Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Opini

Sikapi Dinamika Politik dalam Negeri dengan Bijak

by NN Indonesia
8 Oktober 2020
in Opini
Reading Time: 2 mins read

Oleh: Dr. H. Abdul Wahid, MA-(Muballigh & Akademisi Makassar)

Ada tiga issu yang membuat suasana politik di dalam negeri kembali menghangat terutama dua pekan terakhir, yakni issu kebangkitan PKI, pelaksanaan Pilkada serentak, dan yang terakhir adalah issu terkait RUU Cipta Kerja yang telah disahkan oleh DPR RI menjadi sebuah UU kemarin di Senayan.

Dari ketiga issu tersebut tampaknya issu terakhir yang cukup membuat suhu politik kian dinamis dan cenderung menghangat, bahkan hal ini telah menimbulkan reaksi yang begitu massif di tengah masyarakat hingga terjadi gerakan protes dan demonstrasi yang dilakukan oleh kelompok buruh, mahasiswa, pelajar dan elemen masyarakat lainnya hampir di seluruh Indonesia.

Terlepas dari adanya prokontra terhadap UU Cipta Kerja tersebut, yang perlu dipahami bahwa menyampaikan aspirasi di depan umum ditinjau dari perspektif demokrasi adalah bukanlah hal yang dilarang atau tercela, sepanjang hal tersebut dilakukan dengan cara-cara yang baik, bijak, damai dan patuh terhadap aturan yang berlaku khususnya protokol kesehatan.

Menyampaikan pendapat melalui demonstrasi dengan berusaha memilih narasi, kata-kata yang tepat, tidak mencela dan apa lagi menghujat orang lain termasuk pemerintah tentu akan jauh lebih baik, karena hal yang demikian itu sejalan dengan kultur kita sebagai masyarakat Indonesia dan ajaran agama.

Sebagaimana kita maklum, segala sesuatu yang didorong oleh emosi, akan fatal akibatnya sebab bertentangan dengan akal sehat, apalagi dengan emosi yang tidak terkendali kemudian rentan akan mendorong seseorang untuk melanggar hukum dan melawan aparat yang sedang bertugas di lapangan khususnya dari jajaran Polri, hal ini yang demikian ini tentu tidaklah tepat, sebab Polri juga sebagai petugas sama dengan kita sama-sama anak bangsa, yang sudah seharusnya saling “menghargai dan menjaga”.

Dalam konteks itulah Islam melarang umatnya untuk mencela dan menghujat pemimpinnya, karena terlepas dari segala kekurangan seorang pemimpin, pastilah lebih banyak kebaikannya dibanding kekurangannya. Hal ini diketahui dari hadis berikut: “Barangsiapa yang menghina pemimpin di muka bumi, niscaya Allah akan menghinakannya di akhirat.” (HR. at Tirmdzi).

Di sisi lain aksi demonstrasi yang dilakukan oleh sebagian masyarakat, yang diwakili oleh kaum buruh, mahasiswa dan lainnya dengan berkumpul disatu titik dengan banyak orang sangat berbahaya, karena bisa berpotensi menjadi bibit (klaster baru) tumbuhnya penyebaran virus Covid-19 di tanah air termasuk di Kota Makassar.

Oleh karena, karena itu seruan dari pemerintah yang kemudian ditindak lanjuti oleh maklumat Kapolri Jendral Pol Idham Azis beberapa waktu yang lalu, dimana beliau menghimbau agar masyarakat luas dan penyelenggaraan Pilkada tahun ini khususnya tetap disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan, demi menyelamatkan jiwa manusia dari ancaman Covid-19.

Untuk itu kita berharap agar semua pihak bisa menahan diri, kalaupun ada aturan yang dianggap belum mewakili rasa keadilan masyarakat khususnya yang terkait dengan lahirnya UU Cipta Kerja yang telah diputuskan oleh DPR RI, saya kira ada jalan yang telah diberikan oleh konstitusi yakni bisa meminta kepada pemerintah untuk membatalkannya dengan dikeluarkannya Perpres atau melalui yudicial reviw ke Mahkamah Konstitusi, langkah ini jauh lebih bijak bisa diambil di tengah pandemi seperti saat ini. (*)

Tags: Negeripelaksanaan Pilkada serentakyakni issu kebangkitan PKI
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

f.antara
Opini

Karhutla Meluas, Korban Berjatuhan: Akumulasi Kejahatan Negara-Korporasi?

19 September 2026
Aris Setiawan
Opini

Bubarkan Saja KADIN Gorontalo

18 September 2026
Headline

Meluruskan Pandangan Kewenangan Polri dan PPNS Dalam Penegakan Hukum Cagar Budaya

11 September 2026
Next Post
Mahasisa di Gorontalo bentrok dengan aparay saat menggelar unjuk rasa menolak Undang Undang Cipta Kerja, Kamis (8/10/2020).

Demo Tolak UU Omnibus Law di Gorontalo, Mahasiswa Bentrok Dengan Polisi

Silaturahmi Direktur UT Gorontalo ke pesantren.

UT Gorontalo Support Sistem Belajar Daring di Pesantren

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Sikapi Dinamika Politik dalam Negeri dengan Bijak

6 tahun ago
f.hms

SPPG Bisa dapat Penilaian Bintang, Ini Syaratnya

2 hari ago
Bupati Boalemo, Rum Pagau bersama Wakil Bupati Boalemo, Lahmuddin Hambali menyambut hangan kunjungan Kajari Boalemo, Dwi.(f.dok.pimpinan)

Perkuat Sinergitas Antar Lembaga, Rum Pagau: Demi Bangun Boalemo Lebih Maju

4 bulan ago
ist

Istri Wapres Gibran Dijadwalkan Kunker di Gorontalo

15 jam ago
Dr. H. Abdul Wahid, M.A

Tantangan Kampanye di Pilkada Serentak dengan Mempertimbangkan Protokol Kesehatan

6 tahun ago
F.hms

Gusnar-Idah Gelontorkan Bantuan UMKM Sejumlah Rp 1,6 Miliar di Kota Gorontalo

1 tahun ago
f.hms

Idah Tinjau Rumah Seruni, Akan Diresmikan Istri Wapres

2 hari ago
Bupati Boalemo, Rum Pagau menegaskan soal implementasi 6 SPM Posyandu para rapat koordinasi.(f.dok.pimpinan)

Bupati Rum Pagau: 6 SPM Posyandu Harus Tercapai!

5 bulan ago
Bupati Boalemo, Rum Pagau didampingi Wabup Lahmuddin Hambali bersama Ketua DPRD Boalemo, Karyawan Eka Putra Noho pada rapat bersama pemerintah Kecamatan Mananggu dan kepala desa.(f.dok.pimpinan)

Meski Keuangan Boalemo Minim, Namun Banyak Program Nasional Berhasil Didatangkan

5 bulan ago
Bupati Boalemo Rum Pagau menandatangani dokumen berkaitan penyelesaian program TMMD bersama TNI.(f.dok.pimpinan)

Bupati Rum Pagau Salut Gerak Cepat TNI, Tuntaskan TMMD di Hutamonu

5 bulan ago

Terbaru

ist
Headline

Istri Wapres Gibran Dijadwalkan Kunker di Gorontalo

by NN Indonesia
11 Oktober 2026
0

ist NN, GORONTALO- Solidaritas Perempuan untuk Indonesia Era Kabinet Merah Putih (SERUNI) akan menggelar kunjungan kerja ke...

f.hms

Gubernur Gusnar Support Bridge Gorontalo

11 Oktober 2026
f.hms

SPPG Bisa dapat Penilaian Bintang, Ini Syaratnya

10 Oktober 2026
f.hms

Idah Tinjau Rumah Seruni, Akan Diresmikan Istri Wapres

10 Oktober 2026
f.hms

Terima Bonus, Atlit Bangga dapat Perhatian Besar dari Gubernur Gusnar

9 Oktober 2026
f.hms

Atlit Peraih Medali Asean Games 2026 Asal Gorontalo Terim Bonus dari Gubernur Gusnar

9 Oktober 2026
Foto hms

Rencana Pembangunan Flyover Gorontalo Indah Memasuki Tahap Feasibility Study

8 Oktober 2026

Terima Kunker DPRD Kab.Boalemo, PUPR-PKP Gorontalo akan Seriusi Keluhan Masyarakat

8 Oktober 2026

Tutup Program Pemagangan 2026, Disnaker Gorontalo Dorong 90 Peserta Terserap Dunia Kerja

8 Oktober 2026
f.hms

BPBD Provinsi Gorontalo Turun Atasi Karhutla di Bone Pantai

8 Oktober 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.