Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Opini

Menengahi Kebisingan Juru Bicara Kepala Daerah di Gorontalo

by NN Indonesia
12 April 2025
in Opini
Reading Time: 3 mins read
ARB -f.ist

Kontestasi kepentingan politik dan ekonomi di Gorontalo kembali mencuat ke permukaan setelah Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Bank SulutGo yang digelar di Manado pada, Rabu, 09/04/2025. Alih-alih menjadi ruang konsolidasi kepentingan antar daerah, forum itu justru memicu ketegangan politik yang baru—bukan hanya antar kepala daerah, tetapi juga para juru bicara mereka. Pemicunya adalah pernyataan  Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, dalam konferensi pers. Ia menyebut Gubernur Gorontalo, Gusnar Ismail, “dungu” karena dianggap gagal memperjuangkan keterwakilan Gorontalo dalam jajaran komisaris dan direksi Bank SulutGo. Ungkapan itu dibalas oleh Juru Bicara Gubernur, Alvian Mato, yang menegaskan bahwa Gusnar adalah figur intelektual, lulusan program doktoral, dan pernah menjadi pengajar di Lemhannas RI. Ia juga menyentil bahwa ijazah Gusnar tak pernah digugat, sindiran yang dianggap menyasar persoalan lama Adhan yang ijazahnya pernah dipersoalkan saat maju dalam pemilihan wali kota—meskipun telah terbukti sah secara hukum dan administratif. Respon balik pun muncul dari Juru Bicara Wali Kota, Hadi Sutrisno, yang menyebut Alvian sebagai “jubir asbun” alias asal bunyi, dan menilai Alvian tak memahami tugas pokok dan fungsinya sebagai juru bicara.

 

Perang pernyataan ini tidak hanya memperlihatkan kegaduhan komunikasi antar elite, tetapi juga menunjukkan gejala yang lebih serius: degradasi etika komunikasi politik di lingkup pemerintahan daerah. Juru bicara, yang sejatinya menjadi wajah lembaga dan penjaga marwah komunikasi publik, malah terjebak dalam polemik personal yang tak bermutu. Mereka lupa bahwa tugas mereka bukan untuk menyerang, tetapi menjelaskan dan menjembatani. Etika dalam komunikasi politik menjadi penting karena ia berfungsi sebagai pagar moral dalam ruang demokrasi yang penuh dinamika. Ketika juru bicara kehilangan kendali dan etika, bukan hanya kepercayaan publik yang runtuh, melainkan juga kehormatan lembaga yang mereka wakili.

 

Peran Juru Bicara

 

Berangkat dari arti kata dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), istilah “juru” merujuk pada seseorang yang ahli dalam suatu pekerjaan yang membutuhkan latihan, kecakapan, dan ketelitian. Dengan demikian, “juru bicara” dapat dimaknai sebagai sosok yang memiliki kepiawaian dalam menyampaikan pesan secara lisan secara profesional. Terkait peran juru bicara, Hotmaida Marttianno Nainggolan dkk., dalam jurnal berjudul Pentingnya Juru Bicara sebagai Komunikator Politik pada Presidensi G2P Indonesia (2019), menegaskan bahwa juru bicara memiliki peran strategis dalam lanskap komunikasi publik. Peran tersebut meliputi fungsi sebagai komunikator politik, penasihat strategis, dan sekaligus humas bagi pemimpin maupun institusi.

 

Sebagai komunikator politik, juru bicara memainkan peran penting di ranah sosial-politik. Ia bertanggung jawab untuk merespon tekanan publik dengan bijak dan tenang, sekaligus membentuk opini publik melalui narasi yang terstruktur. Peran ini tidak hanya dijalankan oleh para politisi, tetapi juga dapat diemban oleh kalangan profesional dan aktivis yang memiliki kapasitas komunikasi publik yang mumpuni. Dalam kapasitasnya sebagai penasihat strategis, juru bicara bertugas memberikan masukan kepada pemimpin terkait isu-isu aktual yang berkembang di masyarakat. Ia menjadi penyalur informasi dan perspektif yang relevan sekaligus berfungsi sebagai “telinga” rakyat—menyerap aspirasi dan menyampaikannya dalam bentuk rekomendasi yang membantu proses pengambilan keputusan. Adapun dalam perannya sebagai humas, juru bicara bertanggung jawab menyampaikan pesan pemimpin dengan bahasa yang jelas, runtut, santun, objektif, dan tegas. Kemampuan mengkomunikasikan pesan secara efektif menjadi kunci utama agar informasi dapat diterima secara utuh dan tidak menimbulkan multitafsir. Pada titik ini, kepercayaan publik dapat tumbuh secara alami karena merasa dihargai dan dipahami.

 

Belajar dari yang berpengalaman

 

Dalam lingkup nasional, kita bisa menimba pelajaran dari sejumlah juru bicara Presiden yang menunjukkan kapasitas luar biasa dalam menjalankan peran strategis mereka. Sebut saja Wimar Witoelar, Adhie Massardi, Yahya Cholil Staquf, dan Wahyudi Muryadi yang menjadi juru bicara Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur). Di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), terdapat pula nama Dino Patti Djalal, Andi Mallarangeng, dan Julian Aldrin Pasha yang tampil sebagai juru bicara yang efektif dan berwibawa. Mereka membuktikan bahwa menjadi juru bicara bukan sekadar soal kefasihan berbicara, tetapi juga kemampuan menjembatani komunikasi antara pemimpin dan publik. Gus Dur, misalnya, dikenal dengan gaya komunikasinya yang ceplas-ceplos dan kerap multitafsir di tengah masyarakat. Dalam konteks itu, keempat jubirnya memainkan peran penting dalam menjelaskan secara rinci maksud dari setiap pernyataan Gus Dur, sekaligus meredam polemik dengan sikap tenang dan narasi yang mencerahkan. Majalah Tempo yang terbit pada 27 Februari 2000 bahkan sempat menulis dalam salah satu kolomnya yang berjudul “Syukur-Syukur Ada Juru Bicara”, yang menegaskan betapa krusialnya peran jubir dalam mengawal komunikasi publik di era pemerintahan Gus Dur. Hal serupa juga tampak di masa Presiden SBY.  Dino Patti Djalal, Andi Mallarangeng  dan Julian Aldrin Pasha tampil sebagai juru bicara yang tidak hanya menjawab ketidakjelasan pernyataan Presiden, tetapi juga merespons kritik publik dengan kepala dingin, analisis yang jernih, dan gaya komunikasi yang meyakinkan.

 

Bagaimana selanjutnya?

 

Gorontalo membutuhkan juru bicara yang cerdas, santun, dan mampu menahan diri dalam tensi politik yang panas. Dalam konteks demokrasi lokal, konflik dan perbedaan pandangan adalah hal biasa. Namun cara mengelola perbedaan itulah yang perlu dibenahi.

Sudah saatnya para juru bicara kepala daerah di Gorontalo menahan diri dari narasi provokatif dan lebih memilih jalur komunikasi yang konstruktif. Jika tidak, suara-suara yang seharusnya menjelaskan akan berubah menjadi kebisingan yang menyesakkan ruang publik, memperkeruh demokrasi, dan merusak kehormatan institusi.

 

Abdul Rajak Babuntai, M.Ikom

Alumni Program Magister Ilmu Komunikasi Universitas Jayabaya, Jakarta.

 

 

 

Tags: Jubir GorontaloJuru Bicara Gubernur
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

Ist
Opini

Rakyat Menuntut Hak, Negara Hadir dengan Borgol: Pelajaran Pahit dari Popayato

24 Mei 2026
Foto : Prof. Dr. Muhammad Amir Arham, M.E.
Daerah

Benar Orang Desa Tidak Pakai Dollar…….

18 Mei 2026
Headline

Pertemuan Trump – Xi di Beijing dan Kebangkitan Diplomasi Korporat

17 Mei 2026
Next Post
Fanka

Polemik RUPS BSG, Fanka: Mandiri Alternatif, Bank Baru Jika Para Elit Sudah Kompak

F.ist

Ini Dia Cabor Yang Dibina di SPOBNAS dan SPOBDA Gorontalo 

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

ARB -f.ist

Menengahi Kebisingan Juru Bicara Kepala Daerah di Gorontalo

1 tahun ago
Foto : Pendiri OBH Yadikdam Gorontalo, Rongki Ali Gobel.

Geram Rakyat Kerap Dituduh Lakukan PETI, Praktisi Hukum Desak Pemerintah Terbitkan IPR-WPR

3 hari ago
Kilat Wartabone, menjalani proses adat meninggalkan rumah dinas Wakil Bupati menuju kediaman pribadi,

Akhiri Masa Jabatan, Kilat Wartabone Dilepas Secara Adat

5 tahun ago
Tersangka digiring menuju rumah tahanan-f.hm

Kejari Kotamobagu Tahan Eks Bendahara Pengeluaran KPU Boltim

6 jam ago
Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Gorontalo bersama Tim URC Polres Gorontalo Kota saat menggelar patroli gabungan pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 6–7 Juni 2026.

Tim URC Polda Gorontalo dan Polres Gorontalo Kota Gelar Patroli Gabungan, Antisipasi 3C dan Premanisme

21 jam ago
f.hms

Wamenaker Minta Perusahaan Konsisten Jalankan Norma Ketenagakerjaan agar Pekerja Terlindungi

4 bulan ago

Askab PSSI Pohuwato Apresiasi Persiapan Turnamen Randangan Cup 2022

4 tahun ago
ist

Jelang Musprov Kadin Gorontalo Memanas

3 hari ago
Mathran Lasunte

Dorong Peningkatan PAD, Mathran Lasunte: Maksimalkan Potensi Pajak!

5 tahun ago
Pj Sekda Boalemo, Supandra Nur, ST

Musyawarah IPSI Boalemo, Pj. Sekda Beri Semangat ke Pengurus

3 tahun ago

Terbaru

Tersangka digiring menuju rumah tahanan-f.hm
Headline

Kejari Kotamobagu Tahan Eks Bendahara Pengeluaran KPU Boltim

by NN Indonesia
8 Juni 2026
0

Tersangka AK digiring menuju rumah tahanan-f.hm NEWSNESIA.ID, KOTAMOBAGU – Kejaksaan Negeri (Kejari) Kotamobagu, kembali menetapkan satu tersangka...

f.hms

Gorontalo Siap Sambut Ribuan Peserta PENAS

8 Juni 2026
Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Gorontalo bersama Tim URC Polres Gorontalo Kota saat menggelar patroli gabungan pada Sabtu malam hingga Minggu dini hari, 6–7 Juni 2026.

Tim URC Polda Gorontalo dan Polres Gorontalo Kota Gelar Patroli Gabungan, Antisipasi 3C dan Premanisme

8 Juni 2026
Foto : Pendiri OBH Yadikdam Gorontalo, Rongki Ali Gobel.

Geram Rakyat Kerap Dituduh Lakukan PETI, Praktisi Hukum Desak Pemerintah Terbitkan IPR-WPR

6 Juni 2026
ist

Jelang Musprov Kadin Gorontalo Memanas

6 Juni 2026
Ilustrasi Layanan Pertanahan-ist

Jelang PENAS, 23 Hotel di Gorontalo Penuh

5 Juni 2026
Foto Humas Pohuwato

Tahun ini, Tiga Kampung Nelayan Merah Putih di Pohuwato Dipastikan Berkontrak

4 Juni 2026
Pengerjaan jembatan perintis garuda di Pohuwato rampung 100 persen

Jembatan Perintis Garuda di Pohuwato Rampung 100 Persen

3 Juni 2026

Nilai Tukar Petani di Gorontalo Turun 3,06 Persen

3 Juni 2026
f.hms

Jelang PENAS XVII; Pemprov Gorontalo Pastikan Homestay Peserta Nyaman

3 Juni 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.