
NEWSNESIA.ID – Bicara soal tambang batu hitam yang ada di Suwawa, Bone Bolango seolah tak ada habisnya. Terbaru masyarakat penambang yang risih dengan kehadiran Koperasi Tindaho membuat polemik makin ruwet.
Namun tidak kalah penting, sebenarnya yang selama ini menjadi salah satu pertanyaan besar dari publik sebenarnya siapa pemilik 7 titik lubang tambang yang ada di Suwawa.
Mulai dari apakah mereka punya izin dari Gorontalo Mineral selaku pemilik sah lahan yang jelas-jelas sampai detik ini juga belum mengantongi izin untuk melakukan aktivitas tambang.
Ataukah selama ini mereka beraktivitas secara kucing-kucingan. Namun bagaimana bisa mereka tak tersentuh hukum sama sekali.
Semua pertanyaan diatas tentu masih menjadi teka teki yang bisa menerangkan sebenarnya seperti apa arah masa depan tambang di Suwawa yang selama puluhan tahun telah menghidupi banyak masyarakat disana.
Hal ini juga membuat penasaran salah satu aktivis sosial berinisial RB.
Kepada Newsnesia.id RB mengakui setidaknya telah mengenal 7 pemilik atau investor lubang tambang batu hitam yang ada di Suwawa.
Ia RB menyayangkan, selama ada ribut-ribut soal batu hitam justru mereka jarang terekspose baik di media maupun di ruang-ruang mediasi.
“Padahal kan seharusnya mereka (pemilik lubang tambang) juga punya peranan besar disitu karena bisa dibilang dibandingkan dengan rakyat penambang pastinya mereka jauh lebih banyak meraup hasil keuntungan,” ungkap RB, Jumat (30/6/2023).
Sejauh ini hanya ada dua pemilik yang sempat terekspose ke media, yakni sosok Anis Suleman dan Hariyanto Tilome dan RB merasa bahwa tak lengkap jika membahas polemik batu hitam tanpa melibatkan mereka.
Padahal masih ada 5 yang mestinya juga disorot seperti Ujud Tobelo, Suryanto alias Ko’ Aan, Ardan Mataihu, Eman Dukalang, dan Feriyanto Biga.
“Mereka bertujuh bisa disebut sebagai saksi kunci atas segala polemik soal batu hitam,” tandas RB.
Hal ini menjadi sangat penting bagi RB, karena menurutnya jika terjadi polemik yang selalu menjadi korban adalah rakyat penambang sementara para investor yang menjadi aktor dibalik layar aktivitas tambang ilegal seolah tak tersentuh hukum.
“Nah disitu titik berat saya, karena kita liat kalau ada apa-apa yang selalu jadi korban yah rakyat penambang, bahkan ada pengakuan supir truk yang mengangkut batu hitam juga kadang jadi sasara aksi pungli,” tegasnya.






















