
NN.ID, GORONTALO — Perjalanan politik sejatinya tidak hanya berbicara tentang kekuasaan, jabatan, ataupun perolehan kursi. Politik juga dapat menjadi jalan pengabdian, tempat nilai-nilai kemanusiaan, integritas, dan keberpihakan kepada masyarakat diwujudkan dalam tindakan nyata. Ketika politik dikembalikan pada hakekat utamanya yaitu membawa manfaat dan mengangkat harkat hidup manusia, maka kekuasaan akan berbuah keberkahan.
Semangat itulah yang dinilai perlu terus dirawat dalam perjalanan Partai NasDem di Gorontalo setelah berpulangnya almarhum Rachmat Gobel.
Ketua DPC Partai NasDem Kecamatan Biau, Gorontalo Utara, Samsudin Usman, menilai Indrawati Gobel atau yang akrab disapa Kakak Tiu merupakan sosok yang memiliki pengalaman dan pemahaman kuat untuk meneruskan semangat perjuangan yang selama ini dibangun Rachmat Gobel.
Menurut Samsudin, kedekatan Indrawati dalam mendampingi berbagai aktivitas Rachmat Gobel membuatnya memahami secara langsung bagaimana perjuangan, pengabdian, serta komunikasi dengan masyarakat dan kader NasDem dijalankan.
“Selama ini yang kami lihat, Kakak Tiu selalu mendampingi Kakak Rachmat dalam melaksanakan tugas-tugas beliau di Gorontalo. Jadi beliau sangat tahu bagaimana perjuangan Kakak Rachmat, bagaimana membangun hubungan dengan masyarakat, dan kader NasDem di berbagai tingkatan,” ujar Samsudin.
Bukan sekadar meneruskan Struktur, tetapi menjaga nilai bagi Samsudin, meneruskan sebuah kepemimpinan tidak cukup hanya dengan memahami struktur organisasi. Seorang pemimpin juga harus mampu memahami nilai, semangat, serta tujuan yang hendak diperjuangkan.
Karena itu, menurutnya, kehadiran Indrawati Gobel diharapkan tidak sekadar dimaknai sebagai pergantian figur kepemimpinan, tetapi sebagai bagian dari upaya menjaga kesinambungan nilai perjuangan yang telah dibangun selama ini.
Samsudin pun yakin dirinya bersama jajaran pengurus DPC NasDem se Kabupaten Gorontalo Utara serta kader di tingkat ranting siap memberikan dukungan terhadap kepemimpinan Indrawati Gobel.
Dukungan tersebut, kata dia, bukan semata-mata bentuk loyalitas organisasi. Lebih dari itu, dukungan tersebut merupakan komitmen untuk menjaga agar semangat pengabdian yang telah ditanamkan Rachmat Gobel tetap tumbuh dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Rachmat Gobel yang didukung keluarga besarya dimana Politik sebagai Jalan Pengabdian untuk kemanusiaan.
Samsudin menyadari bahwa tidak mudah melanjutkan perjuangan dari sosok seperti Rachmat Gobel. Selama ini, Rachmat Gobel memiliki tempat tersendiri di tengah masyarakat dan kader NasDem Gorontalo.
Namun, warisan terbesar seorang pemimpin bukan semata-mata jabatan yang pernah diemban atau posisi yang pernah ditempati.
Warisan yang jauh lebih berharga adalah nilai kebaikan dan keteladanan yang ditinggalkan.
Sepeninggal Rachmat Gobel, kita membutuhkan pengingat bahwa tujuan dari Politik bukan sekadar arena perebutan kursi atau kalkulasi angka kemenangan, melainkan sarana pengabdian yang berlandaskan integritas dan keber pihakan nyata untuk kemanusiaan.
Di tengah pandangan publik yang mulai jenuh karena politik hanya terkesan untuk perebutan kekuasaan, hadir sebuah keteladanan yang menyegarkan. perjalanan hidup Almarhum Rachmat Gobel dan keluarga besarnya menjadi cermin yang memantulkan makna sejati dari sebuah perjuangan politik.
Berangkat dari latar belakang sebagai keluarga pengusaha nasional yang sukses, langkah terjun ke panggung politik yang dilandasi oleh niat tulus, membuktikan secara nyata bahwa politik bukanlah panggung pencitraan atau sekedar ajang mengejar kekuasaan, melainkan sebagai sarana pengabdian.
Pengalaman panjang di dunia usaha yang menuntut integritas, kedisiplinan, dan kerja keras, ditransformasikan menjadi energi positif dalam membangun bangsa. dimana kejujuran adalah harga mati yang harus berdiri tegak di atas segala kepentingan pribadi maupun golongan.
Bukan Menggantikan, tetapi Meneruskan
Lahirnya kepemimpinan Indrawati Gobel tidak harus dimaknai sebagai upaya menggantikan sosok almarhum Rachmat Gobel. Sebab, setiap pemimpin memiliki karakter, perjalanan, dan cara pengabdiannya masing-masing.
Yang jauh lebih penting adalah bagaimana nilai, semangat, dan cita-cita pengabdian yang telah diwariskan Rachmat Gobel tetap hidup dan terus berjalan.
Indrawati Gobel diharapkan dapat membuka babak baru dalam perjalanan Partai NasDem di Gorontalo dengan membawa semangat kesinambungan, kebersamaan, dan pengabdian kepada masyarakat.
Dukungan kader dari tingkat bawah menjadi bagian penting dalam proses tersebut. Sebab, kekuatan sebuah organisasi bukan hanya terletak pada figur di tingkat atas, tetapi juga pada kesediaan seluruh kader untuk menjaga nilai dan tujuan perjuangan secara bersama-sama.
Pada akhirnya, meneruskan perjuangan bukan berarti berjalan dengan bayang-bayang masa lalu. Meneruskan perjuangan berarti mengambil nilai terbaik dari keteladanan yang telah ditinggalkan, kemudian menghidupkannya dalam konteks dan tantangan zaman yang baru.
Karena itu, kepemimpinan Indrawati Gobel diharapkan bukan sekadar menjadi kelanjutan sebuah nama, tetapi menjadi kelanjutan dari sebuah nilai: bahwa politik dapat menjadi jalan pengabdian, bahwa kekuasaan harus disertai tanggung jawab, dan bahwa perjuangan akan terus hidup ketika nilai-nilai kebaikan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Rachmat Gobel boleh telah berpulang, tetapi semangat pengabdian, keteladanan, dan cita-cita untuk memberikan manfaat bagi masyarakat tidak boleh ikut berhenti. Nilai itulah yang kini menjadi tanggung jawab bersama untuk terus dirawat dan diteruskan.(rls)






















