasi politik yang aman, berusaha menenangkan para pendukung dan simpatisannya agar tidak mudah terprovokasi dengan issu yang dapat memecah belah persatuan bangsa, mengedepankan kepentingan masyarakat dibandingkan kepentingan diri sendiri dan kelompoknya, sehingga tidak terjadi polarisasi dan perpecahan di tengah masyarakat, maka yang demikian ini, mereka dapat dikategorikan sebagai “Pahlawan Perdamaian”.

Pandangan ini paling tidak diperkuat dari salah satu pesan Nabi saw. dalam salah satu hadis yang sahih, “Sebaik-baik manusia adalah mereka yang paling banyak memberi manfaat kepada orang lain”. (HR. Ahmad dan Thabrani). Atau dalam hadis yang lain disebutkan, “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik akhlaknya…” (HR. Ahmad).

Dari kedua hadis di atas, menunjukkan predikat mulia atau gelar manusia terbaik (pahlawan) adalah siapa pun mereka yang paling banyak memberi manfaat kepada sesama dan diiringi dengan akhlak yang luhur.

Pilkada adalah salah satu sarana yang dapat dijadikan masyarakat untuk memberi mandat kepada mereka untuk memimpin daerah lima tahun mendatang, dalam konteks itulah maka sudah pasti di tengah masyarakat terjadi perbedaan pilihan politik, yang demikian ini adalah hal yang wajar di dalam negara demokrasi, sepanjang jangan perbedaan tersebut menjadi pemicu terjadinya polarisasi apalagi perpecahan di tengah masyarakat yang kemudian terganggunya situasi kamtibmas.

Dalam konteks itulah, para kontestan dan elite politik khususnya memiliki tanggungjawab moral untuk mengedukasi masyarakat tentang perbedaan pilihan politik tersebut jangan sampai merusak persaudaraan dan kekerabatan yang selama ini telah terbangun. Pada sisi lain, para kontestan dan elite harus mampu memberi contoh kepada masyarakat, bahwa gaya politik yang mereka perankan adalah gaya politik yang damai dan mengedepankan nilai-nilai akhlak yang bersumber dari ajaran agama dan kearifan lokal (sipakatau, sipakainga dan sipakalabbiri’).

Para kontestan yang ikut dalam Pilkada serentak tahun ini, khususnya di kota Makassar, memiliki peluang untuk bisa diukir namanya di dalam hati masyarakat kota daeng sebagai “Pahlawan Perdamaian”, apabila gaya politik yang mereka praktikkan terhindar dari politik kotor, tidak saling menjatuhkan apa lagi menghujat sesama kontestan sehingga membuat masyarakat tetap kompak walaupun memiliki perbedaan dukungan politik dan para kontestan mampu mengedepankan sikap demokratis dan sportifitas yakni siap kalah dan siap menang. Sebab prinsipnya siapa pun yang menang, maka dialah menjadi pilihan terbaik bagi masyarakat yang harus kita hargai dan dukung.

Selanjutnya, pada saat yang sama jajaran Polri lebih khusus Polda Sulsel sudah dapat dipastikan siap mengawal seluruh tahapan pelaksanaan Pilkada serentak tahun ini hingga pengumuman dan penetapan hasil Pilkada oleh KPU ke depan. Sebagaimana diketahui bahwa posisi Polri dalam setiap pelaksanaan Pilkada khususnya di Sulsel sudah dapat dipastikan tetap netral, karena hal ini telah diatur dalam sejumlah aturan diantaranya UU No. 2/2002 tentang Kepolisian Negara Republik Indonesia, dan TAP MPR RI No. VII/MPR/2000 tentang Peran TNI-Polri khususnya Pasal 10 tentang Keikutsertaan Polri Dalam Penyelenggaraan Negara.

Oleh karenanya kepentingan utama Polri dalam setiap pelaksanaan Pilkada dan Pemilu khususnya adalah bagaimana bisa menghadirkan situasi kamtibmas dan stabilitas nasional agar tetap terjaga dan seluruh tahapan proses Pilkada bisa berjalan sesuai dengan regulasi yang berlaku.(*)

Tags: Dr. H. Abdul WahidPahlawan Perdamaian
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

Headline

Jangan Asal Unik: Ketika Nama Layanan Publik Mempertaruhkan Reputasi

25 Agustus 2026
Headline

Rachmat Gobel dan Makna Pulang

19 Agustus 2026
Aiman Syakil
Ekonomi

Membuka Akses Pasar bagi Produk Pertanian Lokal

25 Juni 2026
Next Post
WWakil Bupati Kabupaten Gorontalo Utara (Gorut) Thariq Modanggu saat menghadiri deklarasi desa-desa pilar STBM di Desa Buluwato Kecamatan Sumalata Timur, Rabu (11/11/2020).

Stop BAB Disembarang Tempat !

Pemusnahan 748 Kg ganja di Sumatera Selatan.(f.Humas Polri)

748 Kg Ganja Kering Asal Aceh Dimusnahkan Polisi

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Kabid Pertanahan PUPR-PKP Provinsi Gorontalo Zakiya Baserewan saat mendatangi Kantor Pertanahan Kota Gorontalo.

PUPR-PKP Gorontalo Percepat Sertifikasi Lahan BLK, Hibah ke Kementerian Ketenagakerjaan Ditargetkan Akhir Agustus

24 jam ago
Dr.H.Abdul Wahid,MA

Jadilah Pahlawan Perdamaian di Tengah Perbedaan Pilihan Politik

6 tahun ago
Foto (Humas)

Inspektorat Provinsi Gorontalo Gelar EPPD 2026, Evaluasi LPPD Kabupaten Boalemo dan Gorontalo Utara

23 jam ago
Foto istimewa

Gelar Bakti Sosial, Wujud Nyata Pengabdian OP PPNI Pohuwato untuk Masyarakat

23 jam ago
Ketua Percasi Provinsi Gorontalo, Beni Nento foto bersama para atlet yang berhasil sabet juara

Kejurprov Percasi Sukses Digelar, Enam Atlet ini Akan Wakili Gorontalo Berlaga di Kejurnas Banten

2 hari ago
f.hms

UIN-PTA Gorontalo Jajaki Kolaborasi Strategis

11 jam ago
Sosialisasi pariwara award 2026

Dorong Budaya Integritas, Inspektorat Daerah Provinsi Gorontalo Sosialisasikan Pariwara Antikorupsi 2026

1 hari ago

Juara 1 di Tingkat Provinsi, Posyandu Bone Bolango Wakili Gorontalo ke Nasional

4 hari ago

Jangan Asal Unik: Ketika Nama Layanan Publik Mempertaruhkan Reputasi

9 jam ago

Terbaru

Headline

Jangan Asal Unik: Ketika Nama Layanan Publik Mempertaruhkan Reputasi

by NN Indonesia
25 Agustus 2026
0

Oleh: Silvi Aris Arlinda, S.I.Kom., M.I.Kom- Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Slamet Riyadi Di tengah budaya komunikasi...

f.hms

Gorontalo Usulkan HB Jasin dan Aloe Saboe Gelar Pahlawan

25 Agustus 2026
f.hms

UIN-PTA Gorontalo Jajaki Kolaborasi Strategis

25 Agustus 2026
f.hms

Japan.Nus dan Ehime Siap Alih Teknologi Kelola Limbah dan Persampahan Gotontalo

25 Agustus 2026
Foto istimewa

Gelar Bakti Sosial, Wujud Nyata Pengabdian OP PPNI Pohuwato untuk Masyarakat

24 Agustus 2026
Foto (Humas)

Inspektorat Provinsi Gorontalo Gelar EPPD 2026, Evaluasi LPPD Kabupaten Boalemo dan Gorontalo Utara

24 Agustus 2026
Kabid Pertanahan PUPR-PKP Provinsi Gorontalo Zakiya Baserewan saat mendatangi Kantor Pertanahan Kota Gorontalo.

PUPR-PKP Gorontalo Percepat Sertifikasi Lahan BLK, Hibah ke Kementerian Ketenagakerjaan Ditargetkan Akhir Agustus

24 Agustus 2026
Karawo Gorontalo curi perhatian di KKI 2026.

UMKM Gorontalo Catat Lonjakan Penjualan 186,8 Persen di KKI 2026, Kopi Mulai Bidik Pasar Jepang

24 Agustus 2026
Sosialisasi pariwara award 2026

Dorong Budaya Integritas, Inspektorat Daerah Provinsi Gorontalo Sosialisasikan Pariwara Antikorupsi 2026

24 Agustus 2026
Inspektorat Gorontalo saat mengikuti zoom meeting bersama Inspektorat Jenderal Kemendagri.

Inspektorat Jenderal Kemendagri Mulai Survei Pendahuluan Pengawasan di Provinsi Gorontalo

24 Agustus 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.