Newsnesia.id
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
  • Home
  • TrendingHot
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Baliknew
No Result
View All Result
Newsnesia.id
No Result
View All Result
Home Opini

Tantangan Dunia Pendidikan dan Persoalan Moralitas Anak Bangsa

by NN Indonesia
23 Agustus 2020
in Opini
Reading Time: 3 mins read

Oleh: Dr. H. Abdul Wahid, M.A-(Muballigh dan Dosen Agama Islam STIE Tri Dharma Nusantara Makassar)

Hadirnya globalisasi telah banyak merubah cara pandang dan sikap manusia dalam suatu negara, terkhusus di kalangan generasi muda, tidak hanya berdampak positif tapi juga negatif.

Di Indonesia globalisasi ini kemudian telah membentuk  karakter generasi muda kita pada kondisi yang sangat memprihatinkan, ditandai dengan terjadinya dekadensi moral, tawuran antar pelajar (mahasiswa), penyalahgunaan NARKOBA, seks bebas dan lain sebagainya, sehingga realita ini menjadi tanggungjawab dunia pendidikan di republik ini semakin berat.

Angka kematian karena NARKOBA di Indonesia mencapai taraf yang mengkhawatirkan. Dalam sehari, jumlahnya mencapai 40-50 orang.

Belum lagi kasus seks bebas di kalangan remaja. Dalam sebuah riset yang dilakukan oleh Reckitt Benckiser Indonesia dari  500 remaja di lima kota besar di Indonesia ditemukan, 33 persen remaja tersebut pernah melakukan hubungan seks penetrasi.

Dari hasil tersebut, 58 persennya melakukan penetrasi di usia 18 sampai 20 tahun. Selain itu, para peserta yang disurvei adalah mereka yang belum menikah. Temuan ini tentu sangat mengejutkan kita semua.

Membangun sebuah jembatan jauh lebih mudah dibandingkan dengan membangun atau membentuk karakter seorang manusia. Demikian halnya dalam dunia pendidikan nasional, seorang pendidik tidak hanya sekadar menyibukkan diri dengan mentransfer ilmu pengetahuan kepada para muridnya, tapi lebih dari itu berusaha membentuk karakter mereka agar bisa menjadi manusia yang tidak hanya cerdas intelektualnya tetapi memiliki kecerdasan moral yang baik.

Betapa pun pentingnya kecerdasan intelektual namun jika tidak diimbangi dengan kecerdasan moral; suatu bangsa akan sulit mencapai sebuah kemajuan dan keadilan yang hakiki bahkan akan berujung pada kekacuan dan kehancuaran.

Di dalam al-Qur’an banyak contoh kasus yang dapat kita jadikan pelajaran dari kaum terdahulu, diantaranya kaum Tsamud yang merupakan kaumnya Nabi Shaleh (QS. Al-‘Araf: 73-74).

“Kaum Tsamud adalah salah satu kaum yang memiliki kecerdasan intelektual yang luar biasa pada masanya; karena diberi keahlian dalam bidang arsitektur. Bangunan-bangunan indah di Yordania itulah bukti pernah adanya kaum Tsamud ini”. Kaum Tsamud dimusnahkan oleh Allah, karena mereka mengingkari ajaran moral yang dibawa oleh Nabi Shaleh a.s.”

Dari kisah di atas, penting menjadi pelajaran bagi bangsa Indonesia, bahwa saat ini dan ke depan kita tidak hanya perlu generasi yang cerdas tapi kita butuh generasi yang bermoral. Dalam konteks inilah peran dunia pendidikan sangat dibutuhkan untuk dapat membentuk generasi yang berilmu dan berakhlak.

Namun demikian dalam kondisi saat ini, dunia pendidikan kita di Indonesia masih dibayang-bayangi oleh pandemi Covid-19 sehingga proses belajar mengajar pun belum stabil. Hingga hari ini dunia pendidikan kita proses belajar mengajarnya mulai tingkat TK hingga Perguruan Tinggi masih menggunakan model daring (online).

Pilihan model belajar daring bukanlah tanpa masalah, namun masih banyak kendala dan problematika yang terjadi di lapangan, salah satu di antaranya adalah khusus mereka (para pelajar) yang berada di pelosok-pelosok pedesaan begitu sulit mendapatkan akses internet sehingga proses pembelajaran daring mereka tidak bisa ikuti.

Masalah lain juga muncul dari proses pembelajaran daring ini di mana peserta didik diharuskan duduk di depan layar Hp android atau komputer, sehingga ini akan berdampak terhadap kesehatan mata serta menimbulkan tingkat kejenuhan kepada para peserta didik, efek dari pembelajaran ini akan hilangnya konsentrasi peserta didik untuk menyerap dan memahami pelajaran yang diberikan dari  para guru di sekolah.

Karena itu mungkin perlu ada solusi yang bisa menjembatani kondisi pendidikan kita saat ini, misalnya pemerintah mulai memikirkan diperbolehkannya proses belajar mengajar tatap muka secara langsung di sekolah dengan tetap menerapkan protokol kesehatan, terutama daerah-daerah yang dikategorikan zona hijau penyebaran Covid-19.

Kalau selama ini misalnya dalam satu kelas jumlah peserta didik 30 orang, maka mungkin bisa diatur jadwalnya secara bergantian yakni ada kelas pagi dan sore. Kelas pagi dan sore masing-masing satu kali pembelajaran diikuti 15 orang peserta didik, sehingga jarak antar peserta didik di dalam kelas  bisa diatur sesuai dengan protokol kesehatan, sembari tetap menggunakan masker dan sering-sering cuci tangan dengan sabun.

Model ini paling tidak akan menjadi jalan tengah dunia pendidikan kita disaat kita sebagai bangsa bersatu padu melawan penyebaran Covid-19.

Dengan penerapan model ini juga, maka proses pembentukan karakter, moral di sekolah kepada para peserta didik bisa terus berjalan sebagaimana biasanya, sembari para guru dan dosen tidak bosan-bosanya menghimbau dan menyampaikan kepada anak didiknya akan bahaya yang ditimbulkan dari tawuran, NARKOBA, seks bebas dan lain sebagainya, sehingga pada saat yang sama upaya ini akan sedikit membantu tugas pihak aparat Polri dalam menjaga kamtibmas di tengah masyarakat.

Oleh karena itu, sinergitas antara lembaga pendidikan dan Polri harus terus dibangun, demi menjaga kamtibmas di tengah masyarakat, sehingga akan terwujudlah kondisi lingkungan yang aman dan damai di seluruh wilayah NKRI. (*)

Tags: Moralpendidikan
ShareSendTweetShare

Berita Terkait

Headline

Meluruskan Pandangan Kewenangan Polri dan PPNS Dalam Penegakan Hukum Cagar Budaya

11 September 2026
Headline

Jangan Asal Unik: Ketika Nama Layanan Publik Mempertaruhkan Reputasi

25 Agustus 2026
Headline

Rachmat Gobel dan Makna Pulang

19 Agustus 2026
Next Post

Menjaga Pola Hidup Bersih Dari Berita Hoax di Tengah Pandemi Covid-19

Sistim Pendidikan Jarak Jauh UT Kembali Diakui Lembaga Internasional

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

Trending

Tantangan Dunia Pendidikan dan Persoalan Moralitas Anak Bangsa

6 tahun ago
Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang digelar Komisi I DPRD Kabupaten Gorontalo.

Komisi I DPRD Kabgor Dalami Dugaan Mafia Tanah di Balik Transaksi PT Tulus Group

2 hari ago
Ilistrasi pasokan gas LPG 3 Kg

Pertamina Tambah 193.200 Tabung LPG 3 Kg di Sulselbar, Pasokan Naik hingga 100 Persen

1 hari ago
Ketua DPC Partai NasDem Kecamatan Biau, Gorontalo Utara, Samsudin Usman

Merawat Warisan Keteladanan, Meneruskan Cita-Cita Luhur Sang Teladan

2 hari ago
Karyawan PGM melakukan tes urine

Gandeng BNNP Gorontalo, Cara PGM Wujudkan Lingkungan Kerja Bebas Narkoba

2 hari ago
Inspektorar Provinsi Gorontalo

Inspektorat Provinsi Gorontalo Matangkan Pengawasan Empat Sektor Prioritas di Kabupaten/Kota

2 hari ago
Antrean BBM di Makassar dan sekitarnya yang sudah mulai kondusif.

BBM di Makassar, Gowa, Takalar, dan Maros Kembali Kondusif

1 hari ago
Sidanh Isbat

Tahap II Isbat Wakaf Digelar, BPN dan Lintas Instansi Perkuat Perlindungan Aset Umat di Kota Gorontalo

17 jam ago
f.ist

Terminal Limboto Kini Lebih Keren

11 jam ago
YR TIM kolaborasi suplai air bersih

Atasi Kemarau Panjang, Selain Distribusi Air Bersih, YR Tim Juga Imbau Warga Waspada Kebakaran

2 hari ago

Terbaru

f.ist
Headline

Terminal Limboto Kini Lebih Keren

by NN Indonesia
17 September 2026
0

f.ist NN.ID, GORONTALO- Terminal Tipe B Limboto, Kabupaten Gorontalo, resmi mulai beroperasi bertepatan dengan peringatan Hari Perhubungan...

Sidanh Isbat

Tahap II Isbat Wakaf Digelar, BPN dan Lintas Instansi Perkuat Perlindungan Aset Umat di Kota Gorontalo

17 September 2026
Ilistrasi pasokan gas LPG 3 Kg

Pertamina Tambah 193.200 Tabung LPG 3 Kg di Sulselbar, Pasokan Naik hingga 100 Persen

16 September 2026
Antrean BBM di Makassar dan sekitarnya yang sudah mulai kondusif.

BBM di Makassar, Gowa, Takalar, dan Maros Kembali Kondusif

16 September 2026
Karyawan PGM melakukan tes urine

Gandeng BNNP Gorontalo, Cara PGM Wujudkan Lingkungan Kerja Bebas Narkoba

16 September 2026
YR TIM kolaborasi suplai air bersih

Atasi Kemarau Panjang, Selain Distribusi Air Bersih, YR Tim Juga Imbau Warga Waspada Kebakaran

16 September 2026
f.hmskemnaker

Pemerintah Tetapkan 18 Hari Libur Nasional dan 8 Hari Cuti Bersama Tahun 2027

15 September 2026
Tim Undip

Inventaris HPL Eks Trans Dudewolo Rampung, Tim Undip Bantu Perjelas Aset dan Kepemilikan Lahan

15 September 2026
Inspektorat Provinsi Gorontalo

Inspektorat Provinsi Gorontalo Jadi Teladan, Penguatan Integritas Dimulai dari Internal

15 September 2026
Sinergitas Pertamina Patra Niaga bersama Pemprov Sulsel dalam meredam antrean BBM bersubsidi.

Sinergi Pertamina-Pemprov Sulsel Mulai Buahkan Hasil, Antrean BBM Makassar Kian Kondusif

15 September 2026
  • Tentang
  • Redaksi
  • Kontak
  • Pedoman & Kode Etik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.

No Result
View All Result
  • Home
  • Trending
  • Headline
  • Daerah
    • Gorontalo
      • Kota Gorontalo
      • Kab Gorontalo
      • Boalemo
      • Pohuwato
      • Bone Bolango
      • Gorontalo Utara
    • Sulawesi Utara
    • Sulawesi Selatan
    • Sulawesi Tengah
    • Sulawesi Barat
  • Nasional
  • Peristiwa
  • Politik
  • Ekonomi
  • Pendidikan
  • Olahraga
  • Opini
  • Kilas Balik

© 2025 Newsnesia.id - Mewarnai Nusantara.