
POHUWATO-NN– Kekerasan terhadap perempuan dan anak sejatinya menjadi tanggung jawab semua kalangan. Maraknya tindakan tersebut umumnya disebabkan beragam alasan.
Bukan saja dalam ruang lingkup keluarga, kekerasan terhadap perempuan kerap kali terjadi di dunia pendidikan. Bahkan, tindakan bullying yang bisa merusak mental peserta didik sepertinya tidak pernah lepas di lingkup sekolah.
Biasanya, mereka yang melakukan tindakan kekerasan adalah orang-orang terdekat korban. Alasannya juga beragam, mulai dari faktor ekonomi, pengaruh lingkungan, kurangnya pengetahuan tentang pendidikan seks pada anak dan gadget/gawai dan masih banyak lagi.
Nah, untuk mencegah dan meminimalisir terjadinya kekerasan terhadap perempuan dan anak, mahasiswa Kuliah Kerja Pengabdian (KKP) Universitas Gorontalo (UG) kolaborasi dengan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Wahana melakukan sosialisasi di SMA sederajat di Kecamatan Marisa terkait persoalan ini.
Sosialisasi, dan penyuluhan hukum dengan tema pencegahan terhadap kekerasan perempuan dalam ruang lingkup pendidikan itu juga ikut melibatkan Pemerintah Daerah (Pemda) Pohuwato, melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB).
Kordinator Kabupaten KKP UG, Sri Sasmitha Palilati menyampaikan, alasan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap perempuan ini merupakan persoalan serius yang penuntasannya membutuhkan keseriusan.
“Ini bderangkat dari keresahan, melihat hari ini kekerasan terhadap perempuan dan anak masih menjadi masalah yang sangat serius, yang sampai dengan hari ini belum bisa dituntaskan walaupun sudah banyak kebijakan kebijakan ataupun undang undang yg mengatur soal kekerasan,”
Ia juga berharap, dengan sosialisasi ini, bisa menambah pengetahuan para siswa, sehingga secara mandiri bisa meminimalis terjadinya kekerasan.
“Kami berharap, semoga dengan adanya kegiatan ini, bisa memberikan pengetahuan kepada adik adik siswa terkait pencegahan kekerasan terhadap perempuan, bisa menjadi upaya preventif begitu kak supaya siswa siswa bisa punya pengetahuan terkait apa itu kekerasan terhadap perempuan dan bagaimana cara mencegahnya, begitu juga dengan bullying, karena memang bullying itu seringkali paling banyak terjadi di sekolah,” tukasnya.
Sementara itu, Direktur LBH Wahana Keadilan, Stenly Nipi, SH. MH., menyampaikan ucapan terima kasihnya kepada para staf dewan guru dan juga siswa-siswi yang sudah menyambut baik kegiatan ini
Ia juga berharap agar, kolaborasi dengan pihak sekolah terkait penyuluhan hukum ini tetap berlanjut dan berkesinambungan.
“Kami bangga bisa berkolaborasi dengan teman-teman peserta KKP UG atas terselenggarannya kegiatan sosialisasi dan penyuluhan hukum. Apresiasi kami juga kepada adik-adik SMK 1 marisa dan para guru-guru yang menyambut kegiatan ini. Insyaa Allah kedepan, kita bisa berkolaborasi dengan pihak sekolah untuk menggelar konsultasi hukum dan psiko edukasi dengan para pendidik dan peserta didik,” imbuhnya.(mus/NN)






















