
NEWSNESIA.ID – Sosok politisi muda juga mantan aktivis, Lahmuddin Hambali tak asing bagi masyarakat Boalemo. Dari perjalanan kiprahnya terbilang banyak melalui kerikil tajam.
Salah satu potret dalam ingatan warga, ketika Lahmuddin Hambali jadi Panglima Forkot Boalemo. Ia rela menentang kebijakan hingga berhadap-hadapan demi memperjuangkan hak konstitusi rakyat. Kendati, perjuangannya bersama rekan-rekan Forkot harus bertaruh nyawa dan kecaman.
Disatu sisi, politisi kelahiran, Tilamuta 27 Desember 1978 ini dari dulu dikenal punya jiwa kesederhanaan, dan tak pandang bulu soal berkawan. Entah itu sesama pejabat, tokoh agama, kaum milenial, generasi Z (Gen-Z) kalangan emak-emak sampai masyarakat biasa.
Terbukti, selama kiprah politiknya, ia begitu dekat semua kalangan. Nilai kesederhanaan dan kepedulian tinggi mengantarkan kepercayaan publik baginya. Mulai dari memangku jabatan politik anggota DPRD Boalemo hingga menjabat wakil bupati periode 2012-2017.
Semasa perjuangan di Pilkada 2012 lalu, Lahmudin dipercaya mendampingi Rum Pagau dalam kerangka pasangan PAHAM. Banyak publik merasa pesimis, dan tak dipercaya kalau Lahmudin bisa mengimbangi dan meraup dukungan.
Nyatanya, Politisi Beringin Muda Boalemo ini sukses meraih kepercayaan rakyat bersama Rum Pagau menahkodai Kabupaten Boalemo, hingga pembangunan melaju pesat. Kala itu, Lahmudin rela mengorbankan karier jabatannya sebagai wakil rakyat. Semata-mata mengabdikan diri kepada masyarakat, bukan sebatas konstituen di wilayah pemilihan Tilamuta cs, tetapi lebih menjangkau seluruh lapisan masyarakat se Kabupaten Boalemo.
Kini, keputusan yang sama kembali dipertaruhkan Lahmuddin Hambali. Bagi, dia menanggalkan jabatan dipercayakan rakyat, sama sekali tak ada niat kufur nikmat. Semua itu, semata mengabdikan diri kepada daerah, dan masyarakat secara luas, serta demi menjawab kerinduan rakyat Boalemo mewujudkan harapan besar untuk pembangunan lebih maju dan pesat.(nn)

























