
NEWSNESIA.ID, POHUWATO – Komandan Rayon Militer (Danramil) 1313-02/Marisa, Lettu Arm Asriyadi membantah keras tudingan atas anggotanya melakukan penganiayaan kepada 3 orang penambang seperti diberitakan beberapa media online.
Menurutnya, anggota Koramil 1313-02/Marisa justru berusaha melakukan audiens dan mediasi hingga menyelesaikan konflik antara penambang lokal dan penambang dari luar (mania,red).
“Berita itu tidak benar, yang sebenarnya anggota kami bersama tokoh masyarakat melakukan audensi terhadap kedua belah pihak, antara penambang lokal dan penambang luar daerah guna membantu menyelesaikan permasalahan yang terjadi di lokasi penambangan dengan cara kekeluargaan dan dapat terselesaikan secara damai,” kata Danramil, Lettu Arm Asriyadi, Rabu (01/03/2023).
Pernyataan Danramil ini juga di dukung beberapa keterangan dari saksi mata yang kebetulan berada dan menyaksikan langsung kejadian tersebut.
Kepada media ini, salah satu warga menjelaskan duduk persoalan hingga terjadinya mediasi yang dilakukan pihak Koramil Marisa. Dirinya menyebutkan jika beberapa hari sebelum dilakukan mediasi, tepatnya pada 26 Februari, telah terjadi penghadangan dilakukan oleh sekelompok penambang dari luar kepada penambang lokal. Ketegangan antar kedua belah pihak pun sempat memanas hingga berhujung pengancaman yang dialami salah satu warga lokal.
“Habis itu, torang pun di mediasi oleh bapak-bapak TNI (Koramil) karena torang disini juga tidak terima ada yang diancam dengan parang (barang tajam). Dan Alhamdulillah dari mediasi itu baik torang penambang lokal dengan dorang sama-sama sepakat saling damai. Artinya tidak lagi ada yang menghadang, juga kami pun tidak menggangu mereka,” tutur warga Kecamatan Buntulia itu.
Dirinya juga menuturkan, jika dalam proses mediasi dilakukan pihak Koramil, tak ada satupun warga baik itu penambang lokal maupun pihak lain mengalami penganiayaan.
Bahkan kata dia, upaya Koramil justru membuahkan hasil yang baik dan bisa diterima oleh kedua belah pihak sehingga potensi terjadinya konflik tidak terjadi.
“Tidak ada itu pak, apalagi kalau sampai dibilang di ikat tanganya, ditarik, kami sendiri saksinya waktu itu. Kalaupun ada, pasti kami-kami ini juga lihat, tapi ini tidak ada. Yang ada torang dari sini (penambang lokal) suka ba lia ini dorang tiga, jadi ada ta kumpul mo maso kesana. Malah dorang anggota (Koramil) mediasi sampai torang samua baku damai,” pungkasnya.(mus/nn)





















