Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Opini

Kekerasan Anak Kian Marak, Butuh Solusi Fundamental

by NN Indonesia
22 November 2023
in Opini
Reading Time: 3 mins read
Ilustrasi-ist

Oleh : Tri Ningrum (aktivis Muslimah)

Dilansir dari tribungorontalo.com bahwa kasus kekerasan pada anak di Provinsi Gorontalo sejak 1 januari 2023 mencapai 268 kasus. Kasus tersebut terjadi di masing-masing wilayah, dengan angka tertinggi berada di Kabupaten Gorontalo sebanyak 76 kasus, diikuti Kabupaten Bone Bolango sebanyak 67 kasus, Kabupaten Boalemo sebanyak 38 kasus, Kabupaten Pohuwato sebanyak 31 kasus, Kota Gorontalo sebanyak 28 kasus, dan Kabupaten Gorontalo Utara sebanyak 28 kasus. Data tersebut berdasarkan data Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemepppa). Adapun kekerasan sekseual paling banyak terjadi pada usia antara 13 – 17 tahun yang mencapai 111 kasus.

Adapun untuk menyikapi kasus kekerasan pada anak tersebut, maka banyak upaya-upaya yang telah dilakukan oleh Kemenpppa Provinsi Gorontalo, diantaranya layanan pengaduan, bantuan hukum, rehabilitasi sosial, kesehatan, dan integrasi sosial, serta program rumah perlindungan. Namun semua itu belum mampu untuk mengatasi permasalahan kekerasan pada anak.

Akar permasalahan

Inilah faktanya hari ini masalah demi masalah terus terjadi dan tak kunjung mendapatkan solusi yang mampu menyelesaikan. Kenapa? Sebab semua ini terjadi karena sistem hari ini tidak bisa lepas dari penerapan sistem sekuler kapitalis. Sistem yang lahir dari asas sekularisme dan paham liberalismenya memisahkan agama dari kehidupan. Sehingga tolok ukur dalam melakukan sesuatu bukanlah halal haram akan tetapi didalam  sistem ini menjadikan  hawa nafsu sebagai standar dalam melakukan segala sesuatu tanpa peduli halal haram. Dampaknya masalah kekerasan seksual tidak bisa terselesaikan malah semakin parah. Ditambah lagi Hukum yang diambil pun adalah hukum buatan manusia. Walhasil sanksi bagi pelaku kejahatan tidak berefek jera. Perhatian negara kepada rakyat juga minim sekali. Buktinya negara abai terhadap rusaknya pergaulan. Tidak ada aturan yang mengikat antara laki-kaki dan perempuan. Saat ini semua serba bebas termasuk tontonan buruk dan banyaknya media yang mudah di akses yang dapat merangsang naluri seksual. Perlindungan negara terhadap perempuan dan anak juga tidak ada walau sudah dibuat UU untuk perempuan dan anak tapi semua itu percuma karena UU itu tidak berdasarkan syariat.

Islam sebagai solusi

Kekerasan seksual pada anak sungguh harus diselesaikan karena jika tidak diselesaikan akan manjadi bumerang untuk kedepannya. Depresi jelas akan dirasakan bagi korban dan bagi pelaku akan menjadi kebiasaan jika tidak ditindak tegas. Terlebih lagi kehormatan diri seorang muslim/ masyarakat sangat dijaga didalam Islam.

Adapun cara terbaik untuk menyelesaikan masalah tersebut adalah dengan mengganti menjadikan sistem Islam secara keseluruhan untuk diterapkan disemua aspek kehidupan.  Karena hanya Islamlah yang bisa memberikan solusi yang sistemik. Dengan hukum Islam yang diterapkan oleh negara  atau negara yang menerapkan Islam, maka jelaslah  aturan yang gunakan adalah aturan yang  berasal dari Sang Maha Pengatur yaitu Allah Swt. Sehingga standar yang digunakan dalam melakukan perbuatan yaitu  berbasis akidah Islam.  Mereka akan paham bahwa tujuan hidup hanya untuk beribadah kepada-Nya. Dan segala perbuatannya nanti akan diminta pertanggung jawaban. Dengan ini akidah mereka kuat tidak mudah untuk bermaksiat.  Adapun dalam hal ini maka mekanisme dalam Islam untuk menyelesaikan permasalahan , diantaranya:

Pertama, negara akan melakukan penjagaan individu (diri sendiri) harus dipastikan bertakwa. Salah satu penyebab utama dari kekerasan seksual pada anak adalah efek informasi yang negatif masuk dalam individu (tontonan pornografi, musik erotis dan bacaan yang fulgar) harus diputus, dijauhkan dan diganti dengan memasukkan informasi positif ke individu. Mengkaji ilmu Islam dan mensuport dengan ilmu lain sangat diutamakan. Ketakwaan individu akan mudah diwujudkan jika di topang oleh masyarakat.

 

Kedua, masyarakat. Masyarakat didalam sistem Islam bukan masyarakat yang abai dan hanya mementingkan kepentingan pribadi semata, namun masyarakat didalam sistem Islam adalah masyarakat yang saling support dalam kebaikan dan ketakwaan. Mereka akan saling mengingatkan, saling mengontrol satu sama lain. Sampai bagaimana cara mengontrol, mensuport pun diperhatikan didalam Islam bukan sembarang.

Ketiga, negara. Point yang paling penting dan paling efektif dalam menjaga individu dan masyarakat tetap dalam syariat ialah negara. Negara mempunyai segalanya, negara mempunyai peran penting dalam menciptakan dan mensuasanakan masyarakat menjadi masyarakat yang Islami. Negara juga akan menerapkan Islam sebagai aturan yang  mengatur pergaulan antara laki-kaki dan perempuan seperti larangan untuk berkhalwat dan berikhtilat, menjaga pandangan dan kewajiban menutup aurat. Bukan hanya itu para pelaku yang menyimpang dalam Islam akan diberi hukuman yang bersifat jawabir dan jawazir. Tidak ada media atau tontonan buruk dalam Islam. Dengan kesadaran hubungannya dengan Allah negara akan berperan besar untuk melindungi rakyatnya. Hanya saja semua ini hanya bisa dilakukan ketika Islam dijadikan sebagai asas dalam bernegara. Wallahua’lam bishshowab!.(*)

Tags: Kekerasan terhadap anak
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

Ist
Opini

Rakyat Menuntut Hak, Negara Hadir dengan Borgol: Pelajaran Pahit dari Popayato

24 Mei 2026
Foto : Prof. Dr. Muhammad Amir Arham, M.E.
Daerah

Benar Orang Desa Tidak Pakai Dollar…….

18 Mei 2026
Headline

Pertemuan Trump – Xi di Beijing dan Kebangkitan Diplomasi Korporat

17 Mei 2026
Next Post
Ketua Afkab Bone Bolango, Rival Kidamu. (foto. rk/isitmewa)

Tim Futsal Bonebol FC Masuk Grup Neraka Brimob Cup 2023, Sosok Ini Tetap Optimis

Pemda-DPRD Tandatangani Persetujuan Ranperda APBD 2024

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Foto : Pendiri OBH Yadikdam Gorontalo, Rongki Ali Gobel.

Geram Rakyat Kerap Dituduh Lakukan PETI, Praktisi Hukum Desak Pemerintah Terbitkan IPR-WPR

1 hari ago
Ilustrasi-ist

Kekerasan Anak Kian Marak, Butuh Solusi Fundamental

3 tahun ago
ist

Jelang Musprov Kadin Gorontalo Memanas

1 hari ago
f.hms

Wamenaker Minta Perusahaan Konsisten Jalankan Norma Ketenagakerjaan agar Pekerja Terlindungi

4 bulan ago
Anggota DPRD Gorontalo Utara, Matran Lasunte.

Matran: Segera Tuntaskan Persoalan Penyegelan Kantor Camat Tomilito!

5 tahun ago
Mineral jenis merkuri yang turut diamankan polisi.(f.istimewa)

2 Pelaku Perdagangan Merkuri Ilegal Ditangkap Polisi

5 tahun ago
Tabliqh Akbar digelar Pemkab Boalemo bekerjasama PPA-LC Kabupaten Boalemo, di aula Pendopo Kantor Bupati, Jumat (24/12/2021).

Tutup Tahun 2021, Pemkab Boalemo Bareng PPA-LC Gelar Tabliqh Akbar

4 tahun ago
Bupati Saipul saat menerima kunjungan silaturahmi rombongan DDII Pusat

Perkuat Pembinaan Umat, Bupati Saipul A. Mbuinga Dukung Program Satu Desa Satu Dai

2 bulan ago
Kepala Kantah Kota Gorontalo Kusno Katili saat menerima penghargaan predikat WBK di Rakernas

Bikin Bangga! Kantor Pertanahan Kota Gorontalo Sabet Predikat WBK pada Rapat Kerja Nasional 2025

6 bulan ago
Dr. Hasyim Mahmud Wantu, S.Ag, MPd.I

Dr. Hasyim Mahmud Wantu Diyakini Paling Layak Pimpin IAIN Gorontalo Periode 2025-2029

10 bulan ago

Terbaru

Foto : Pendiri OBH Yadikdam Gorontalo, Rongki Ali Gobel.
Daerah

Geram Rakyat Kerap Dituduh Lakukan PETI, Praktisi Hukum Desak Pemerintah Terbitkan IPR-WPR

by NN Indonesia
6 Juni 2026
0

Foto : Pendiri OBH Yadikdam Gorontalo, Rongki Ali Gobel. Newsnesia.id - Ketergantungan rakyat terhadap hasil tambang sudah...

ist

Jelang Musprov Kadin Gorontalo Memanas

6 Juni 2026
Ilustrasi Layanan Pertanahan-ist

Jelang PENAS, 23 Hotel di Gorontalo Penuh

5 Juni 2026
Foto Humas Pohuwato

Tahun ini, Tiga Kampung Nelayan Merah Putih di Pohuwato Dipastikan Berkontrak

4 Juni 2026
Pengerjaan jembatan perintis garuda di Pohuwato rampung 100 persen

Jembatan Perintis Garuda di Pohuwato Rampung 100 Persen

3 Juni 2026

Nilai Tukar Petani di Gorontalo Turun 3,06 Persen

3 Juni 2026
f.hms

Jelang PENAS XVII; Pemprov Gorontalo Pastikan Homestay Peserta Nyaman

3 Juni 2026
f.hms

Gaji 13 Pemprov Gorontalo Cair

3 Juni 2026

Sekretariat DPRD Gorontalo Utara Terus Pererat Kebersamaan dengan Silaturahmi

3 Juni 2026
Barang bukti yang diamankan Polda Sulsel

Pengungkapan Kasus BBM Subsidi Ilegal, Pertamina Beri Apresiasi kepada Polda Sulsel

2 Juni 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.