
NEWSNESIA.ID (BOALEMO) – Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boalemo, Sutriyani Lumula menegaskan, pentingnya peran Laboratorium Kesehatan Masyarakat (Labkesmas) dalam mendukung transformasi sistem kesehatan nasional.
Menurutnya, Indonesia masih menghadapi berbagai persoalan serius di bidang kesehatan yang membutuhkan penanganan menyeluruh dan berkesinambungan.
“Masalah kesehatan ibu dan anak seperti stunting, tingginya angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB), serta meningkatnya penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, stroke, dan jantung masih menjadi perhatian besar. Belum lagi penyakit menular seperti TBC, HIV, dan malaria, serta ancaman penyakit baru seperti COVID-19 dan Avian Influenza H5N1,” ujar Sutriyani dalam kegiatan Advokasi dan Koordinasi Penyelenggaraan Labkesmas Kabupaten Boalemo, di Hotel Grand Amalia Tilamuta, Rabu (8/10/2025).
Ia menambahkan, selama ini upaya kesehatan di Indonesia masih lebih banyak berfokus pada pengobatan (kuratif) dibandingkan pencegahan (promotif dan preventif). Akibatnya, beban biaya kesehatan terus meningkat, padahal pencegahan jauh lebih efektif dan efisien.
“Transformasi kesehatan yang dilakukan Kementerian Kesehatan menempatkan Labkesmas sebagai bagian penting dalam membangun layanan primer dan ketahanan kesehatan masyarakat,” jelas Sutriyani.
Labkesmas memiliki fungsi utama dalam melakukan pemeriksaan spesimen klinis, pengujian sampel, dan deteksi dini penyakit. Di tingkat Kabupaten Boalemo, Labkesmas berperan sebagai Labkesmas Tingkat 2, yang bertugas melakukan pembinaan, pemantauan, pengawasan, dan evaluasi terhadap Labkesmas tingkat 1 di Puskesmas.
Sutriyani menyebutkan, pembinaan Labkesmas dilakukan secara berjenjang mulai dari tingkat kabupaten hingga nasional.
- Labkesmas tingkat 2 (kabupaten/kota) membina Labkesmas tingkat 1 (puskesmas).
- Labkesmas tingkat 3 (provinsi) membina Labkesmas tingkat 2.
- Labkesmas tingkat 4 (regional) membina Labkesmas tingkat 3.
- Labkesmas tingkat 5 (nasional) membina Labkesmas tingkat 4.
“Peningkatan mutu Labkesmas dilakukan melalui bimbingan teknis, pelatihan, advokasi, monitoring, evaluasi, hingga pemberian penghargaan. Semua ini untuk memastikan pelayanan kesehatan yang cepat, akurat, dan merata,” ungkapnya.
Selain meningkatkan mutu layanan, Labkesmas Tingkat 2 Boalemo juga berpotensi berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) melalui pengujian sampel dan layanan laboratorium yang terstandarisasi.
Sutriyani juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dan lintas program agar penguatan Labkesmas dapat berjalan maksimal dan berkelanjutan.
“Labkesmas bukan hanya urusan kesehatan, tapi juga investasi jangka panjang untuk menciptakan masyarakat Boalemo yang sehat, produktif, dan mandiri,” tutupnya.(nn/adv)



















